<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624</id><updated>2012-02-13T11:47:19.564+07:00</updated><category term='Shalat'/><category term='Propaganda Sesat'/><category term='Kuliner'/><category term='Tips Gadget'/><category term='Hack Template'/><category term='Download'/><category term='Award'/><category term='Renungan'/><category term='Trik dan tips komputer'/><category term='Info Blogger'/><category term='Kamus'/><category term='Fisika'/><category term='Mandi Wajib'/><category term='April Mop'/><category term='Weblinks'/><category term='Tasyabuh'/><category term='Info IT'/><category term='Profile'/><category term='Fiqih dan Muamalah'/><category term='Software'/><category term='Biografi'/><category term='Kimia'/><category term='Paham Sesat'/><category term='Ulang Tahun'/><category term='Facebook'/><category term='Java Script'/><category term='JIL'/><category term='Kesehatan'/><category term='Masjid'/><category term='Tutorial Blogger'/><category term='Muslimah'/><category term='Internet'/><category term='Komputer'/><category term='Akhlak'/><category term='Bid&apos;ah'/><category term='Ramadhan'/><category term='Daftar Isi'/><category term='Valentine'/><category term='Jaringan Komputer'/><category term='E-Book Resep Masakan'/><category term='Wudhu'/><category term='Kisah'/><category term='Tauhid'/><category term='Syirik'/><category term='Browser'/><category term='Aqidah'/><category term='SEO'/><category term='Tahukah Anda?'/><category term='Mahram'/><category term='HTML'/><category term='Lebaran'/><category term='Widget'/><category term='Manhaj'/><category term='Adab dan Do&apos;a'/><category term='Coretan Dinding'/><title type='text'>Reiza Zulkarnaen</title><subtitle type='html'>Belajar dan Berbagi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>273</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-3154281696188746512</id><published>2012-02-13T11:37:00.000+07:00</published><updated>2012-02-13T11:47:19.617+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasyabuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Valentine'/><title type='text'>Mitos Valentine Day</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-P_LytADmOo8/TziSu-0CEMI/AAAAAAAAAn4/W29RvNT2Yb4/s1600/say_no_to_valentine%27s_day.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-P_LytADmOo8/TziSu-0CEMI/AAAAAAAAAn4/W29RvNT2Yb4/s320/say_no_to_valentine%27s_day.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;14 Februari, adalah tanggal yang telah lekat dengan kehidupan muda-mudi kita. Hari yang lazim disebut Valentine Day ini, konon adalah momen berbagi, mencurahkan segenap kasih sayang kepada “pasangan”-nya masing-masing dengan memberi hadiah berupa cokelat, permen, mawar, dan lainnya. Seakan tak terkecuali, remaja Islam pun turut larut dalam ritus tahunan ini, meski tak pernah tahu bagaimana akar sejarah perayaan ini bermula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-2293"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya Allah telah memilih Islam sebagai agama bagi kita, sebagaimana firman-Nya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (Ali ‘Imran: 19)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah juga menyatakan bahwa Dia tidak menerima dari seorang pun agama selain Islam. Allah berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali ‘Imran: 85)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لاَ يَسْمَعُ بِي يَهُودِيٌّ وَلاَ نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, tidak ada seorangpun yang mendengar tentang aku, baik dia Yahudi atau Nasrani, lalu dia mati dalam keadaan tidak beriman dengan risalah yang aku diutus dengannya, kecuali dia termasuk penghuni neraka.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua agama yang ada di masa ini –selain Islam– adalah agama yang bathil. Tidak bisa menjadi (jalan) pendekatan kepada Allah. Bahkan bagi seorang hamba, agama-agama itu tidaklah menambah kecuali kejauhan dari-Nya, sesuai dengan kesesatan yang ada padanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Telah lama, tersebar suatu fenomena –yang menyedihkan– di kalangan banyak pemuda-pemudi Islam. Fenomena ini merupakan bentuk nyata sikap taqlid (membebek) terhadap kaum Nasrani, yaitu Hari Kasih Sayang (Valentine Day). Berikut ini secara ringkas akan dipaparkan asal-muasal perayaan tersebut, perkembangannya, tujuan serta bagaimana seharusnya seorang muslim menyikapinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Asal Muasal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perayaan ini termasuk salah satu hari raya bangsa Romawi paganis (penyembah berhala), di mana penyembahan berhala adalah agama mereka semenjak lebih dari 17 abad silam. Perayaan ini merupakan ungkapan –dalam agama paganis Romawi– kecintaan terhadap sesembahan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perayaan ini memiliki akar sejarah berupa beberapa kisah yang turun-temurun pada bangsa Romawi dan kaum Nasrani pewaris mereka. Kisah yang paling masyhur tentang asal-muasalnya adalah bahwa bangsa Romawi dahulu meyakini bahwa Romulus –pendiri kota Roma– disusui oleh seekor serigala betina, sehingga serigala itu memberinya kekuatan fisik dan kecerdasan pikiran. Bangsa Romawi memperingati peristiwa ini pada pertengahan bulan Februari setiap tahun dengan peringatan yang megah. Di antara ritualnya adalah menyembelih seekor anjing dan kambing betina, lalu dilumurkan darahnya kepada dua pemuda yang kuat fisiknya. Kemudian keduanya mencuci darah itu dengan susu. Setelah itu dimulailah pawai besar dengan kedua pemuda tadi di depan rombongan. Keduanya membawa dua potong kulit yang mereka gunakan untuk melumuri segala sesuatu yang mereka jumpai. Para wanita Romawi sengaja menghadap kepada lumuran itu dengan senang hati, karena meyakini dengan itu mereka akan dikaruniai kesuburan dan melahirkan dengan mudah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Apa Hubungan St. Valentine dengan Perayaan Ini?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Versi I:&lt;/b&gt; Disebutkan bahwa St. Valentine adalah seorang yang mati di Roma ketika disiksa oleh Kaisar Claudius sekitar tahun 296 M. Di tempat terbunuhnya di Roma, dibangun sebuah gereja pada tahun 350 M untuk mengenangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika bangsa Romawi memeluk Nasrani, mereka tetap memperingati Hari Kasih Sayang. Hanya saja mereka mengubahnya dari makna kecintaan kepada sesembahan mereka, kepada pemahaman lain yang mereka istilahkan sebagai martir kasih sayang, yakni St. Valentine, sang penyeru kasih sayang dan perdamaian, yang –menurut mereka– mati syahid pada jalan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di antara aqidah bathil mereka pada hari tersebut, dituliskan nama-nama pemudi yang memasuki usia nikah pada selembar kertas kecil, lalu diletakkan pada talam di atas lemari buku. Lalu diundanglah para pemuda yang ingin menikah untuk mengambil salah satu kertas itu. Kemudian sang pemuda akan menemani si wanita pemilik nama yang tertulis di kertas (yang diambilnya) selama setahun. Keduanya saling menguji perilaku masing-masing, baru kemudian mereka menikah. Bila tidak cocok, mereka mengulangi hal yang serupa tahun mendatang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para pemuka agama Nasrani menentang sikap membebek ini, dan menganggapnya sebagai perusak akhlak para pemuda dan pemudi. Maka perayaan ini pun dilarang di Italia. Dan tidak diketahui kapan perayaan ini dihidupkan kembali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Versi II:&lt;/b&gt; Bangsa Romawi di masa paganis dahulu merayakan sebuah hari raya yang disebut hari raya Lupercalia &lt;span style="color: blue;"&gt;[1]&lt;/span&gt;. Ini adalah hari raya yang sama seperti pada kisah versi I di atas. Pada hari itu, mereka mempersembahkan qurban bagi sesembahan mereka selain Allah. Mereka meyakini bahwa berhala-berhala itu mampu menjaga mereka dari keburukan dan menjaga binatang gembalaan mereka dari serigala.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika bangsa Romawi memeluk agama Nasrani, dan Kaisar Claudius II berkuasa pada abad ketiga, dia melarang tentaranya menikah. Karena menikah akan menyibukkan mereka dari peperangan yang mereka jalani. Maka St. Valentine menentang peraturan ini, dan dia menikahkan tentara secara diam-diam. Kaisar lalu mengetahuinya dan memenjarakannya, sebelum kemudian dia dihukum mati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Versi III:&lt;/b&gt; Kaisar Claudius II adalah penyembah berhala, sedangkan Valentine adalah penyeru agama Nasrani. Sang Kaisar berusaha mengeluarkannya dari agama Nasrani dan mengembalikannya kepada agama paganis Romawi. Namun Valentine tetap teguh memeluk agama Nasrani, dan dia dibunuh karenanya pada 14 Februari 270 M, malam hari raya paganis Romawi: Lupercalia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika bangsa Romawi memeluk Nasrani, mereka tetap melakukan perayaan paganis Lupercalia, hanya saja mereka mengaitkannya dengan hari terbunuhnya Valentine untuk mengenangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Syi’ar Perayaan Hari Kasih Sayang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Menampakkan kegembiraan dan kesenangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Saling memberi mawar merah, sebagai ungkapan cinta, yang dalam budaya Romawi paganis merupakan bentuk cinta kepada sesembahan kepada selain Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Menyebarkan kartu ucapan selamat hari raya tersebut. Pada sebagiannya terdapat gambar Cupid, seorang anak kecil dengan dua sayap membawa busur dan panah. Cupid adalah dewa cinta erotis dalam mitologi Romawi paganis. Maha Tinggi Allah dari kedustaan dan kesyirikan mereka dengan ketinggian yang besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Saling memberi ucapan kasih sayang, rindu, dan cinta dalam kartu ucapan yang saling mereka kirim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Di banyak negeri Nasrani diadakan perayaan pada siang hari, dilanjutkan begadang sambil berdansa, bercampur baur lelaki dan perempuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa versi kisah yang disebutkan seputar perayaan ini dan simbolnya, St. Valentine, bisa memberikan pencerahan kepada orang berakal. Terlebih lagi seorang muslim yang mentauhidkan Allah l. Pemaparan di atas menjelaskan hakikat perayaan ini kepada kaum muslimin yang tidak tahu dan tertipu, kemudian ikut merayakannya. Mereka hakikatnya meniru umat Nasrani yang sesat, dan mengambil segala yang datang dari Barat, Nasrani, lagi atheis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Renungan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barangsiapa yang membaca kisah yang telah disebutkan seputar perayaan paganis ini, akan jelas baginya hal-hal berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Asalnya adalah aqidah paganis (penyembahan berhala) kaum Romawi, untuk mengungkapkan rasa cinta kepada berhala yang mereka ibadahi selain Allah l. Barangsiapa yang merayakannya, berarti dia merayakan momen pengagungan dan penyembahan berhala. Padahal Allah l telah mengingatkan kita dari perbuatan syirik:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: ‘Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu, maka hendaklah Allah saja yang kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur’.” (Az-Zumar: 65-66)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah juga menyatakan melalui lisan ‘Isa :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seorang penolongpun.” (Al-Ma`idah: 72)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan seorang muslim wajib berhati-hati dari syirik dan segala yang akan mengantarkan kepada syirik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Awal mula perayaan ini di kalangan bangsa Romawi paganis terkait dengan kisah dan khurafat yang tidak bisa diterima akal sehat, apalagi akal seorang muslim yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada satu versi, disebutkan bahwa seekor serigala betina menyusui Romulus pendiri kota Roma, sehingga memberinya kekuatan fisik dan kecerdasan pikiran. Ini menyelisihi aqidah seorang muslim, bahwa yang memberikan kekuatan fisik dan kecerdasan pikiran hanyalah Allah, Dzat Maha Pencipta, bukan air susu serigala. Dalam versi lain, pada perayaan itu kaum Romawi paganis mempersembahkan qurban untuk berhala sesembahan mereka, dengan keyakinan bahwa berhala-berhala itu mampu mencegah terjadinya keburukan dari mereka dan mampu melindungi binatang gembalaan mereka dari serigala. Padahal, akal yang sehat mengetahui bahwa berhala tidaklah dapat menimpakan kemudaratan, tidak pula bisa memberikan suatu kemanfaatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana mungkin seorang berakal mau ikut merayakan perayaan seperti ini? Terlebih lagi seorang muslim yang Allah telah menganugerahkan agama yang sempurna dan aqidah yang lurus ini kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Di antara syi’ar jelek perayaan ini adalah menyembelih anjing dan domba betina, lalu darahnya dilumurkan kepada dua orang pemuda, kemudian darah itu dicuci dengan susu, dst. Orang yang berfitrah lurus tentu akan menjauh dari hal yang seperti ini. Akal yang sehat pun tidak bisa menerimanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Keterkaitan St. Valentine dengan perayaan ini diperselisihkan, juga dalam hal sebab dan kisahnya. Bahkan, sebagian literatur meragukannya dan menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak pernah terjadi. Sehingga pantas bagi kaum Nasrani untuk tidak mengakui perayaan paganis ini yang mereka tiru dari bangsa Romawi paganis. Terlebih lagi keterkaitan perayaan ini dengan salah satu santo (orang-orang suci dalam khazanah Nasrani, ed.) mereka, masih diragukan. Bila merayakannya teranggap sebagai aib bagi kaum Nasrani, yang telah mengganti-ganti agama mereka dan mengubah kitab mereka, tentu lebih tercela bila seorang muslim yang ikut merayakannya. Dan bila benar bahwa perayaan ini terkait dengan terbunuhnya St. Valentine karena mempertahankan agama Nasrani, maka apa hubungan kaum muslimin dengan St. Valentine?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Para pemuka Nasrani telah menentang perayaan ini karena timbulnya kerusakan akhlak pemuda dan pemudi akibat perayaan ini, maka dilaranglah perayaan ini di Italia, pusat Katholik. Lalu perayaan ini muncul kembali dan tersebar di Eropa. Dari sanalah menular ke negeri kaum muslimin. Bila pemuka Nasrani –pada masa mereka– mengingkari perayaan ini, maka wajib bagi para ulama kaum muslimin untuk menerangkan hakikatnya dan hukum merayakannya. Sebagaimana wajib bagi kaum muslimin yang awam untuk mengingkari dan tidak menerimanya, sekaligus mengingkari orang yang ikut merayakannya atau menularkannya kepada kaum muslimin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Mengapa Kaum Muslimin Tidak Boleh Merayakannya?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian kaum muslimin yang ikut merayakannya mengatakan bahwa Islam juga mengajak kepada kecintaan dan kedamaian. Dan Hari Kasih Sayang adalah saat yang tepat untuk menyebarkan rasa cinta di antara kaum muslimin. Sehingga, apa yang menghalangi untuk merayakannya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawaban terhadap pernyataan ini dari beberapa sisi:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Hari raya dalam Islam adalah ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Hari raya merupakan salah satu syi’ar agama yang agung. Sedangkan dalam Islam, tidak ada hari raya kecuali hari Jum’at, Idul Fithri, dan Idul Adh-ha. Perkara ibadah harus ada dalilnya. Tidak bisa seseorang membuat hari raya sendiri, yang tidak disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan hal ini, perayaan Hari Kasih Sayang ataupun selainnya yang diada-adakan, adalah perbuatan mengada-adakan (bid’ah) dalam agama, menambahi syari’at, dan bentuk koreksi terhadap Allah, Dzat yang telah menetapkan syari’at.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Perayaan Hari Kasih Sayang merupakan bentuk tasyabbuh (menyerupai) bangsa Romawi paganis, juga menyerupai kaum Nasrani yang meniru mereka, padahal ini tidak termasuk (amalan) agama mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika seorang muslim dilarang menyerupai kaum Nasrani dalam hal yang memang termasuk agama mereka, maka bagaimana dengan hal-hal yang mereka ada-adakan dan mereka menirunya dari para penyembah berhala?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang muslim dilarang menyerupai orang-orang kafir –baik penyembah berhala ataupun ahli kitab– baik dalam hal aqidah dan ibadah, maupun dalam adat yang menjadi kebiasaan, akhlak, dan perilaku mereka. Allah berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.” (Ali ‘Imran: 105)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)? Dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Al-Hadid: 16)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nabi bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad, 3/50, dan Abu Dawud, no. 5021)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tasyabbuh (menyerupai) orang kafir dalam perkara agama mereka –di antaranya adalah Hari Kasih Sayang– lebih berbahaya daripada menyerupai mereka dalam hal pakaian, adat, atau perilaku. Karena agama mereka tidak lepas dari tiga hal: yang diada-adakan, atau yang telah diubah, atau yang telah dihapuskan hukumnya (dengan datangnya Islam). Sehingga, tidak ada sesuatupun dari agama mereka yang bisa menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Tujuan perayaan Hari Kasih Sayang pada masa ini adalah menyebarkan kasih sayang di antara manusia seluruhnya, tanpa membedakan antara orang yang beriman dengan orang kafir. Hal ini menyelisihi agama Islam. Hak orang kafir yang harus ditunaikan kaum muslimin adalah bersikap adil dan tidak mendzaliminya. Dia juga berhak mendapatkan sikap baik –bila masih punya hubungan silaturahim– dengan syarat: tidak memerangi atau membantu memerangi kaum muslimin. Allah berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Al-Mumtahanah: 8)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bersikap adil dan baik terhadap orang kafir tidaklah berkonsekuensi mencintai dan berkasih sayang dengan mereka. Allah bahkan memerintahkan untuk tidak berkasih sayang dengan orang kafir dalam firman-Nya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (Al-Mujadilah: 22)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Sikap tasyabbuh akan melahirkan sikap kasih sayang, cinta dan loyalitas di dalam bathin. Sebagaimana kecintaan yang ada di bathin akan melahirkan sikap menyerupai.” (Al-Iqtidha`, 1/490)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Kasih sayang yang dimaksud dalam perayaan ini semenjak dihidupkan oleh kaum Nasrani adalah cinta, rindu, dan kasmaran, di luar hubungan pernikahan. Buahnya, tersebarnya zina dan kekejian, yang karenanya pemuka agama Nasrani –pada waktu itu– menentang dan melarangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebanyakan pemuda muslimin merayakannya karena menuruti syahwat, dan bukan karena keyakinan khurafat sebagaimana bangsa Romawi dan kaum Nasrani. Namun hal ini tetaplah tidak bisa menafikan adanya sikap tasyabbuh (menyerupai) orang kafir dalam salah satu perkara agama mereka. Selain itu, seorang muslim tidak diperbolehkan menjalin hubungan cinta dengan seorang wanita yang tidak halal baginya, yang merupakan pintu menuju zina.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sikap yang Seharusnya Ditempuh Seorang Muslim&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Tidak ikut merayakannya, menyertai orang yang merayakannya, atau menghadirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Tidak membantu/mendukung orang kafir dalam perayaan mereka, dengan memberikan hadiah, menyediakan peralatan untuk perayaan itu atau syi’ar-syi’arnya, atau meminjaminya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Tidak membantu kaum muslimin yang ikut-ikutan merayakannya. Bahkan ia wajib mengingkari mereka, karena kaum muslimin yang merayakan hari raya orang kafir adalah perbuatan mungkar yang harus diingkari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari sini, kaum muslimin tidak boleh pula menjual bingkisan (pernak-pernik) bertema Hari Kasih Sayang, baik pakaian tertentu, mawar merah, kartu ucapan selamat, atau lainnya. Karena memperjualbelikannya termasuk membantu kemungkaran. Sebagaimana juga tidak boleh bagi orang yang diberi hadiah Hari Kasih Sayang untuk menerimanya. Karena, menerimanya mengandung makna persetujuan terhadap perayaan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Tidak memberikan ucapan selamat Hari Kasih Sayang, karena hari itu bukanlah hari raya kaum muslimin. Dan bila seorang muslim diberi ucapan selamat Hari Kasih Sayang, maka dia tidak boleh membalasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Menjelaskan hakikat perayaan ini dan hari-hari raya orang kafir yang semisalnya, kepada kaum muslimin yang tertipu dengannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Diringkas dari makalah ‘Idul Hubb, Qishshatuhu, Sya’airuhu, Hukmuhu, karya Ibrahim bin Muhammad Al-Haqil)&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[1]&lt;/span&gt; Adalah upacara ritual kesuburan yang dipersembahkan kepada Lupercus (dewa kesuburan, dewa padang rumput, dan pelindung ternak) dan Faunus (dewa alam dan pemberi wahyu). Pada tahun 494 M, Dewan Gereja di bawah pimpinan Paus Gelasius I mengubah ritual tersebut menjadi perayaan purifikasi (penyucian diri). Dua tahun kemudian, Paus Gelasius I mengubah tanggal perayaan, dari tanggal 15 menjadi 14 Februari. (red)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Majalah AsySyariah Edisi 038 (&lt;span style="color: blue;"&gt;http://asysyariah.com/mitos-valentine-day.html&lt;/span&gt;)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-3154281696188746512?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/3154281696188746512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2012/02/mitos-valentine-day.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/3154281696188746512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/3154281696188746512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2012/02/mitos-valentine-day.html' title='Mitos Valentine Day'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-P_LytADmOo8/TziSu-0CEMI/AAAAAAAAAn4/W29RvNT2Yb4/s72-c/say_no_to_valentine%27s_day.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-5132325720293359444</id><published>2012-02-05T11:04:00.000+07:00</published><updated>2012-02-05T11:04:43.699+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bid&apos;ah'/><title type='text'>Sejarah Kelam Maulid Nabi</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-6V_tbuZeThM/Ty3_ZvzwcuI/AAAAAAAAAnw/Jrmx9hovpX4/s1600/sejarah-maulid-nabi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-6V_tbuZeThM/Ty3_ZvzwcuI/AAAAAAAAAnw/Jrmx9hovpX4/s1600/sejarah-maulid-nabi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Jika kita menelusuri dalam kitab tarikh (sejarah), perayaan Maulid Nabi tidak kita temukan pada masa sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan empat Imam Madzhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad), padahal mereka adalah orang-orang yang sangat cinta dan mengagungkan Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah orang-orang yang paling paham mengenai sunnah Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan paling semangat dalam mengikuti setiap ajaran beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui pula bahwa -menurut pakar sejarah yang terpercaya-, yang pertama kali mempelopori acara Maulid Nabi adalah &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Dinasti ‘Ubaidiyyun atau disebut juga Fatimiyyu&lt;/b&gt;n&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; (silsilah keturunannya disandarkan pada Fatimah). Sebagai buktinya adalah penjelasan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;Al Maqriziy, seorang pakar sejarah&lt;/span&gt; mengatakan, “Para khalifah Fatimiyyun memiliki banyak perayaan sepanjang tahun. Ada perayaan tahun baru, hari ‘Asyura, &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;maulid (hari kelahiran) Nabi&lt;/span&gt;, maulid Ali bin Abi Thalib, maulid Hasan dan Husain, maulid Fatimah al Zahra, maulid khalifah yang sedang berkuasa, perayaan malam pertama bulan Rajab, perayaan malam pertengahan bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Sya’ban, perayaan malam pertengahan bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Ramadhan, perayaan malam penutup Ramadhan, perayaan ‘Idul Fithri, perayaan ‘Idul Adha, perayaan ‘Idul Ghadir, perayaan musim dingin dan musim panas, perayaan malam Al Kholij, hari Nauruz (Tahun Baru Persia), hari Al Ghottos, hari Milad (Natal), hari Al Khomisul ‘Adas (3 hari sebelum paskah), dan hari Rukubaat.” &lt;b&gt;(&lt;i&gt;Al Mawa’izh wal I’tibar bi Dzikril Khutoti wal Atsar&lt;/i&gt;, 1/490. Dinukil dari &lt;i&gt;Al Maulid&lt;/i&gt;, hal. 20 dan &lt;i&gt;Al Bida’ Al Hawliyah&lt;/i&gt;, hal. 145-146)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;Asy Syaikh Bakhit Al Muti’iy, mufti negeri Mesir&lt;/span&gt; dalam kitabnya Ahsanul Kalam (hal. 44) mengatakan bahwa yang pertama kali mengadakan enam perayaan maulid yaitu: &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;perayaan Maulid (hari kelahiran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;, maulid ‘Ali, maulid Fatimah, maulid Al Hasan, maulid Al Husain –radhiyallahu ‘anhum- dan maulid khalifah yang berkuasa saat itu yaitu Al Mu’izh Lidinillah (keturunan ‘Ubaidillah dari dinasti Fatimiyyun) pada tahun 362 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula &lt;span style="color: #ff6600;"&gt;Asy Syaikh ‘Ali Mahfuzh&lt;/span&gt; dalam kitabnya &lt;i&gt;Al Ibda’ fi Madhoril Ibtida’&lt;/i&gt; (hal. 251) dan Al Ustadz ‘Ali Fikriy dalam &lt;i&gt;Al Muhadhorot Al Fikriyah&lt;/i&gt; (hal. 84) juga mengatakan bahwa yang mengadakan perayaan Maulid pertama kali adalah ‘Ubaidiyyun (Fatimiyyun). &lt;b&gt;(Dinukil dari &lt;i&gt;Al Maulid&lt;/i&gt;, hal. 20)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Fatimiyyun yang Sebenarnya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;Kebanyakan orang belum mengetahui siapakah Fatimiyyun atau ‘Ubaidiyyun. Seolah-olah Fatimiyyun ini adalah orang-orang sholeh dan punya i’tiqod baik untuk mengagungkan Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Tetapi senyatanya tidak demikian. Banyak ulama menyatakan sesatnya mereka dan berusaha membongkar kesesatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qodhi Al Baqillaniy menulis kitab khusus untuk membantah Fatimiyyun yang beliau namakan “&lt;i&gt;Kasyful Asror wa Hatkul Astar&lt;/i&gt; (Menyingkap rahasia dan mengoyak tirai)”. Dalam kitab tersebut, beliau membuka kedok Fatimiyyun dengan mengatakan, “&lt;i&gt;Mereka adalah suatu kaum yang menampakkan pemahaman Rafidhah (Syi’ah) dan menyembunyikan kekufuran semata&lt;/i&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni Ad Dimasqiy mengatakan, “Tidak disangsikan lagi, jika kita melihat pada sejarah kerajaan Fatimiyyun, kebanyakan dari raja (penguasa) mereka adalah orang-orang yang zholim, sering menerjang perkara yang haram, jauh dari melakukan perkara yang wajib, paling semangat dalam menampakkan bid’ah yang menyelisihi Al Kitab dan As Sunnah, dan menjadi pendukung orang munafik dan ahli bid’ah. Perlu diketahui, para ulama telah sepakat bahwa Daulah Bani Umayyah, Bani Al ‘Abbas (‘Abbasiyah) lebih dekat pada ajaran Allah dan Rasul-Nya, lebih berilmu, lebih unggul dalam keimanan daripada Daulah Fatimiyyun. Dua daulah tadi lebih sedikit berbuat bid’ah dan maksiat daripada Daulah Fatimiyyun. Begitu pula khalifah kedua daulah tadi lebih utama daripada Daulah Fatimiyyun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau rahimahullah juga mengatakan, “Bani Fatimiyyun adalah di antara manusia yang paling fasik (banyak bermaksiat) dan paling kufur.” &lt;b&gt;(&lt;i&gt;Majmu’ Fatawa&lt;/i&gt;, 35/127)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Apakah Fathimiyyun Memiliki Nasab sampai Fatimah?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bani Fatimiyyun atau ‘Ubaidiyyun juga menyatakan bahwa mereka memiliki nasab (silsilah keturunan) sampai Fatimah.&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;span style="color: #ff6600;"&gt;Ini hanyalah suatu kedustaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Tidak ada satu pun ulama yang menyatakan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad bin ‘Abdul Halim juga mengatakan dalam halaman yang sama, &amp;nbsp;“Sudah diketahui bersama dan tidak bisa disangsikan lagi bahwa siapa yang menganggap mereka di atas keimanan dan ketakwaan atau menganggap mereka memiliki silsilah keturunan sampai Fatimah, sungguh ini adalah suatu anggapan tanpa dasar ilmu sama sekali. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” (QS. Al Israa’: 36). Begitu juga Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “&lt;i&gt;Kecuali orang yang bersaksi pada kebenaran sedangkan mereka mengetahuinya.&lt;/i&gt;” (QS. Az Zukhruf: 86). Allah Ta’ala juga mengatakan saudara Yusuf (yang artinya), “&lt;i&gt;Dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui&lt;/i&gt;.” (QS. Yusuf: 81). Perlu diketahui bahwa tidak ada satu pun ulama yang menyatakan benarnya silsilah keturunan mereka sampai pada Fatimah.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula Ibnu Khallikan mengatakan, “Para ulama peneliti nasab mengingkari klaim mereka dalam nasab [yang katanya sampai pada Fatimah].” &lt;b&gt;(&lt;i&gt;Wafayatul A’yan&lt;/i&gt;, 3/117-118)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah pula perkataan Al Maqrizy di atas, begitu banyak perayaan yang dilakukan oleh Fatimiyyun dalam setahun, kurang lebih ada 25 perayaan. Bahkan lebih parah lagi mereka juga mengadakan perayaan hari raya orang Majusi dan Nashrani yaitu hari Nauruz (Tahun Baru Persia), hari Al Ghottos, hari Milad (Natal), dan hari Al Khomisul ‘Adas (perayaan tiga hari selelum Paskah). Ini pertanda bahwa mereka jauh dari Islam. Bahkan perayaan-perayaan maulid yang diadakan oleh Fatimiyyun tadi hanyalah untuk menarik banyak masa supaya mengikuti madzhab mereka. Jika kita menilik aqidah mereka, maka akan nampak bahwa mereka memiliki aqidah yang rusak dan mereka adalah pelopor dakwah Batiniyyah yang sesat. &lt;b&gt;(Lihat &lt;i&gt;Al Bida’ Al Hawliyah&lt;/i&gt;, 146, 158)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Abdullah At Tuwaijiriy mengatakan, “Al Qodhi Abu Bakr Al Baqillaniy dalam kitabnya ‘yang menyingkap rahasia dan mengoyak tirai Bani ‘Ubaidiyyun’, beliau menyebutkan bahwa Bani Fatimiyyun adalah keturunan Majusi. Cara beragama mereka lebih parah dari Yahudi dan Nashrani. Bahkan yang paling ekstrim di antara mereka mengklaim ‘Ali sebagai ilah (Tuhan yang disembah) atau ada sebagian mereka yang mengklaim ‘Ali memiliki kenabian. Sungguh Bani Fatimiyyun ini lebih kufur dari Yahudi dan Nashrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qodhi Abu Ya’la dalam kitabnya &lt;i&gt;Al Mu’tamad&lt;/i&gt; menjelaskan panjang lebar mengenai kemunafikan dan kekufuran Bani Fatimiyyun. Begitu pula Abu Hamid Al Ghozali membantah aqidah mereka dalam kitabnya &lt;i&gt;Fadho-ihul Bathiniyyah&lt;/i&gt; (Mengungkap kesalahan aliran Batiniyyah).” &lt;b&gt;(&lt;i&gt;Al Bida’ Al Hawliyah&lt;/i&gt;, 142-143)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sejarah yang kelam dari Maulid Nabi. Namun, kebanyakan orang tidak mengetahui sejarah ini atau mungkin sengaja menyembunyikannya. Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;: Maulid Nabi tidak ada asal usulnya sama sekali dari salafush sholeh. Tidak kita&amp;nbsp; temukan pada sahabat atau para tabi’in yang merayakannya, bahkan dari imam madzhab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;: Munculnya Maulid Nabi adalah pada masa Daulah Fatimiyyun sekitar abad tiga Hijriyah. Daulah Fatimiyyun sendiri dibinasakan oleh Shalahuddin Al Ayubi pada tahun 546 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;: Fatimiyyun memiliki banyak penyimpangan dalam masalah aqidah sampai aliran ekstrim di antara mereka mengaku Ali sebagai Tuhan. Fatimiyyun adalah orang-orang yang gemar berbuat bid’ah, maksiat dan &amp;nbsp;jauh dari ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;: Merayakan Maulid Nabi berarti telah mengikuti Daulah Fatimiyyun yang pertama kali memunculkan perayaan maulid. Dan ini berarti telah ikut-ikutan dalam tradisi orang yang jauh dari Islam, senang berbuat sesuatu yang tidak ada tuntunannya, telah menyerupai di antara orang yang paling fasiq dan paling kufur. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” &lt;/i&gt;(HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam &lt;i&gt;Iqtidho’&lt;/i&gt; [1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini &lt;i&gt;jayid&lt;/i&gt;/bagus)&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;Artikel &lt;span style="color: blue;"&gt;http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/2925-sejarah-kelam-maulid-nabi.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 6 Rabi’ul Awwal 1430 H&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-5132325720293359444?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/5132325720293359444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2012/02/sejarah-kelam-maulid-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/5132325720293359444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/5132325720293359444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2012/02/sejarah-kelam-maulid-nabi.html' title='Sejarah Kelam Maulid Nabi'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-6V_tbuZeThM/Ty3_ZvzwcuI/AAAAAAAAAnw/Jrmx9hovpX4/s72-c/sejarah-maulid-nabi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-5890452888775569221</id><published>2012-01-29T13:27:00.000+07:00</published><updated>2012-02-02T09:06:15.435+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><title type='text'>Award Keduaku</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-2PNnZh_AiU0/TyTlZS--8oI/AAAAAAAAAno/OL5Vjtz_1Bs/s1600/top+10+creativ+blog.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-2PNnZh_AiU0/TyTlZS--8oI/AAAAAAAAAno/OL5Vjtz_1Bs/s1600/top+10+creativ+blog.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setelah tahun lalu akhi &lt;a href="http://www.na2ngismail.net/" target="_blank"&gt;Nanang Ismail&lt;/a&gt; memberikan saya &lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/05/award-pertamaku.html" target="_blank"&gt;award pertama&lt;/a&gt; sebagai "Best Friend Award",,,hummm lagi-lagi sekarang saya diberikan award kedua olehnya sebagai "Top 10 Creative Blog And Friendship". Beliau memang paling rajin neh singgah di blog sederhana saya ini padahal sekarang-sekarang ini sudah lama saya tidak otak-atik blog dan update... Syukran yah akhi, semoga akhi bisa terus berkarya dengan blognya dan juga terus terjalin silaturahim antara kita dan sesama blogger lainnya,,, Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMANGAT !!! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Award ini akan saya lanjutkan untuk:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;a href="http://rohis-facebook.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Rohis Facebook&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="background: transparent; border: 0 !important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-5890452888775569221?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/5890452888775569221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2012/01/award-keduaku.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/5890452888775569221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/5890452888775569221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2012/01/award-keduaku.html' title='Award Keduaku'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2PNnZh_AiU0/TyTlZS--8oI/AAAAAAAAAno/OL5Vjtz_1Bs/s72-c/top+10+creativ+blog.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-2071354086188511038</id><published>2011-12-30T22:06:00.000+07:00</published><updated>2011-12-30T22:12:17.837+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasyabuh'/><title type='text'>Hukum Merayakan Tahun Baru</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Bulf5LVflDk/Tv3RtfhDKEI/AAAAAAAAAnY/ks7CdPOxZJ4/s1600/merayakan-tahun-baru-2012.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="107" src="http://1.bp.blogspot.com/-Bulf5LVflDk/Tv3RtfhDKEI/AAAAAAAAAnY/ks7CdPOxZJ4/s200/merayakan-tahun-baru-2012.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Sejarah Tahun Baru Masehi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari lagi kita akan menyaksikan perayaan besar, perayaan yang dilangsungkan secara massif oleh masyarakat di seluruh dunia. Ya, itulah perayaan &lt;b&gt;tahun baru&lt;/b&gt; yang secara rutin disambut dan dimeriahkan dengan berbagai acara dan kemeriahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-1928"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perayaan tahun baru masehi memiliki sejarah panjang. Banyak di antara orang-orang yang ikut merayakan hari itu tidak mengetahui kapan pertama kali acara tersebut diadakan dan latar belakang mengapa hari itu dirayakan. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Kegiatan ini merupakan pesta warisan dari masa lalu yang dahulu dirayakan oleh orang-orang Romawi. Mereka (orang-orang Romawi) mendedikasikan hari yang istimewa ini untuk seorang dewa yang bernama &lt;b&gt;Janus&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;The God of Gates, Doors, and Beeginnings&lt;/i&gt;. Janus adalah seorang dewa yang memiliki dua wajah, satu wajah menatap ke depan dan satunya lagi menatap ke belakang, sebagai filosofi masa depan dan masa lalu, layaknya momen pergantian tahun. (G Capdeville “Les épithetes cultuels de Janus” in&lt;i&gt; Mélanges de l’école française de Rome (Antiquité), &lt;/i&gt;hal.&amp;nbsp;399-400)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Fakta ini menyimpulkan bahwa perayaan tahun baru sama sekali tidak berasal dari budaya kaum muslimin. Pesta tahun baru masehi, pertama kali dirayakan orang kafir, yang notabene masyarakat paganis Romawi.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Acara ini terus dirayakan oleh masyarakt modern dewasa ini, walaupun mereka tidak mengetahui &lt;i&gt;spirit&lt;/i&gt; ibadah pagan adalah latar belakang diadakannya acara ini. Mereka menyemarakkan hari ini dengan berbagai macam permainan, menikmati indahnya langit dengan semarak cahaya kembang api, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;b&gt;Tahun Baru = Hari Raya Orang Kafir&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; Turut merayakan tahun baru statusnya sama dengan merayakan hari raya orang kafir. Dan ini hukumnya terlarang&lt;/span&gt;. Di antara alasan &lt;i&gt;statement&lt;/i&gt; ini adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, turut merayakan tahun baru sama dengan meniru kebiasaan mereka. Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; melarang kita untuk meniru kebiasaan orang jelek, termasuk orang kafir. Beliau bersabda,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;من تشبه بقوم فهو منهم&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“&lt;i&gt;Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.&lt;/i&gt;” (&lt;a href="http://bahterailmu.wordpress.com/category/hadits/" title="Hadits"&gt;Hadits&lt;/a&gt; shahih riwayat Abu Daud)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdullah bin Amr bin Ash mengatakan,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;من بنى بأرض المشركين وصنع نيروزهم ومهرجاناتهم وتشبه بهم حتى يموت خسر في يوم القيامة&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Siapa yang tinggal di negeri kafir, ikut merayakan Nairuz dan Mihrajan (hari raya orang majusi), dan meniru kebiasaan mereka, sampai mati maka dia menjadi orang yang rugi pada hari kiamat.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, mengikuti hari raya mereka termasuk bentuk loyalitas dan menampakkan rasa cinta kepada mereka. Padahal Allah melarang kita untuk menjadikan mereka sebagai kekasih (baca: memberikan loyalitas) dan menampakkan cinta kasih kepada mereka. Allah berfirman,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا عدوي وعدوكم أولياء تلقون إليهم بالمودة وقد كفروا بما جاءكم من الحق …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (rahasia), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu..&lt;/i&gt;” (QS. Al-Mumtahanan: 1)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, Hari raya merupakan bagian dari agama dan doktrin keyakinan, bukan semata perkara dunia dan hiburan. Ketika Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; datang di kota Madinah, penduduk kota tersebut merayakan dua hari raya, Nairuz dan Mihrajan. Beliau pernah bersabda di hadapan penduduk madinah,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;قدمت عليكم ولكم يومان تلعبون فيهما إن الله عز و جل أبدلكم بهما خيرا منهما يوم الفطر ويوم النحر&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“&lt;i&gt;Saya mendatangi kalian dan kalian memiliki dua hari raya, yang kalian jadikan sebagai waktu untuk bermain. Padahal Allah telah menggantikan dua hari raya terbaik untuk kalian; idul fitri dan idul adha&lt;/i&gt;.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Nasa’i).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perayaan Nairuz dan Mihrajan yang dirayakan penduduk madinah, isinya hanya bermain-main dan makan-makan. Sama sekali tidak ada unsur ritual sebagaimana yang dilakukan orang majusi, sumber asli dua perayaan ini. Namun mengingat dua hari tersebut adalah perayaan orang kafir, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; melarangnya. Sebagai gantinya, Allah berikan dua hari raya terbaik: Idul Fitri dan Idul Adha.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Untuk itu, turut bergembira dengan perayaan orang kafir, meskipun hanya bermain-main, tanpa mengikuti ritual keagamaannya, termasuk perbuatan yang telarang, karena termasuk turut mensukseskan acara mereka.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;, Allah berfirman menceritakan keadaan &lt;i&gt;‘ibadur rahman&lt;/i&gt; (hamba Allah yang pilihan),&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;و الذين لا يشهدون الزور …&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“&lt;i&gt;Dan orang-orang yang tidak turut dalam kegiatan az-Zuur…&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;Sebagian ulama menafsirkan kata ‘az-Zuur’ pada ayat di atas dengan hari raya orang kafir. Artinya berlaku sebaliknya, jika ada orang yang turut melibatkan dirinya dalam hari raya orang kafir berarti dia bukan orang baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artikel &lt;a href="http://konsultasisyariah.com/hukum-merayakan-tahun-baru"&gt;www.KonsultasiSyariah.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="background: transparent; border: 0 !important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-2071354086188511038?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/2071354086188511038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/12/hukum-merayakan-tahun-baru.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/2071354086188511038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/2071354086188511038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/12/hukum-merayakan-tahun-baru.html' title='Hukum Merayakan Tahun Baru'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Bulf5LVflDk/Tv3RtfhDKEI/AAAAAAAAAnY/ks7CdPOxZJ4/s72-c/merayakan-tahun-baru-2012.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-8770482504415902108</id><published>2011-12-24T16:19:00.000+07:00</published><updated>2011-12-30T07:51:45.783+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Haram Mengucapkan Selamat Natal</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Mg00nLWTmPA/TvWY3zKZBFI/AAAAAAAAAnM/31b1NbR1VN0/s1600/no-merry-christmas.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-Mg00nLWTmPA/TvWY3zKZBFI/AAAAAAAAAnM/31b1NbR1VN0/s200/no-merry-christmas.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Menjelang perayaan natal bagi nashrani, kita akan saksikan sebagian muslim turut serta dalam acara tersebut di antaranya adalah dengan mengucapkan selamat natal. Padahal ini adalah sikap yang keliru karena bertentangan dengan &lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/search/label/Aqidah"&gt;aqidah&lt;/a&gt; yang mesti seorang muslim yakini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-1870"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnul Qayyim dalam&lt;i&gt; “Ahkam Ahludz Dzimmah” b&lt;/i&gt;erkata :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Adapun tahni’ah (mengucapkan selamat) atas syi’ar-syi’ar kaum kuffar yang khusus bagi mereka, maka hal ini &lt;b&gt;haram&lt;/b&gt; dengan kesepakatan para ulama. Misalnya memberi ucapan selamat atas hari-hari raya mereka dan puasa mereka, dengan ucapan seperti “Eid Mubarak (Selamat hari raya!)”, atau selamat hari ini dan itu, maka hal ini seandainya pun orang yang mengucapkannya selamat dari kekafiran, ia tetap melakukan suatu hal yang diharamkan. Yaitu, telah memberi ucapan selamat atas penyembahan mereka kepada salib, yang mana hal tersebut bahkan perbuatan yang paling tercela di sisi Allah, lebih-lebih lagi memberi ucapan selamat atas perbuatan mereka dalam meminum khamr dan membunuh jiwa-jiwa tanpa hak, berbuat zina dan berbagai perbuatan haram lainnya. Kebanyakan orang yang awam dalam masalah agama terjatuh dalam perbuatan tersebut, dan tidak mengetahui keburukan perbuatan tersebut. Maka barangsiapa yang mengucapkan selamat kepada seorang hamba atas maksiatnya, atau &lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/search/label/Bid%27ah"&gt;bid’ah&lt;/a&gt; dan kekufuran yang telah ia lakukan, maka ia menghadapi kemurkaan Allah”&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka meridhai kekufuran, dengan cara memberikan selamat atau bahkan membantu mereka dalam perayaan tersebut, merupakan perbuatan yang diharamkan. Hal ini dikarenakan Allah Ta’ala sendiri tidak meridhai hal tersebut, dalam firman-Nya :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu&amp;nbsp;dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.”&lt;/i&gt; (QS. Az Zumar : 7)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلامَ دِينًا&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu dan Kulengkapi nikmatku, dan Aku ridha kepadamu Islam sebagai agama bagimu.” &lt;/i&gt;(QS. Al Maidah : 3)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terlebih dengan ikut merayakan hari raya tersebut, maka hal ini tentu lebih dilarang lagi. Sebagaimana sebagian kaum muslimin yang merayakan hari kasih sayang, padahal hal ini dilarang dan tidak disyari’atkan sama sekali dalam agama ini. Allah Ta’ala berfirman :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”&lt;/i&gt; (QS. Ali Imran : 85)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(lihat Majmu’ Fatawa wa Rasail Syaikh Muhammad ibn Shalih Al Utsaimin, ringkasan Fahd As Salman 3/45-46)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Fatwa Lajnah Daimah lil Buhutsi wal Ifta’ (Dewan Riset dan Fatwa) Saudi Arabia tentang Ucapan Selamat Natal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan : Apakah hukumnya mengucapkan selamat kepada orang kristen pada hari&amp;nbsp;besar mereka, karena saya mempunyai paman yang mempunyai tetangga yang beragama kristen&amp;nbsp;yang dia (paman) mengucapkan selamat kepadanya dalam kebahagiaan di hari besar. Dan dia&amp;nbsp;(tetangga) juga mengucapkan selamat kepada paman saya dalam kebahagiaan atau hari besar&amp;nbsp;dan setiap ada kesempatan. Apakah hal ini boleh, muslim mengucapkan selamat kepada orang&amp;nbsp;kristen dan orang kristen mengucapkan selamat kepada muslim pada hari besar dan&amp;nbsp;kebahagiaan? Berilah fatwa kepada saya semoga Allah Subhanahuwata’alla membalas kebaikan&amp;nbsp;untukmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawaban : &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;b&gt;Tidak boleh bagi seorang muslim mengucapkan selamat kepada orang kristen&amp;nbsp;dengan hari‐hari besar mereka, karena hal itu termasuk tolong menolong terhadap perbuatan&amp;nbsp;dosa dan kita dilarang dalam hal itu.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; Firman Allah Subhanahu wa ta’ala (yang artinya) :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Dan tolong‐menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan&amp;nbsp;tolong‐menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah,&amp;nbsp;sesungguhnya Allah amat berat siksa‐Nya.” &lt;/i&gt;(QS. al‐Maidah:2)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana dalam hal itu ada sifat cinta kepada mereka, mengharapkan cinta mereka, dan&amp;nbsp;menyatakan ridha (senang) terhadap mereka dan terhadap syi’ar agama mereka, dan ini&amp;nbsp;hukumnya tidak boleh. Bahkan yang wajib adalah menampakkan permusuhan dan menyatakan&amp;nbsp;kebencian kepada mereka, karena mereka menentang Allah Subhanahu Wa Ta’alla dan&amp;nbsp;menyekutukan Dia dengan yang lain, serta menjadikan bagi‐Nya istri dan anak. Firman Allah&amp;nbsp;Subhanahu Wa Ta’ala (yang artinya) :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat,&amp;nbsp;saling berkasih sayang dengan orang‐orang yang menentang Allah dan Rasul‐Nya, sekalipun&amp;nbsp;orang‐orang itu bapak‐bapak, atau anak‐anak atau saudara‐saudara ataupun keluarga&amp;nbsp;mereka. Mereka itulah orang‐orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dengan pertolongan yang datang daripada‐Nya. Dan dimasukkan‐Nya mereka ke dalam surga&amp;nbsp;yang mengalir di bawahnya sungai‐sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah Subhanahu Wa Ta’alla&amp;nbsp;ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)‐Nya. Mereka&amp;nbsp;itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang&amp;nbsp;beruntung.”&lt;/i&gt; (QS. al‐Mujadilah:22)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (yang artinya) :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang‐orang&amp;nbsp;yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami&amp;nbsp;berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu&amp;nbsp;dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama‐lamanya sampai&amp;nbsp;kamu beriman kepada Allah saja”&lt;/i&gt; (QS. Al‐Mumtahinah:4)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wa billahit taufiq, semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada nabi kita Muhammad,&amp;nbsp;keluarga dan para sahabatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fatawa Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmu Dan Fatwa 3/213. (diterjemahkan oleh Muhammad Iqbal A. Gazali editor :&amp;nbsp;Eko Haryanto Abu Ziyad, Islamhouse.com)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penulis: Yhouga Pratama&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artikel &lt;a href="http://remajaislam.com/islam-dasar/aqidah/165-haram-mengucapkan-selamat-natal.html" target="_blank" title="Klik untuk menuju sumber !!!"&gt;www.remajaislam.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="background: transparent; border: 0 !important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-8770482504415902108?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/8770482504415902108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/12/menjelang-perayaan-natal-bagi-nashrani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/8770482504415902108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/8770482504415902108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/12/menjelang-perayaan-natal-bagi-nashrani.html' title='Haram Mengucapkan Selamat Natal'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Mg00nLWTmPA/TvWY3zKZBFI/AAAAAAAAAnM/31b1NbR1VN0/s72-c/no-merry-christmas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-7564262422146783228</id><published>2011-11-09T08:44:00.003+07:00</published><updated>2011-11-09T19:51:49.120+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan Dinding'/><title type='text'>Sihir-Sihir Cinta</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-2zTLkS9wIVU/TrnaYHg6RAI/AAAAAAAAAm4/80EuPR7VD6A/s1600/Sihir-Sihir+Cinta.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-2zTLkS9wIVU/TrnaYHg6RAI/AAAAAAAAAm4/80EuPR7VD6A/s200/Sihir-Sihir+Cinta.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)&lt;/div&gt;(♥) &amp;nbsp;&lt;span style="color: magenta;"&gt;Sihir-Sihir Cinta&lt;/span&gt; (♥)&lt;br /&gt;(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat saudaraku fillah….&lt;span id="more-1195"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan manusia memang telah  digariskan, tertulis di dalam takdir ‘Azalinya dan ditegaskan saat&amp;nbsp;  berada di dalam rahim, jodohnya, bahagianya, rizkinya, kematiannya dan  kesengsaraannya selama nanti berada dan beredar di alam dunia. (lihat  arba’in nawawi dan syarahnya).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cinta, ya …yang ingin saya ulas kali ini  tentang sihir-sihir cinta. Cinta satu kata yang jika diuraikan dalam  segala sisi dan sudut pandang manusia bisa menjadi berjilid-jilid besar  hasilnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cinta memang banyak sekali membutakan  mata-mata normal kita, saat dia hadir, maka tak peduli dia ‘alim atau  jahil, dia seorang kaya atau miskin dunia, dia datang menyambangi  pejabat dan rakyat jelata, dia bisa hinggap pada anak SD yang belum  dewasa, bahkan bersarang di usia tua kala telah memasuki masa senja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak sisi unik di dalam cinta,  asyik, menggelitik dan nyentrik, namun semua kembali kepada sudut  pandang agama, karena kaca mata inilah standar kebenaran ukuran kita.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat si &lt;span style="color: magenta;"&gt;“CINTA”&lt;/span&gt; menyapa, seorang wanita yang memiliki &lt;i&gt;basic&lt;/i&gt; ilmu dan pemahaman kuat saja bisa menjadi buta , dan ini bukan mengada-ada, inilah &lt;span style="color: maroon;"&gt;FAKTA&lt;/span&gt;.  Tak sedikit seorang wanita yang setelah tahu banyak keburukan di dalam  diri orang yang dia cintai, bukannya menjadi benci, namun malah semakin  cinta, inilah di antara realita kesederhanaan cinta di dalam bentuknya  dan sekaligus virus yang mampu membutakan hatinya .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Agama kita telah mempunyai standar yang  pas, baku, akurat, selamat, yaitu dalam hal memilih pasangan hidup  janganlah keluar dari koridor agama. Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam  telah memberikan sebuah &lt;span style="color: maroon;"&gt;“SIGN”&lt;/span&gt;  kepada kita tentang beberapa sebab dinikahinya seseorang itu, di  antaranya wanita dan pria pun termasuk dalam khitab (pembicaraan) ini  sebagai standar juga bagi para wanita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Dipilih karena dunianya&lt;/b&gt;,  ini mungkin bisa membahagiakan, tapi Allah pemiliknya, maka ada masanya  seseorang berjaya dan adakalanya seseorang itu jatuh sengsara. Maka  memilih karena hartanya bukan sebuah pilihan yang tepat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Dipilih karena kecantikannya/ketampanannya&lt;/b&gt;,  di awal pernikahan mungkin ini bisa membahagiakan, membuat bangga,  membuat dia senang berjuta rasa, tapi itu tak kekal, saat Allah  memberikan rasa sakit, maka bisa berubah total, yang indah itu fana  (rusak), saat usia beranjak menanjak, maka kulit mengkeriput, rambut  beruban, kegagahan tubuh mulai melengkung rapuh dimakan usia. Manusia  tua adalah manusia yang mulai dikurangi nikmatnya, hanya dunialah yang  semakin tua usianya, semakin terlihat indahnya, semakin tua makin  terlihat gemerlap. Karena dunia ini adalah syurga bagi para pemujanya..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. Dipilih karena kedudukan keturunannya/nasabnya&lt;/b&gt;,  namun ini pun tidak menjamin kemuliaannya. Belajarlah dari kisa para  Nabi dan Rasul agar tak terpaku membuat standar baku, tak selalu benar  pepatah&amp;nbsp;&lt;b&gt;“BUAH JATUH TAK JAUH DARI POHONNYA”&lt;/b&gt;&amp;nbsp;buktinya adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Keluarga Nabi Nuh, ayahnya seorang Nabi dan Rasul, anaknya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Ayah Nabi Ibrahim pembuat berhala, anaknya ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Fir’aun dengan segala kesombongannya, dan Nabi Musa hidup di dalam pendidikannya, namun apakah sama Fir’aun dengan Nabi Musa?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Abu Jahal gembong kesesatan, anaknya IKRIMAH ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah, nasab itu penting namun kalamullah mengajarkan kepada kita :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling taqwa”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. Dipilih karena agamanya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah dasar paling tepat dalam mencari  pasangan. Maka sebaiknya pilihlah pasanganmu dengan berangkat dari dasar  ini. Dan poin ini tidaklah menafikan bahwa kita memilih pasangan dari  orang yang belum mengaji, atau memahami agama,&amp;nbsp; karena semua itu adalah  kembali hidayah, maka seandainya engkau ingin memutuskan mencari  pasangan yang belum mengaji dan memahami agama, maka itu tidak HARAM,&amp;nbsp;&lt;b&gt;namun engkau harus perhatikan bahwa hidayah adalah semisal rizki, tak datang dengan sendiri, melainkan harus dicari.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa hal yang engkau harus  perhatikan saat mencari pasangan yang belum memahami dien/agama ini.  Terkhusus ini untuk seorang pria saat mencari istri. Ada beberapa ciri  orang yang mudah mendapatkan hidayah :&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Bersemangat kepada ilmu, saat diberikan pengajaran dia mau membaca,  saat diajak kepengajian dia mau meluangkan waktunya, maka jika kepada  ilmu sudah loyo, malas, jauhilah dia..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mau menerima nasehat, legowo saat dikritik, dia mampu mendengarkan  dengan baik semua nasehat yang disampaikan kepadanya, walaupun dalam  pengamalannya tak mampu dia lakukan semuanya sekaligus, karena beramal  itu memang butuh waktu dan bertahap, maka jika dia diberi nasehat sudah &lt;span style="color: red;"&gt;“NYAMBER”&lt;/span&gt; tinggalkanlah dia…&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyukai kebaikan dan kebenaran dan selalu condong kepada kebenaran,  saat dia memegang suatu keyakinan, lalu kemudian dia melihat itu sebuah  kesalahan, maka dia segera meninggalkan kesalahan dan lari menuju  kebenaran tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gemar mengamalkan apa yang telah diketahuinya, inilah ciri kebaikan  seseorang, dia tidak hanya mencari dan mencari ilmu, namun dia berusaha  mengamalkannya, karena yang dibutuhkan dari ilmu adalah amal, percuma  anda banyak ilmu namun sulit beramal… Duh ini penyakit yang sudah  diwanti-wanti diperingatkan Allah di akhir surat Al-Fatihah, yahudi  dibenci karena banyak ilmu tapi tak beramal, sedangkan nashoro dibenci  karena beramal tanpa ilmu,&amp;nbsp;&lt;b&gt;Kita??&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagus lisan dan tutur katanya, karena seseorang yang baik lisannya dan mampu menjaga lisannya, tidak &lt;del&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;ASBUN ASMUNI (ASAL BUNYI – ASAL NEMU SANA SINI)&lt;/span&gt;&lt;/del&gt; sama dengan mampu menahan diri masuk ke dalam Neraka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak meremehkan orang lain, sekalipun dia seorang yang hina strata sosialnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mudah memaafkan orang lain saat orang itu bersalah. Dan mudah meminta maaf saat terbukti bersalah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bertanggung jawab, yaitu berusaha memperbaiki keadaan, bukan  mengeluh terhadap keadaan, karena keadaan yang terjadi itu adalah  kebanyakan karena hasil buah tangannya sendiri, misal kita saklek saat  menyampaikan ilmu maka kita pun bisa jadi disaklekin orang lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyayang, dia bisa menyayangi yang muda dan menghormati yang tua.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah di antara hal-hal yang harus diperhatikan dengan seksama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah bagi akhwat yang&amp;nbsp;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Rock N Roll&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;(meminjam  istilah kawan saya, maksudnya dia mengaji tapi kadung jatuh hati karena  cinta buta yang menutupi hatinya sehingga jatuh cinta pada orang yang  salah, suka bermaksiat) maka cobalah perbaiki keadaan jika memang engkau  punya niat menikah dengannya, maka berdo’alah memohon agar dia diberi  hidayah dan agar engkau diberi kekuatan&amp;nbsp; mengajaknya bertaubat menuju  Rabb-Nya. Dan hanya akhwat-akhwat yang diberikan petunjuk oleh  Alllah-lah yang mampu melakukannya. Adapun jika engkau malah terbawa  arus maka segera buka matamu, lihat dengan benar kesalahannya yang  nampak, jangan lihat dengan hatimu karena hatimu sedang tertutup  rona-rona dan&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;sihir-sihir cinta&lt;/span&gt;.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Hukumi perbuatan dhohirnya&amp;nbsp;&lt;b&gt;agar mampu memperkuat hatimu untuk meninggalkannya..&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Karena jika engkau mengandalkan hatimu saja, engkau akan terbawa arus dan menjadi terbuai oleh&amp;nbsp;&lt;span style="color: magenta;"&gt;&lt;b&gt;sihir-sihir cinta&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga bermanfaat ..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)(♥)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penulis : Abu Iram Al-Atsary&lt;/div&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="background: transparent; border: 0 !important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-7564262422146783228?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/7564262422146783228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/11/sihir-sihir-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/7564262422146783228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/7564262422146783228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/11/sihir-sihir-cinta.html' title='Sihir-Sihir Cinta'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2zTLkS9wIVU/TrnaYHg6RAI/AAAAAAAAAm4/80EuPR7VD6A/s72-c/Sihir-Sihir+Cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-5404783403895832027</id><published>2011-11-08T19:54:00.013+07:00</published><updated>2011-11-09T09:26:16.749+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak'/><title type='text'>Jauhi Gosip Dalam Pergaulan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-_bX05uWE-Ro/Trkm320uREI/AAAAAAAAAmo/mh3dWaZnOtY/s1600/No+Gosip+No+Ghibah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-_bX05uWE-Ro/Trkm320uREI/AAAAAAAAAmo/mh3dWaZnOtY/s200/No+Gosip+No+Ghibah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;♥☆♥.:!:.♥☆♥.:!:.♥☆♥.:!:.♥☆♥!:.♥☆♥&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;♥ &amp;nbsp;&lt;span style="color: red;"&gt;Jauhi &lt;del&gt;&lt;/del&gt;Gosip Dalam Pergaulan&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ♥&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;♥☆♥.:!:.♥☆♥.:!:.♥☆♥.:!:.♥☆♥!:.♥☆♥&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sahabat saudaraku fillah….&lt;span id="more-1471"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;♥ &lt;del&gt;&lt;/del&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strike&gt;Gosip&lt;/strike&gt; &lt;/span&gt;itu asyik pada awalnya karena membuat hubungan dengan kawan&amp;nbsp; makin dekat, namun di balik itu &lt;span style="color: red;"&gt;berpotensi besar menimbulkan keretakan hubungan persaudaraan….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;♥ &lt;del&gt;&lt;/del&gt;&lt;strike&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Gosip&lt;/span&gt;&lt;/strike&gt; itu asyik karena dilakukan berjama’ah dan atas dasar suka sama suka , namun &lt;span style="color: red;"&gt;kalau orang yang digosipkan tahu pasti sakit hati dan menjauhi kita…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;♥ &lt;del&gt;&lt;/del&gt;&lt;strike&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Gosip&lt;/span&gt;&lt;/strike&gt; itu indah dan asyik karena tak ada lagi rahasia di antara kita, semua menjadi sama tak ada lagi kasta, tapi &lt;span style="color: green;"&gt;bukankah kita diperintahkan untuk menutup aib saudara kita agar aib kita pun tertutupi?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“ Barangsiapa yang menutup aib saudaranya, maka Allah akan menutup aibnya di hari kiamat.” ( HR. Muslim )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;♥ &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Jangan berteman dengan orang suka &lt;del&gt;&lt;/del&gt;&lt;strike&gt;bergosip&lt;/strike&gt; karena suatu ketika kejelekan kita pun akan digosipkan juga…&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;♥ &lt;strike&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Gosip&lt;/span&gt;&lt;/strike&gt; itu asyik pada awalnya tapi &lt;span style="color: red;"&gt;celaka pada akhirnya, baik di dunia dan di akhirat…,&lt;/span&gt; Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menerangkan kepada kita tentang&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;strike&gt;gosip&lt;/strike&gt;&lt;/span&gt; atau &lt;del&gt;&lt;/del&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;strike&gt;ghibah&lt;/strike&gt;&lt;/span&gt; dalam sabda beliau berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;” Yaitu menyebut saudaramu dengan apa-  apa yang ia tidak suka disebutnya.” Ada yang bertanya, ” Bagaimana jika  itu memang yang sebenarnya? Rasulullah menjawab : ” Kalau memang  sebenarnya, itulah yang bernama &lt;del&gt;&lt;/del&gt;&lt;strike&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;ghibah&lt;/span&gt;&lt;/strike&gt;. Tetapi jika engkau menyebut apa yang tidak sebenarnya, berarti engkau telah menuduhnya dengan kebohongan. ” ( HR. Muslim ).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;del&gt;&lt;/del&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strike&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Gosip ( ghibah )&lt;/span&gt;&lt;/strike&gt; adalah perbuatan yang tercela dan ini sangat dilarang oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“………. Janganlah kamu mencari- cari  kesalahan orang lain , dan janganlah ada di antara kamu menggunjing  sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging  saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik. ( Lihat  selengkapnya di QS. Al- Hujurat : 12 ).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hal yang harus kita lakukan manakala teman atau saudara kita mengajak &lt;span style="color: red;"&gt;&lt;del&gt;&lt;/del&gt;&lt;strike&gt;bergosip&lt;/strike&gt;&lt;/span&gt; adalah mengingatkannya , atau kalau kita tak mampu lebih baik kita menghindar dari orang yang suka &lt;del&gt;&lt;/del&gt;&lt;strike&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;bergosip&lt;/span&gt;&lt;/strike&gt;. So, mulai sekarang mari jaga lisan kita dari &lt;del&gt;&lt;/del&gt;&lt;strike&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;bergosip&lt;/span&gt;&lt;/strike&gt; dan jangan berkumpul dengan orang yang suka &lt;del&gt;&lt;/del&gt;&lt;strike&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;bergosip&lt;/span&gt;&lt;/strike&gt; agar selamat di dunia dan di akhirat…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;♥☆♥.:!:.♥☆♥.:!:.♥☆♥.:!:.♥☆♥&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;span style="color: blue;"&gt;[http://www.facebook.com/photo.php?fbid=296928103653307&amp;amp;set=a.296892636990187.86609.287949954551122&amp;amp;type=1&amp;amp;theater]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="background: transparent; border: 0 !important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-5404783403895832027?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/5404783403895832027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/11/jauhi-gosip-ghibah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/5404783403895832027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/5404783403895832027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/11/jauhi-gosip-ghibah.html' title='Jauhi Gosip Dalam Pergaulan'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-_bX05uWE-Ro/Trkm320uREI/AAAAAAAAAmo/mh3dWaZnOtY/s72-c/No+Gosip+No+Ghibah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-8865665436189372915</id><published>2011-08-10T11:19:00.000+07:00</published><updated>2011-11-09T20:45:53.831+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Puasa Tetapi Tidak Berjilbab</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_y_6mKEUddA/TkIGkQB7YVI/AAAAAAAAAmc/12ekLcCHU84/s1600/saudariku-apa-yang-menghalangimu-untuk-berjilbab.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-_y_6mKEUddA/TkIGkQB7YVI/AAAAAAAAAmc/12ekLcCHU84/s200/saudariku-apa-yang-menghalangimu-untuk-berjilbab.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita  telah mengetahui bersama mengenakan jilbab adalah suatu hal yang   wajib. Sebagaimana kewajibannya telah disebutkan dalam Al Qur'an dan   hadits sebagai pedoman hidup kita. Namun kenyataaan di tengah-tengah   kita, masih banyak yang belum sadar akan jilbab termasuk pada bulan   Ramadhan. Tulisan ini akan menjelaskan bagaimanakah status puasa wanita   yang tidak berjilbab. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kewajiban Mengenakan Jilbab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah &lt;i&gt;Ta'ala &lt;/i&gt;berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا  أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ  لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ  الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ  مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ  أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ  وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Hai  Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak  perempuanmu dan  isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka  mengulurkan jilbabnya ke  seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya  mereka lebih mudah  untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu.  Dan Allah adalah Maha  Pengampun lagi Maha Penyayan&lt;/i&gt;g.” (QS. Al  Ahzab: 59). Jilbab  bukanlah penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang  dipakai oleh  wanita setelah memakai khimar. Sedangkan khimar adalah  penutup kepala.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; juga berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقُلْ   لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ  فُرُوجَهُنَّ  وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Katakanlah  kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan  pandangannya,  dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan  perhiasannya, kecuali  yang (biasa) nampak dari padanya&lt;/i&gt;.” (QS. An  Nuur [24] : 31).  Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Atho’ bin  Abi Robbah, dan  Mahkul Ad Dimasqiy bahwa yang boleh ditampakkan adalah  wajah dan kedua  telapak tangan. (Lihat Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah,  Amru Abdul Mun’im,  hal. 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak menutupi auratnya artinya tidak mengenakan jilbab diancam dalam hadits berikut ini. Dari Abu Hurairah, Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;صِنْفَانِ   مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ  كَأَذْنَابِ  الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ  عَارِيَاتٌ  مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ  الْمَائِلَةِ  لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ  رِيحَهَا  لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Ada dua  golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku  lihat: [1] Suatu  kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk  memukul manusia dan  [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang,  berlenggak-lenggok,  kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita  seperti itu tidak  akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya,  walaupun baunya tercium  selama perjalanan sekian dan sekian&lt;/i&gt;.” (HR.  Muslim no. 2128). Di  antara makna wanita yang berpakaian tetapi  telanjang dalam hadits ini  adalah: (1) Wanita yang menyingkap sebagian  anggota tubuhnya, sengaja  menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang  dimaksud wanita yang  berpakaian tetapi telanjang; (2) Wanita yang  memakai pakaian tipis  sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita  tersebut berpakaian,  namun sebenarnya telanjang (Al Minhaj Syarh Shahih  Muslim,&amp;nbsp; 17:  190-191).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa wajibnya wanita  mengenakan  jilbab dan ancaman bagi yang membuka-buka auratnya. Aurat  wanita adalah  seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Bahkan  dapat  disimpulkan bahwa berpakaian tetapi telanjang alias tidak  mengenakan  jilbab termasuk dosa besar. Karena dalam hadits mendapat  ancaman yang  berat yaitu tidak akan mencium bau surga. &lt;i&gt;Na'udzu billahi min dzalik&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Puasa Harus Meninggalkan Maksiat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  kita tahu bahwa tidak mengenakan jilbab adalah suatu dosa  atau suatu  maksiat, bahkan mendapat ancaman&amp;nbsp; yang berat, maka keadaan  tidak  berjilbab tidak disangsikan lagi akan membahayakan keadaan orang  yang  berpuasa. Kita tahu bersama bahwa maksiat akan mengurangi pahala  orang  yang berpuasa, walaupun&amp;nbsp; status puasanya sah. Yang bisa jadi  didapat  adalah rasa lapar dan haus saja, pahala tidak diperoleh atau  berkurang  karena maksiat. Bahkan Allah sendiri tidak peduli akan lapar  dan haus  yang ia tahan. Kita dapat melihat dari dalil-dalil berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Barangsiapa  yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah  mengamalkannya, maka  Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia  tahan.&lt;/i&gt;” (HR. Bukhari no. 1903).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَيْسَ   الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ   اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ   فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Puasa bukanlah  hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi,  puasa adalah dengan  menahan diri dari perkataan sia-sia dan kata-kata  kotor. Apabila ada  seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu,  katakanlah padanya,  “Aku sedang puasa, aku sedang puasa&lt;/i&gt;”. (HR. Ibnu Khuzaimah 3: 242. Al A’zhomi mengatakan bahwa sanad hadits tersebut shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir bin ‘Abdillah &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt;  berkata, “Seandainya  engkau berpuasa maka hendaknya pendengaran,  penglihatan dan lisanmu  turut berpuasa, yaitu menahan diri dari dusta  dan segala perbuatan haram  serta janganlah engkau menyakiti tetanggamu.  Bersikap tenang dan  berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu  jadikan hari puasamu dan  hari tidak berpuasamu sama saja.” (Latho’if Al  Ma’arif, 277).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mala ‘Ali Al Qori &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;berkata,  “Ketika berpuasa  begitu keras larangan untuk bermaksiat. Orang yang  berpuasa namun  melakukan maksiat sama halnya dengan orang yang berhaji  lalu bermaksiat,  yaitu pahala pokoknya tidak batal, hanya kesempurnaan  pahala yang tidak  ia peroleh. Orang yang berpuasa namun bermaksiat akan  mendapatkan  ganjaran puasa sekaligus dosa karena maksiat yang ia  lakukan.” (Mirqotul  Mafatih Syarh Misykatul Mashobih, 6: 308).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Baydhowi &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;mengatakan,  “Ibadah puasa bukanlah  hanya menahan diri dari lapar dan dahaga saja.  Bahkan seseorang yang  menjalankan puasa hendaklah mengekang berbagai  syahwat dan mengajak jiwa  pada kebaikan. Jika tidak demikian, sungguh  Allah tidak akan melihat  amalannya, dalam artian tidak akan  menerimanya.” (Fathul Bari, 4: 117).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan di atas  menunjukkan &lt;b&gt;sia-sianya puasa orang yang  bermaksiat, termasuk dalam hal  ini adalah wanita yang tidak berjilbab  ketika puasa.&lt;/b&gt; Oleh karenanya,  bulan puasa semestinya bisa dijadikan  moment untuk memperbaiki diri.  Bulan Ramadhan ini seharusnya  dimanfaatkan untuk menjadikan diri  menjadi lebih baik. Pelan-pelan di  bulan ini bisa dilatih untuk  berjilbab. Ingatlah sebagaimana kata ulama  salaf, &lt;b&gt;"Tanda diterimanya  suatu amalan adalah kebaikan membuahkan  kebaikan."&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Belum Mau Berjilbab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beralasan belum siap berjilbab karena yang penting hatinya dulu diperbaiki? &lt;br /&gt;Kami   jawab, "Hati juga mesti baik. Lahiriyah pun demikian. Karena iman itu   mencakup amalan hati, perkataan dan perbuatan. Hanya pemahaman keliru   dari aliran Murji'ah yang menganggap iman itu cukup dengan amalan hati   ditambah perkataan lisan tanpa mesti ditambah amalan lahiriyah. Iman   butuh realisasi dalam tindakan dan amalan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beralasan belum siap berjilbab karena mengenakannya begitu gerah dan panas? &lt;br /&gt;Kami   jawab, "Lebih mending mana, panas di dunia karena melakukan ketaatan   ataukah panas di neraka karena durhaka?" Coba direnungkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beralasan belum siap berjilbab karena banyak orang yang berjilbab malah suka menggunjing? &lt;br /&gt;Kami   jawab, "Ingat tidak bisa kita pukul rata bahwa setiap orang yang   berjilbab seperti itu. Itu paling hanya segelintir orang yang demikian,   namun tidak semua. Sehingga tidak bisa kita sebut setiap wanita yang   berjilbab suka menggunjing."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beralasan lagi karena saat ini belum siap berjilbab? &lt;br /&gt;Kami  jawab,  "Jika tidak sekarang, lalu kapan lagi? Apa tahun depan? Apa dua  tahun  lagi? Apa nanit jika sudah pipi keriput dan rambut ubanan?  Inilah  was-was dari setan supaya kita menunda amalan baik. Jika tidak  sekarang  ini, mengapa mesti menunda berhijab besok dan besok lagi? Dan  kita tidak  tahu besok kita masih di dunia ini ataukah sudah di alam  barzakh,  bahkan kita tidak tahu keadaan kita sejam atau semenit  mendatang. &lt;i&gt;So &lt;/i&gt;... jangan menunda-nunda beramal baik. Jangan menunda-nunda untuk berjilbab."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma berikut seharusnya menjadi renungan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا   أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ   تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ ، وَمِنْ   حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Jika engkau berada di waktu sore, maka  janganlah menunggu pagi.  Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah  menunggu waktu sore.  Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang sakitmu  dan manfaatkanlah  hidupmu sebelum datang matimu&lt;/i&gt;." (HR. Bukhari no.  6416). Hadits ini  menunjukkan dorongan untuk menjadikan kematian  seperti berada di hadapan  kita sehingga bayangan tersebut menjadikan  kita bersiap-siap dengan  amalan sholeh. Juga sikap ini menjadikan kita  sedikit dalam berpanjang  angan-angan. Demikian kata Ibnu Baththol  ketika menjelaskan hadits di  atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga di bulan penuh barokah ini, kita diberi taufik oleh Allah untuk semakin taat pada-Nya. Wallahu waliyyut taufiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggang-Gunung Kidul, 4 Ramadhan 1432 H (04/08/2011)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://remajaislam.com/islam-dasar/pojok-muslimah/106-puasa-tetapi-tidak-berjilbab.html"&gt;www.remajaislam.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="background: transparent; border: 0 !important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-8865665436189372915?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/8865665436189372915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/08/puasa-tetapi-tidak-berjilbab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/8865665436189372915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/8865665436189372915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/08/puasa-tetapi-tidak-berjilbab.html' title='Puasa Tetapi Tidak Berjilbab'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-_y_6mKEUddA/TkIGkQB7YVI/AAAAAAAAAmc/12ekLcCHU84/s72-c/saudariku-apa-yang-menghalangimu-untuk-berjilbab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-3717680095359044107</id><published>2011-08-03T16:19:00.001+07:00</published><updated>2011-11-09T20:46:28.686+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Pernak-Pernik Seputar Puasa</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-j8Xd38A0rUk/TjkR5Ydqt1I/AAAAAAAAAmY/Ff62qb9Daso/s1600/ramadan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-j8Xd38A0rUk/TjkR5Ydqt1I/AAAAAAAAAmY/Ff62qb9Daso/s200/ramadan.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Alhamdulillah Ramadhan tahun ini telah tiba, belajar ilmunya yukkkk….!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Ummu Ziyad&lt;br /&gt;Muroja’ah: Ust. Aris Munandar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MULAI DAN BERAKHIRNYA BULAN RAMADHAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun terakhir ini, kita merasakan bahwa kaum muslimin di  Indonesia memulai dan mengakhiri bulan Ramadhan tidak secara bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau wahai saudara saudariku, Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam memulai dan mengakhiri puasanya dengan berpedoman  dengan &lt;b&gt;MELIHAT HILAL&lt;/b&gt;. Bila hilal tidak terlihat pun,  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah memberitahukan  alternatif cara, yaitu dengan cara menggenapkan bulan Sya’ban menjadi  30. Begitu pula dengan masuknya bulan Syawal.&lt;span id="more-714"&gt;&lt;/span&gt;  Maka metode baru, yaitu menentukan masuknya bulan Ramadhan dan Syawal  dengan hisab (kalender) tidak dapat dibenarkan karena Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan penjelasan yang sempurna  tentang bagaimana menentukan masuk dan berakhirnya bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut ada pada  hadis berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kalian melihat bulan maka berpuasalah, jika kalian melihatnya  maka berbukalah, dan jika bulan itu terhalang dari pandangan kalian maka  sempurnakan hitungan (Sya’ban) tigapuluh hari.” (HR. Bukhari dan  Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah pemerintah kita (Indonesia) dalam menetapkan awal dan  berakhirnya Ramadhan dengan metode melihat hilal. Maka turutlah berpuasa  dan mengakhiri bulan Ramadhan bersama pemerintah, karena “Puasa itu  hari manusia berpuasa dan hari raya itu hari manusia berhari raya.” (HR.  Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NIAT PUASA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NAWAITUU….SHAUMA GHODIINN… dst.&lt;/b&gt; Itulah niat puasa  Ramadhan yang biasa dilafalkan setelah selesai shalat tarawih dan witir.  Mungkin mereka berdalil dengan hadits yang diriwayatkan dari Hafshoh  bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang tidak meniatkan puasa  sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Dawud, Nasa’i,  Tirmidzi &amp;amp; Ahmad, dishahihkan oleh al Albani dalam al Irwa’)&lt;br /&gt;Tahukah engkau saudara saudariku, hadits tersebut memang shahih.  Tetapi penerapannya ternyata tidak sebagaimana yang dikerjakan oleh  masyarakat sekarang ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;b&gt;TIDAK  PERNAH MELAFALKAN NIAT BERIBADAH SEPERTI SHALAT, PUASA DAN LAINNYA.  KARENA NIAT ADANYA DI DALAM HATI. MAKA CUKUPKAN NIATMU UNTUK BERPUASA DI  DALAM HATI.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;IMSAK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imsak adalah bahasa arab yang berarti &lt;b&gt;“TAHANLAH”&lt;/b&gt;.  Lafal ini biasa dikumandangkan di masjid-masjid sekitar 10 menit sebelum  adzan subuh di bulan Ramadhan (bahkan jadwalnya pun biasa beredar dan  ditempel di rumah-rumah penduduk). Maksudnya dikumandangkannya lafal  imsak ini adalah agar orang-orang mulai menahan diri dari makan dan  minum sejak dikumandangkannya pengumuman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau wahai saudara saudariku, ternyata Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;b&gt;TIDAK PERNAH MENGAJARKAN DAN  MEMBERITAHUKAN CARA SEPERTI INI&lt;/b&gt;. Bahkan sebaliknya, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa sahur sesaat sebelum terbit fajar.  Karena yang menjadi ukuran dimulainya puasa adalah saat &lt;b&gt;TERBIT  FAJAR (SUBUH)&lt;/b&gt;. Seperti diceritakan oleh Anas radhiallahu’anhu,  ia diceritakan oleh Zaid bin Tsabit radhiallahu’anhu seperti ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,  kemudian beliau shalat.”&lt;br /&gt;Kemudian Anas pun bertanya kepada Zaid, “Berapa lama antara iqomah dan  sahur?”&lt;br /&gt;Zaid menjawab, “Kira-kira 50 ayat membaca Al-Qur’an.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya yang terjadi, saat-saat setelah imsak biasanya juga  melalaikan manusia dari ibadah wajib setelah itu, yaitu shalat subuh.  Bagaimana tidak, dalam keadaan terkantuk-kantuk sahur, kemudian harus  menunggu sekitar 10 menit untuk ibadah shalat. Alih-alih ternyata 10  menit itu dipergunakan untuk tidur sesaat, dan akhirnya membuat  seseorang terlambat shalat subuh. Sungguh, memang sesuatu yang tidak  diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, walaupun terdapat  kebaikan di dalamnya, tetap mengandung keburukan yang lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DO’A BERBUKA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di berbagai media elektronik, sering diputar lafal do’a ini sesaat  setelah adzan Maghrib dikumandangkan. &lt;b&gt;“ALLAHUMMA… LAKASUMTU…WA  BIKA AAMANTU WA ‘ALA RIZQIKA AFTHORTU… dst.”&lt;/b&gt; Tahukah engkau  wahai saudara saudariku, ternyata &lt;b&gt;BUKAN ITU LAFAL DO’A BERBUKA  PUASA&lt;/b&gt; yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa  sallam. &lt;b&gt;DO’A BERBUKA PUASA YANG SHAHIH&lt;/b&gt; dari Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذهَبَ الظَّمَأُ وَ ابْتَلَّتِ الْعُرُقُ وَ ثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَا  اللّهَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya  Allah-ed.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah hilang rasa dahaga, telah basah kerongkongan dan mendapat  pahala insya Allah.” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;AYO HAFALKAN SEJENAK!!!&lt;/b&gt; Supaya bertambah pahala yang  kita dapatkan setelah berpuasa seharian karena berdo’a dengan do’a yang  diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;[Do'a di atas dibaca setelah makan atau minum yang menandakan bahwa  orang yang berpuasa tersebut telah “membatalkan” puasanya (berbuka  puasa) pada waktunya. Sebelum makan tetap membaca basmalah, ucapan &lt;b&gt;“BISMILLAH”&lt;/b&gt;  sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ  نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ  بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia  menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah  Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa  aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”. (HR. Abu Dawud  no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858. At Tirmidzi mengatakan hadits  tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut  shahih), pen]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BID’AH TARAWIH??!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebagian orang yang sangat senang melakukan ibadah, namun kurang  memperhatikan kebenaran dalil-dalil ibadah tersebut, atau bahkan tidak  mengetahui sama sekali dalil ibadah tersebut. Biasanya, jawabannya ini  adalah bid’ah hasanah. Tahukah engkau saudara saudariku, tarawih bukan  termasuk bid’ah dan tidak tepat dijadikan alasan pembenaran bagi orang  yang melakukan ibadah baru dalam agama. Karena Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam juga pernah melakukan tarawih bersama para sahabatnya  ketika beliau masih hidup. Beginilah dikisahkan oleh ibunda kita  tercinta Aisyah radhiallahu’anha,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam keluar dan  shalat di masjid (pada bulan Ramadhan-pen). Orang-orang pun ikut shalat  bersamanya. Dan mereka memperbincangkan shalat tersebut, hingga  berkumpullah banyak orang. Ketika beliau shalat, mereka pun ikut shalat  bersamanya, mereka memperbincangkan lagi, hingga bertambah banyaklah  penghuni masjid pada malam ketiga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa  sallam keluar dan shalat, ketika malam keempat, masjid tidak mampu  menampung jama’ah, hingga beliau hanya keluar untuk melakukan shalat  subuh. Setelah selesai shalat (subuh), beliau menghadap manusia dan  bersyahadat kemudian bersabda, ‘Amma ba’du. Sesungguhnya aku mengetahui  perbuatan kalian semalam, namun aku khawatir diwajibkan atas kalian  (shalat tarawih tersebut-pen), hingga kalian tidak mampu  mengamalkannya’.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah belas kasih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada  umatnya. Karena ketika beliau hidup, wahyu masih turun, maka beliau  khawatir jika akhirnya shalat tarawih pada bulan Ramadhan itu diwajibkan  bagi umatnya. Dan beliau khawatir hal tersebut tidak sanggup dijalankan  oleh umatnya. Dari hadits ini, maka jelas tarawih merupakan sunnah yang  telah diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena 3  alasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat tersebut selama 4  hari, walau akhirnya ditinggalkan dengan sebab yang telah disebutkan di  atas. (Berarti ini termasuk sunnah fi’liyah – perbuatan nabi  shallallahu’alaihi wa sallam-)&lt;br /&gt;Nabi menyatakan bahwa, “Barangsiapa yang mengikuti shalat bersama imam  hingga selesai, maka Allah catat untuknya pahala shalat semalam suntuk.”  (HR, Ahmad dishahihkan oleh Syaikh Al-Bani). Berarti tarawih juga  termasuk sunnah qauliyah – perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa  sallam).&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendiamkan (yang diamnya ini berarti  menyetujui) dengan perbuatan para sahabat yang melakukan shalat tarawih  berjama’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ANTARA 11 DAN 23?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah raka’at shalat tarawih di berbagai masjid biasanya  berbeda-beda, dan yang masyhur di negara kita kalau tidak 11 raka’at  maka biasanya 23 raka’at. Lalu, yang mana yang benar ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau saudara saudariku, berdasarkan hadits yang  diriwayatkan ibunda Aisyah radhiallahu ‘anha, ternyata Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;b&gt;TIDAK PERNAH SHALAT MALAM MELEBIHI  11 RAKA’AT&lt;/b&gt;. Namun, berdasarkan penjelasan ulama, maksud hadits  ini bukanlah pembatasan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  hanya shalat malam sebanyak 11 raka’at saja. Karena terdapat riwayat  shahih lainnya yang menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa  sallam shalat malam sebanyak 13 raka’at. Jadi, maksud perkataan Aisyah  radhiallahu ‘anha adalah &lt;b&gt;YANG BIASA DILAKUKAN&lt;/b&gt;  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah shalat malam tidak lebih  dari 11 raka’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bukan berarti menjalankan shalat tarawih sebanyak 23 raka’at  adalah kesalahan lho. Karena di hadits yang lain Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa, “Barangsiapa yang mengikuti shalat  bersama imam hingga selesai, maka Allah catat untuknya pahala shalat  semalam suntuk.” (HR, Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hadits tentang shalat malam, “Shalat malam itu dengan salam  setiap dua raka’at. Jika salah seorang dari kalian takut kedatangan  subuh, maka hendaklah ia shalat satu raka’at sebagai witir untuk shalat  yang telah ia lakukan.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, jika engkau memilih shalat di masjid (dengan menjaga  kaidah-kaidah perginya wanita ke masjid) dan mendapati di masjid  tersebut biasa menjalankan shalat tarawih sebanyak 23 raka’at dengan  tenang, maka engkau tidak perlu berhenti pulang setelah mendapati 8  raka’at. Ataupun jika shalat sendirian juga tidak mengapa jika ingin  memperbanyak shalat 23 raka’at, 39 raka’at atau 41 raka’at. Namun, yang  lebih utama adalah melakukannya sebanyak 11 raka’at sebagaimana yang  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan. Wallahu a’lam bi  shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah Al Furqon Edisi 2 tahun II&lt;br /&gt;Majalah Al Furqon Edisi 1 tahun VII&lt;br /&gt;Kajian 4 Ramadhan 1429 H, kitab Majalis Syahri Ramadhan karya Syaikh Ibn  Utsaimin oleh Ust. Aris Munandar&lt;br /&gt;Tahajud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Sa’id bin’Ali bin Wahf  a-Qathani. Media Hidayah cetakan ke-3&lt;br /&gt;Sifat Puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syaih Salim bin Ied  al-Hilaly &amp;amp; Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. al-Mubarok cetakan ke-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;b&gt;&lt;a href="http://muslimah.or.id/fikih/pernak-pernik-seputar-puasa.html" rel="nofollow" target="_blank" title="Klik untuk menuju sumber !!!"&gt;http://muslimah.or.id/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;  dengan sedikit penambahan.&lt;br /&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-3717680095359044107?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/3717680095359044107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/08/pernak-pernik-seputar-puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/3717680095359044107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/3717680095359044107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/08/pernak-pernik-seputar-puasa.html' title='Pernak-Pernik Seputar Puasa'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-j8Xd38A0rUk/TjkR5Ydqt1I/AAAAAAAAAmY/Ff62qb9Daso/s72-c/ramadan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-8903442973181024565</id><published>2011-07-25T17:21:00.002+07:00</published><updated>2011-11-09T20:49:47.485+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak'/><title type='text'>SMS Bermaafan Jelang Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-gxyM7T8wljY/Ti1DLcFP_2I/AAAAAAAAAmU/ajOxHKI0d8o/s1600/sms-logo-300x269.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="179" src="http://4.bp.blogspot.com/-gxyM7T8wljY/Ti1DLcFP_2I/AAAAAAAAAmU/ajOxHKI0d8o/s200/sms-logo-300x269.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Assalamu ‘alaikum. Benarkah isi &lt;b&gt;sms&lt;/b&gt; &lt;i&gt;maaf-maafan&lt;/i&gt; yang marak tersebar akhir-akhir ini? Isinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum’at (dalam  bulan Sya’ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para  sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan  spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa  Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jum’at,  para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan:  “ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik,  hai Rasullullah Amin-kan do’a ku ini,” jawab Rasullullah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span id="more-622"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Do’a Malaikat Jibril adalah: “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat  Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan  hal-hal yang berikut:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Abu yahya (tegal**@***.com)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jawaban:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wa’alaikumussalam warahmatullah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua orang yang menuliskan hadis ini &lt;b&gt;tidak ada yang menyebutkan periwayat haditsnya&lt;/b&gt;.  Setelah dicari, hadis ini pun tidak ada di kitab-kitab hadits. Setelah  berusaha mencari-cari lagi, saya menemukan ada orang yang menuliskan  hadits ini kemudian menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu  Khuzaimah, 3:192 dan Ahmad, 2:246, 254. Ternyata, pada kitab &lt;i&gt;Shahih Ibnu Khuzaimah&lt;/i&gt;, 3:192, juga pada kitab &lt;i&gt;Musnad Imam Ahmad&lt;/i&gt;, 2:246 dan 2:254 ditemukan hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;عن أبي هريرة&amp;nbsp; أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر  فقال : آمين آمين آمين فقيل له&amp;nbsp; يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال :  قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت :  آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة  فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت :  آمين&amp;nbsp; قال الأعظمي : إسناده جيد&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Abu Hurairah; Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ’alaihi wa sallam&lt;/i&gt; naik mimbar lalu bersabda, &lt;i&gt;‘Amin  … amin … amin.’ Para sahabat bertanya, ‘Kenapa engkau berkata demikian,  wahai Rasulullah?’ Kemudian, beliau bersabda, ‘Baru saja Jibril berkata  kepadaku, ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa  mendapatkan ampunan,’ maka kukatakan, ‘Amin.’ Kemudian, Jibril berkata  lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya  masih hidup, namun itu tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak  berbakti kepada mereka berdua),’ maka aku berkata, ‘Amin.’ Kemudian,  Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang tidak  bershalawat ketika disebut namamu,’ maka kukatakan, ‘Amin.”&lt;/i&gt;” (Al-A’zhami berkata, “Sanad hadis ini &lt;i&gt;jayyid&lt;/i&gt;.”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini dinilai &lt;b&gt;&lt;i&gt;shahih&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; oleh Al-Mundziri dalam &lt;i&gt;At-Targhib wa At-Tarhib&lt;/i&gt;, 2:114, 2:406, 2:407, dan 3:295; juga oleh Adz-Dzahabi dalam &lt;i&gt;Al-Madzhab&lt;/i&gt;, 4:1682. Dinilai &lt;b&gt;&lt;i&gt;hasan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; oleh Al-Haitsami dalam &lt;i&gt;Majma’ Az-Zawaid&lt;/i&gt;, 8:142; juga oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam &lt;i&gt;Al-Qaulul Badi‘&lt;/i&gt;, no. 212; juga oleh Al-Albani di &lt;i&gt;Shahih At-Targhib&lt;/i&gt;, no. 1679.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, jelaslah bahwa kedua hadits di atas adalah dua hadits yang  berbeda. Entah siapa orang iseng yang membuat hadits pertama. Atau  mungkin, bisa jadi pembuat hadits tersebut mendengar hadits kedua, lalu  menyebarkannya kepada orang banyak dengan ingatannya yang rusak,  sehingga makna hadits pun berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi juga, pembuat hadits ini berinovasi membuat tradisi  bermaaf-maafan sebelum Ramadhan, lalu sengaja menyelewengkan hadits  kedua ini untuk mengesahkan tradisi tersebut. Yang jelas, hadits yang  tersebar luas itu &lt;b&gt;tidak ada asal-usulnya&lt;/b&gt;. Kita pun  tidak tahu siapa yang mengatakan hal itu. Sebenarnya, itu bukan hadits  dan tidak perlu kita hiraukan, apalagi diamalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminta maaf itu disyariatkan dalam Islam. Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ’alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;من كانت له مظلمة لأخيه من عرضه أو شيء فليتحلله منه اليوم قبل  أن لا يكون دينار ولا درهم إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته وإن لم  تكن له حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Orang yang pernah menzalimi saudaranya dalam hal apa pun, maka  hari ini ia wajib meminta agar perbuatannya tersebut dihalalkan oleh  saudaranya, sebelum datang hari saat tidak ada ada dinar dan dirham,  karena jika orang tersebut memiliki amal shaleh, amalnya tersebut akan  dikurangi untuk melunasi kezalimannya. Namun, jika ia tidak memiliki  amal shaleh maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia  zalimi&lt;/i&gt;.” (HR. Bukhari, no. 2449)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “&lt;b&gt;اليوم&lt;/b&gt;” (hari ini) menunjukkan bahwa meminta maaf itu dapat dilakukan kapan saja, dan yang paling baik adalah meminta maaf dengan &lt;b&gt;segera&lt;/b&gt; karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput.&lt;br /&gt;Dari hadits ini jelaslah bahwa Islam mengajarkan untuk meminta maaf,  jika kita berbuat kesalahan kepada orang lain. Adapun meminta maaf tanpa  sebab dan dilakukan kepada semua orang yang ditemui maka itu tidak  pernah diajarkan oleh Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang berkata, “&lt;i&gt;Manusia ‘kan tempat salah dan dosa. Mungkin saja kita berbuat salah kepada semua orang tanpa disadari&lt;/i&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dikatakan itu memang benar, namun apakah serta-merta kita  meminta maaf kepada semua orang yang kita temui? Mengapa Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ’alaihi wa sallam&lt;/i&gt;  dan para sahabat tidak pernah berbuat demikian? Padahal, mereka adalah  orang-orang yang paling khawatir akan dosa. Selain itu, kesalahan yang  tidak disengaja atau tidak disadari itu tidak dihitung sebagai dosa di  sisi Allah ta’ala. Sebagaimana sabda Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ’alaihi wa sallam&lt;/i&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;إن الله تجاوز لي عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“&lt;i&gt;Sesungguhnya, Allah telah memaafkan umatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, karena lupa, atau karena dipaksa&lt;/i&gt;.”&lt;/b&gt; (HR. Ibnu Majah, no. 1675; Al-Baihaqi, 7:356; Ibnu Hazm dalam &lt;i&gt;Al-Muhalla&lt;/i&gt;, 4:4; dinilai &lt;i&gt;shahih&lt;/i&gt; oleh Al-Albani dalam &lt;i&gt;Shahih Ibnu Majah&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, orang yang &lt;b&gt;“meminta maaf tanpa sebab”&lt;/b&gt; kepada semua orang bisa terjerumus pada sikap &lt;b&gt;&lt;i&gt;ghuluw&lt;/i&gt; (berlebihan)&lt;/b&gt;  dalam beragama. Begitu pula, mengkhususkan suatu waktu untuk meminta  maaf dan dikerjakan secara rutin setiap tahun tidak dibenarkan dalam  Islam dan bukan ajaran Islam.&lt;br /&gt;Hal lain yang menjadi sisi negatif tradisi semacam ini adalah menunda  permintaan maaf terhadap kesalahan yang dilakukan kepada orang lain  hingga bulan Ramadhan tiba. Beberapa orang, ketika melakukan kesalahan  kepada orang lain, tidak langsung minta maaf dan sengaja ditunda sampai  momen Ramadhan tiba, meskipun harus menunggu selama 11 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, bagi orang yang memiliki kesalahan bertepatan dengan  Sya’ban atau Ramadan, tidak ada larangan memanfaatkan waktu menjelang  Ramadan untuk meminta maaf pada bulan ini, kepada orang yang pernah  dizaliminya tersebut. Asalkan, ini tidak dijadikan kebiasaan, sehingga  menjadi ritual rutin yang dilakukan setiap tahun dan dilakukan tanpa  sebab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu a’lam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari situs &lt;i&gt;kangaswad.wordpress.com&lt;/i&gt;, dengan beberapa penambahan oleh Ustadz Ammi Nur Baits.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Artikel &lt;a href="http://konsultasisyariah.com/sms-ramadhan" target="_blank" title="Klik untuk menuju sumber !!!"&gt;www.KonsultasiSyariah.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="background: transparent; border: 0 !important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-8903442973181024565?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/8903442973181024565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/07/sms-bermaafan-jelang-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/8903442973181024565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/8903442973181024565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/07/sms-bermaafan-jelang-ramadhan.html' title='SMS Bermaafan Jelang Ramadhan'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-gxyM7T8wljY/Ti1DLcFP_2I/AAAAAAAAAmU/ajOxHKI0d8o/s72-c/sms-logo-300x269.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-7247417881103073314</id><published>2011-07-16T20:08:00.001+07:00</published><updated>2011-11-09T20:56:03.763+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manhaj'/><title type='text'>Meninjau Ritual Malam Nishfu Sya’ban</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ufQtEQZMFNI/TiGKoRZ2j3I/AAAAAAAAAmQ/o5dqa9-DZcY/s1600/ada-apa-bulan-syaban.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="143" src="http://1.bp.blogspot.com/-ufQtEQZMFNI/TiGKoRZ2j3I/AAAAAAAAAmQ/o5dqa9-DZcY/s200/ada-apa-bulan-syaban.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebagian kalangan masyarakat masih tersebar ritual-ritual di malam   Nishfu Sya’ban, entah dengan shalat atau berdo’a secara berjama’ah.   Sebenarnya amalan ini muncul karena dorongan yang terdapat dalam   berbagai hadits yang menceritakan tentang keutamaan malam tersebut. Lalu   bagaimanakah derajat hadits yang dimaksud? Benarkah ada amalan  tertentu  ketika itu? Semoga tulisan kali ini bisa menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Meninjau Hadits Keutamaan Malam Nishfu Sya’ban&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis Tuhfatul Ahwadzi (Abul ‘Alaa Al Mubarokfuri) telah   menyebutkan satu per satu hadits yang membicarakan keutamaan malam   Nishfu Sya’ban. Awalnya beliau berkata, “Ketahuilah bahwa telah terdapat   beberapa hadits mengenai keutamaan malam Nishfu Sya’ban,  keseluruhannya  menunjukkan bahwa hadits tersebut tidak ada &lt;i&gt;ashl&lt;/i&gt;-nya (landasannya).” Lalu beliau merinci satu per satu hadits yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;: Hadits Abu Musa Al Asy’ari, ia berkata, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِى لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;“&lt;i&gt;Sesungguhnya Allah akan menampakkan (turun) di malam Nishfu   Sya’ban kemudian mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik atau   orang yang bermusuhan dengan saudaranya&lt;/i&gt;.” (HR. Ibnu Majah no.   1390). Penulis Tuhfatul Ahwadzi berkata, “Hadits ini &amp;nbsp;munqothi’   (terputus sanadnya).” [Berarti hadits tersebut dho’if].&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;: Hadits ‘Aisyah, ia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;قَامَ  رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى  اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ اللَّيْلِ  فَصَلَّى فَأَطَالَ السُّجُودَ  حَتَّى ظَنَنْت أَنَّهُ قَدْ قُبِضَ ،  فَلَمَّا رَأَيْت ذَلِكَ قُمْت  حَتَّى حَرَّكْت إِبْهَامَهُ فَتَحَرَّكَ  فَرَجَعَ ، فَلَمَّا رَفَعَ  رَأْسَهُ مِنْ السُّجُودِ وَفَرَغَ مِنْ  صَلَاتِهِ قَالَ : ” يَا  عَائِشَةُ أَوْ يَا حُمَيْرَاءُ أَظَنَنْت أَنَّ  النَّبِيَّ صَلَّى  اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ خَاسَ بِك ؟ ” قُلْت :  لَا وَاَللَّهِ  يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَكِنِّي ظَنَنْت أَنْ قُبِضْت طُولَ  سُجُودِك ،  قَالَ ” أَتَدْرِي أَيَّ لَيْلَةٍ هَذِهِ ؟ ” قُلْت : اللَّهُ  وَرَسُولُهُ  أَعْلَمُ ، قَالَ : ” هَذِهِ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ  شَعْبَانَ إِنَّ  اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَطَّلِعُ عَلَى عِبَادِهِ فِي  لَيْلَةِ النِّصْفِ  مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِلْمُسْتَغْفِرِينَ  وَيَرْحَمُ  الْمُسْتَرْحِمِينَ وَيُؤَخِّرُ أَهْلَ الْحِقْدِ كَمَا هُمْ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Suatu saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan   shalat malam, beliau shalat dan memperlama sujud sampai aku menyangka   bahwa beliau telah tiada. Tatkala aku memperhatikan hal itu, aku  bangkit  sampai aku pun menggerakkan ibu jarinya. Beliau pun bergerak  dan  kembali. Ketika beliau mengangkat kepalanya dari sujud dan  merampungkan  shalatnya, beliau mengatakan, “Wahai ‘Aisyah (atau Wahai  Humairo’),  apakah kau sangka bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  telah  mengkhianatimu?” Aku menjawab, “Tidak, demi Allah. Wahai  Rasulullah,  akan tetapi aku sangka engkau telah tiada karena sujudmu  yang begitu  lama.” Beliau berkata kembali, “Apakah engkau tahu malam  apakah ini?”  Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”  Beliau berkata,  “Malam ini adalah malam Nishfu Sya’ban. Sesungguhnya  Allah ‘azza wa  jalla turun pada hamba-Nya pada malam Nishfu Sya’ban,  lantas Dia akan  memberi ampunan ampunan pada orang yang meminta ampunan  dan akan  merahmati orang yang memohon rahmat, Dia akan menjauh dari  orang yang  pendendam.&lt;/i&gt;” Dikeluarkan oleh Al Baihaqi. Ia katakan  bahwa riwayat  ini mursal jayyid. Kemungkinan pula bahwa Al ‘Alaa’  mengambilnya dari  Makhul. [Hadits mursal adalah hadits yang dho’if  karena terputus  sanadnya]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;: Hadits Mu’adz bin Jabal &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, dari Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;يَطَّلِعُ  اللَّهُ إِلَى  جَمِيعِ خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ  فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ  خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Allah mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban.   Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang   bermusuhan.&lt;/i&gt;”Al Mundziri dalam &lt;i&gt;At Targhib&lt;/i&gt; setelah menyebutkan hadits ini, beliau mengatakan, “Dikeluarkan oleh At Thobroni dalam &lt;i&gt;Al Awsath&lt;/i&gt;  dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya dan juga oleh Al Baihaqi. Ibnu   Majah pun mengeluarkan hadits dengan lafazh yang sama dari hadits Abu   Musa Al Asy’ari. Al Bazzar dan Al Baihaqi mengeluarkan yang semisal dari   Abu Bakr Ash Shiddiq &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; dengan sanad yang   tidak mengapa.” Demikian perkataan Al Mundziri. Penulis Tuhfatul Ahwadzi   lantas mengatakan, “Pada sanad hadits Abu Musa Al Asy’ari yang   dikeluarkan oleh Ibnu Majah terdapat Lahi’ah dan dia dinilai dho’if.”   [Hadits ini adalah hadits yang dho’if]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;: Hadits ‘Abdullah bin ‘Amr &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt;, ia berkata, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;يَطَّلِعُ  اللَّهُ عَزَّ  وَجَلَّ إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ  فَيَغْفِرُ  لِعِبَادِهِ إِلَّا اِثْنَيْنِ مُشَاحِنٍ وَقَاتِلِ نَفْسٍ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Allah ‘azza wa jalla mendatangi makhluk-Nya pada malam Nishfu   Sya’ban, Dia mengampuni hamba-hamba-Nya kecuali dua orang yaitu orang   yang bermusuhan dan orang yang membunuh jiwa.&lt;/i&gt;” Al Mundziri   mengatakan, “Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang   layyin (ada perowi yang diberi penilaian negatif/ dijarh, namun   haditsnya masih dicatat).” [Berarti hadits ini bermasalah].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelima&lt;/b&gt;: Hadits Makhul dari Katsir bin Murroh, dari Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, beliau bersabda di malam Nishfu Sya’ban,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;يَغْفِرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِأَهْلِ الْأَرْضِ إِلَّا مُشْرِكٌ أَوْ مُشَاحِنٌ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Allah ‘azza wa jalla mengampuni penduduk bumi kecuali musyrik dan orang yang bermusuhan&lt;/i&gt;”.   Al Mundziri berkata, “Hadits ini dikeluarkan oleh Al Baihaqi, hadits   ini mursal jayyid.” [Berarti dho’if karena haditsnya mursal, ada sanad   yang terputus]. Al Mundziri juga berkata, “Dikeluarkan pula oleh Ath   Thobroni dan juga Al Baihaqi dari Makhul, dari Abu Tsa’labah &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;يَطَّلِعُ  اللَّهُ إِلَى  عِبَادِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ  لِلْمُؤْمِنِينَ  وَيُمْهِلُ الْكَافِرِينَ وَيَدَعُ أَهْلَ الْحِقْدِ  بِحِقْدِهِمْ حَتَّى  يَدَعُوهُ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Allah mendatangi para hamba-Nya pada malam Nishfu Sya’ban,&amp;nbsp; Dia akan   mengampuni orang yang beriman dan menangguhkan orang-orang kafir, Dia   meninggalkan orang yang pendendam.” Al Baihaqi mengatakan, “Hadits ini   juga antara Makhul dan Abu Tsa’labah adalah mursal jayyid”. [Berarti   hadits ini pun dho’if].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keenam&lt;/b&gt;: Hadits ‘Ali &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, ia berkata, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;إِذَا  كَانَتْ لَيْلَةُ  النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا  نَهَارَهَا  فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى  السَّمَاءِ  الدُّنْيَا فَيَقُولُ أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ  أَلَا  مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلَّا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلَا  كَذَا  أَلَا كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Apabila malam nisfu Sya’ban, maka shalatlah di malam harinya dan   berpuasalah di siang harinya. Sesungguhnya Allah turun ke langit bumi   pada saat itu ketika matahari terbenam, kemudian Dia berfirman: “Adakah   orang yang meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya?  Adakah  orang yang meminta rizki maka Aku akan memberinya rizki? Adakah  orang  yang mendapat cobaan maka Aku akan menyembuhkannya? Adakah yang  begini,  dan adakah yang begini, hingga terbit fajar&lt;/i&gt;.” Hadits ini   dikeluarkan oleh Ibnu Majah dan dalam sanadnya terdapat Abu Bakr bin   ‘Abdillah bin Muhammad bin Abi Saburoh Al Qurosyi Al ‘Aamiri Al Madani.   Ada yang menyebut namanya adalah ‘Abdullah, ada yang mengatakan pula   Muhammad. Disandarkan pada kakeknya bahwa ia dituduh memalsukan hadits,   sebagaimana disebutkan dalam &lt;i&gt;At Taqrib&lt;/i&gt;. Adz Dzahabi dalam &lt;i&gt;Al Mizan&lt;/i&gt;  mengatakan, “Imam Al Bukhari dan ulama lainnya mendho’ifkannya”. Anak   Imam Ahmad, ‘Abdullah dan Sholih, mengatakan dari ayahnya, yaitu Imam   Ahmad berkata, “Dia adalah orang yang memalsukan hadits.” An Nasai   mengatakan, “Ia adalah perowi yang matruk (dituduh dusta)”. [Berarti   hadits ini di antara maudhu’ dan dho’if]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Tuhfatul Ahwadzi setelah meninjau riwayat-riwayat di atas,   beliau mengatakan, “Hadits-hadits ini dilihat dari banyak jalannya bisa   sebagai hujjah bagi orang yang mengklaim bahwa &lt;b&gt;tidak ada satu pun hadits shahih yang menerangkan keutamaan malam Nishfu Sya’ban&lt;/b&gt;. &lt;i&gt;Wallahu Ta’ala a’lam&lt;/i&gt;.”&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3125-meninjau-ritual-malam-nishfu-syaban.html#_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Keterangan Ulama Mengenai Kelemahan Hadits Keutamaan Malam Nishfu Sya’ban&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rajab di beberapa tempat dalam kitabnya &lt;i&gt;Lathoif Al Ma’arif&lt;/i&gt; memberikan tanggapan tentang hadits-hadits yang membicarakan keutamaan malam Nishfu Sya’ban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;: Mengenai hadits ‘Ali tentang keutamaan shalat dan puasa Nishfu Sya’ban, Ibnu Rajab mengatakan bahwa hadits tersebut dho’if.&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3125-meninjau-ritual-malam-nishfu-syaban.html#_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;: Ibnu Rajab &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;mengatakan,   “Hadits yang menjelaskan keutamaan malam Nishfu Sya’ban ada beberapa.   Para ulama berselisih pendapat mengenai statusnya. Kebanyakan ulama   mendhoifkan hadits-hadits tersebut. Ibnu Hibban menshahihkan sebagian   hadits tersebut dan beliau masukkan dalam kitab shahihnya.”&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3125-meninjau-ritual-malam-nishfu-syaban.html#_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt;  [Tanggapan kami, “Ibnu Hibban adalah di antara ulama yang dikenal   mutasahil, yaitu orang yang bergampang-gampangan dalam menshahihkan   hadits. Sehingga penshahihan dari sisi Ibnu Hibban perlu dicek   kembali.”]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;: Mengenai menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan shalat malam, Ibnu Rajab &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;mengatakan, “Mengenai shalat malam di malam Nishfu Sya’ban, maka tidak ada satu pun dalil dari Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;  dan juga para sahabatnya. Namun terdapat riwayat dari sekelompok   tabi’in (para ulama negeri Syam) yang menghidupkan malam Nishfu Sya’ban   dengan shalat.”&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3125-meninjau-ritual-malam-nishfu-syaban.html#_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tanggapan bagus pula dari ulama belakangan, yaitu Syaikh ‘Abdul   ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz, ulama yang pernah menjabat sebagai Ketua   Lajnah Ad Da’imah (komisi fatwa di Saudi Arabia). Beliau &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;mengatakan,   “Hadits yang menerangkan keutamaan malam nishfu Sya’ban adalah   hadits-hadits yang lemah yang tidak bisa dijadikan sandaran. Adapun   hadits yang menerangkan mengenai keutamaan shalat pada malam nishfu   sya’ban, semuanya adalah berdasarkan hadits palsu (maudhu’). Sebagaimana   hal ini dijelaskan oleh kebanyakan ulama.”&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3125-meninjau-ritual-malam-nishfu-syaban.html#_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga Syaikh Ibnu Baz menjelaskan, “Hadits dhoif barulah bisa   diamalkan dalam masalah ibadah, jika memang terdapat penguat atau   pendukung dari hadits yang shahih. Adapun untuk hadits tentang   menghidupkan malam nishfu sya’ban, tidak ada satu dalil shahih pun yang   bisa dijadikan penguat untuk hadits yang lemah tadi.”&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3125-meninjau-ritual-malam-nishfu-syaban.html#_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sebagian ulama ada yang menshahihkan sebagian hadits yang   telah dibahas oleh penulis Tuhfatul Ahwadzi. Syaikh Muhammad Nashiruddin   Al Albani &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;menshahihkan hadits Abu Musa Al Asy’ari di atas. Beliau &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;menyatakan   bahwa hadits tersebut shahih karena diriwayatkan dari banyak sahabat   dari berbagai jalan yang saling menguatkan, yaitu dari sahabat Mu’adz   bin Jabal, Abu Tsa’labah Al Khusyani, ‘Abdullah bin ‘Amru, Abu Musa Al   Asy’ari, Abu Hurairah, Abu Bakr Ash Shifdiq, ‘Auf bin Malik dan ‘Aisyah.   Lalu beliau &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;perinci satu per satu masing-masing riwayat.&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3125-meninjau-ritual-malam-nishfu-syaban.html#_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebagaimana dijelaskan oleh Abul ‘Alaa Al Mubarakfuri, hadits Abu Musa Al Asy’ari adalah &lt;i&gt;munqothi’&lt;/i&gt;  (terputus sanadnya). Hadits yang semisal itu pula tidak lepas dari   kedho’ifan. Sehingga kami lebih cenderung pada pendapat yang dipegang   oleh penulis Tuhfatul Ahwadzi tersebut. Ini serasa lebih menenangkan   karena dipegang oleh kebanyakan ulama. Itulah mengapa beliau, penulis   Tuhfatul Ahwadzi memberi kesimpulan terakhir bahwa tidak ada hadits yang   shahih yang membicarakan keutamaan bulan Sya’ban. &lt;i&gt;Wallahu a’lam bish showab&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Pendapat Ulama Mengenai Menghidupkan Malam Nishfu Sya’ban&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas fuqoha berpendapat dianjurkannya menghidupkan malam nishfu sya’ban. Dasar dari hal ini adalah &lt;b&gt;hadits dho’if&lt;/b&gt; yang telah diterangkan di atas, yaitu dari Abu Musa Al Asy’ari, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِى لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Sesungguhnya Allah akan menampakkan (turun) di malam nishfu   Sya’ban kemudian mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik atau   orang yang bermusuhan dengan saudaranya&lt;/i&gt;.” (HR. Ibnu Majah no. 1390). Dan juga beberapa hadits dho’if lainnya jadi pegangan semacam hadits dari ‘Ali bin Abi Tholib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al Ghozali menjelaskan tata cara tertentu dalam menghidupkan   malam nishfu sya’ban dengan tata cara yang khusus. Namun ulama   Syafi’iyah mengingkari tata cara yang dimaksudkan, ulama Syafi’iyah   menganggapnya sebagai bid’ah &lt;i&gt;qobihah&lt;/i&gt; (bid’ah yang jelek).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Ats Tsauri mengatakan bahwa shalat Nishfu Sya’ban adalah bid’ah yang dibuat-buat yang &lt;i&gt;qobihah&lt;/i&gt; (jelek) dan mungkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas fuqoha memakruhkan menghidupkan malam nishfu Sya’ban secara   berjama’ah. Ada pendapat yang tegas dari ulama Hanafiyah dan Malikiyah   dalam hal ini, mereka menganggap menghidupkan malam Nishfu Sya’ban   secara berjama’ah adalah bid’ah. Para ulama yang juga melarang hal ini   adalah Atho’ ibnu Abi Robbah, dan Ibnu Abi Malikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Al Auza’i, beliau berpendapat bahwa menghidupkan malam nishfu   sya’ban secara berjama’ah dengan shalat jama’ah di masjid adalah suatu   yang dimakruhkan. Alasannya, menghidupkan dengan berjama’ah semacam ini   tidak dinukil dari Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan tidak pula dari seorang sahabat pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Kholid bin Mi’dan, Luqman bin ‘Amir, Ishaq bin Rohuyah   menyunnahkan menghidupkan malam nishfu sya’ban secara berjama’ah.&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3125-meninjau-ritual-malam-nishfu-syaban.html#_ftn8"&gt;[8]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita melihat dari berbagai pendapat di atas, jika ulama   tersebut menganggap dianjurkannya menghidupkan malam Nishfu Sya’ban,   maka ada dua cara untuk menghidupkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;,  dianjurkan menghidupkan secara berjama’ah  di masjid dengan melaksanakan  shalat, membaca kisah-kisah atau berdo’a.  Menghidupkan malam Nishfu  Sya’ban semacam ini terlarang menurut  mayoritas ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;,  dianjurkan menghidupkan malam Nishfu  Sya’ban, namun tidak secara  berjama’ah, hanya seorang diri. Inilah  pendapat salah seorang ulama  negeri Syam, yaitu Al Auza’i. Pendapat ini  dipilih pula oleh Ibnu Rajab  Al Hambali dalam &lt;i&gt;Lathoif Al Ma’arif&lt;/i&gt;.&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3125-meninjau-ritual-malam-nishfu-syaban.html#_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah ketika ditanya mengenai shalat Nishfu Sya’ban, beliau &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;  menjawab, “Jika seseorang shalat pada malam nishfu sya’ban sendiri atau   di jama’ah yang khusus sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian salaf,   maka itu suatu hal yang baik. Adapun jika dilakukan dengan  kumpul-kumpul  di masjid untuk melakukan shalat dengan bilangan  tertentu, seperti  berkumpul dengan mengerjakan shalat 1000 raka’at,  dengan membaca surat  Al Ikhlas terus menerus sebanyak 1000 kali, ini  jelas suatu perkara  bid’ah, yang sama sekali tidak dianjurkan oleh para  ulama.”&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3125-meninjau-ritual-malam-nishfu-syaban.html#_ftn10"&gt;[10]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah juga mengatakan, “Adapun tentang keutamaan malam Nishfu   Sya’ban terdapat beberapa hadits dan atsar, juga ada nukilan dari   beberapa ulama salaf bahwa mereka melaksanakan shalat pada malam   tersebut. Jika seseorang melakukan shalat seorang diri ketika itu, maka   ini telah ada contohnya di masa lalu dari beberapa ulama salaf. Inilah   dijadikan sebagai hujjah sehingga tidak perlu diingkari.”&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3125-meninjau-ritual-malam-nishfu-syaban.html#_ftn11"&gt;[11]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyebutkan perkataan Ibnu Rajab dalam Lathoif Al Ma’arif,   Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz pun lantas mengomentari pendapat Al Auza’i   dan Ibnu Rajab. Beliau &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;mengatakan, “Dalam perkataan Ibnu Rajab sendiri terdapat kata tegas bahwa tidak ada satu pun dalil dari Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan para sahabat &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhum&lt;/i&gt; yang shahih tentang malam Nishfu Sya’ban. Adapun pendapat yang dipilih oleh Al Auza’i &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;  mengenai dianjurkannya ibadah sendirian (bukan berjama’ah) dan pendapat   inilah yang dipilih oleh Ibnu Rajab, maka ini adalah pendapat yang  aneh  dan lemah. Karena sesuatu yang tidak ada landasan dalilnya sama  sekali,  maka tidak boleh bagi seorang muslim mengada-adakan suatu  ibadah ketika  itu, baik secara sendiri atau berjama’ah, baik pula  secara  sembunyi-sembunyi atau terang-terangan.”&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3125-meninjau-ritual-malam-nishfu-syaban.html#_ftn12"&gt;[12]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Malam Nishfu Sya’ban Sama Seperti Malam Lainnya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah ini, jika memang kita memilih pendapat mayoritas ulama   yang berpendapat bolehnya menghidupkan malam nishfu sya’ban, maka   sebaiknya tidak dilakukan secara berjama’ah baik dengan shalat ataupun   dengan membaca secara berjama’ah do’a malam nishfu sya’ban. Inilah yang   menjadi pendapat mayoritas ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bagaimanakah menghidupkan malam tersebut secara   sendiri-sendiri atau dengan jama’ah tersendiri? Jawabnya, sebagian ulama   membolehkan hal ini. Namun yang lebih menenangkan hati kami, tidak   perlu malam Nishfu Sya’ban diistimewakan dari malam-malam lainnya.   Karena sekali lagi, dasar yang dibangun dalam masalah keutamaan malam   nishfu Sya’ban dan shalatnya adalah dalil-dalil yang lemah atau hanya   dari riwayat tabi’in saja, tidak ada hadits Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; &lt;/i&gt;atsar sahabat yang shahih yang menerangkan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi di sini bukan maksud kami adalah tidak perlu melaksanakan shalat   di malam Nishfu Sya’ban. Bukan sama sekali. Maksud kami adalah jangan   khususkan malam Nishfu Sya’ban lebih dari malam-malam lainnya.&lt;br /&gt;Perkataan yang amat bagus dari Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin, beliau &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;  mengatakan, “Malam Nishfu Sya’ban sebenarnya seperti malam-malam   lainnya. Janganlah malam tersebut dikhususkan dengan shalat tertentu.   Jangan pula mengkhususkan puasa tertentu ketika itu. Namun catatan yang   perlu diperhatikan, kami sama sekali tidak katakan, “Barangsiapa yang   biasa bangun shalat malam, janganlah ia bangun pada malam Nishfu   Sya’ban. Atau barangsiapa yang biasa berpuasa pada ayyamul biid (tanggal   13, 14, 15 H), janganlah ia berpuasa pada hari Nishfu Sya’ban (15   Hijriyah).” Ingat, yang kami maksudkan adalah janganlah mengkhususkan   malam Nishfu Sya’ban dengan shalat tertentu atau siang harinya dengan   puasa tertentu.”&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3125-meninjau-ritual-malam-nishfu-syaban.html#_ftn13"&gt;[13]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits-hadits tentang keutamaan malam Nishfu Sya’ban disebutkan   bahwa Allah akan mendatangi hamba-Nya atau akan turun ke langit dunia.   Perlu diketahui bahwa turunnya Allah di sini tidak hanya pada malam   Nishfu Sya’ban. Sebagaimana disebutkan dalam Bukhari-Muslim bahwa Allah   turun ke langit dunia pada setiap 1/3 malam terakhir, bukan pada malam   Nishfu Sya’ban saja. Oleh karenanya, sebenarnya keutamaan malam Nishfu   Sya’ban sudah masuk pada keumuman malam, jadi tidak perlu  diistimewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;‘Abdullah  bin Al Mubarok  pernah ditanya mengenai turunnya Allah pada malam  Nishfu Sya’ban, lantas  beliau pun memberi jawaban pada si penanya,  “Wahai orang yang lemah!  Yang engkau maksudkan adalah malam Nishfu  Sya’ban?! Perlu engkau tahu  bahwa Allah itu turun di setiap malam  (bukan pada malam Nishfu Sya’ban  saja, -pen).” Dikeluarkan oleh Abu  ‘Utsman Ash Shobuni dalam I’tiqod  Ahlis Sunnah (92).&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Al ‘Aqili &lt;/i&gt;&lt;i&gt;rahimahullah   mengatakan, “Mengenai turunnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban, maka   hadits-haditsnya itu layyin (menuai kritikan). Adapun riwayat yang   menerangkan bahwa Allah akan turun setiap malam, itu terdapat dalam   berbagai hadits yang shahih. Ketahuilah bahwa malam Nishfu Sya’ban itu   sudah termasuk pada keumuman hadits semacam itu, insya Allah.”   Disebutkan dalam Adh Dhu’afa’ (3/29).&lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3125-meninjau-ritual-malam-nishfu-syaban.html#_ftn14"&gt;[14]&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Semoga sajian ini bermanfaat untuk memperbaiki amal ibadah kita.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi wa tatimmush sholihaat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Referensi:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Al      Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, Asy Syamilah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fatawa      Al Islam Sual wa Jawab, Syaikh Sholih Al Munajjid, www.islamqa.com/ar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lathoif      Al Ma’arif fii Maa lii Mawaasimil ‘Aam minal Wazhoif,   Ibnu Rajab Al      Hambali, Al Maktab Al Islami, cetakan pertama, 1428   H.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Liqo’      Al Bab Al Maftuh, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Majmu’      Al Fatawa, Ahmad Ibnu Taimiyah,Darul Wafa’, cetakan ketiga, 1426 H.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Majmu’      Fatawa Ibnu Baz, Mawqi’ Al Ifta’.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tuhfatul      Ahwadzi bi Syarh Jaami’ At Tirmidzi, Muhammad   ‘Abdurrahman bin ‘Abdurrahim      Al Mubarakfuri Abul ‘Alaa, Darul Kutub   Al ‘Ilmiyyah, Beirut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kami harap para pembaca bisa membaca artikel yang berkaitan dengan artikel ini &lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/2635-kekeliruan-di-malam-nishfu-syaban.html" target="_blank" title="Kekeliruan di Malam Nishfu Sya'ban"&gt;di sini.&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Selesai disusun di Panggang-GK, 4 Sya’ban 1431 H (16/07/2010)&lt;br /&gt;Penulis: &lt;a href="http://rumaysho.com/"&gt;Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Artikel &lt;a href="http://muslim.or.id/"&gt;www.muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="background: transparent; border: 0 !important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-7247417881103073314?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/7247417881103073314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/07/meninjau-ritual-malam-nishfu-syaban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/7247417881103073314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/7247417881103073314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/07/meninjau-ritual-malam-nishfu-syaban.html' title='Meninjau Ritual Malam Nishfu Sya’ban'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ufQtEQZMFNI/TiGKoRZ2j3I/AAAAAAAAAmQ/o5dqa9-DZcY/s72-c/ada-apa-bulan-syaban.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-893473322373779879</id><published>2011-07-05T20:23:00.000+07:00</published><updated>2011-11-09T20:58:27.600+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tauhid'/><title type='text'>Macam - Macam Tauhid dan Faedahnya</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-YOlDK0n7i2c/ThMQSVrJMSI/AAAAAAAAAmM/AOGoc1yzTXc/s1600/tawheed3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="141" src="http://2.bp.blogspot.com/-YOlDK0n7i2c/ThMQSVrJMSI/AAAAAAAAAmM/AOGoc1yzTXc/s200/tawheed3.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, &lt;/i&gt;keluarganya, para shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman. &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya Allah telah mengutus para nabi dan rasul untuk &lt;b&gt;mendakwahkan tauhid&lt;/b&gt;. Allah mengutus mereka untuk mengajak manusia beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): &lt;b&gt;“Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”&lt;/b&gt;, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)” (Q.S. An-Nahl : 36)&lt;span id="more-451"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;الطَّاغُوتَ, bermakna &lt;b&gt;syaithan yang mengajak beribadah selain kepada Allah&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam &lt;/i&gt;bersabda, &lt;i&gt;“Semua nabi adalah bersaudara dan agama mereka adalah satu” (Mutafaqqun ‘Alaih)&lt;/i&gt;. Maksud dari agama mereka adalah satu ialah agama yang bertauhid, tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Macam-Macam Tauhid&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Tauhid rububiyah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Tauhid rububiyah&lt;/i&gt; adalah &lt;b&gt;mentauhidkan Allah dalam segala perbuatan-Nya&lt;/b&gt;, seperti menciptakan dan mengatur alam semesta, menghidupkan dan mematikan, mendatangkan bahaya dan manfaat, memberi rizqi dan semisalnya. Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Segala puji bagi Allah, &lt;b&gt;Rabb semesta alam&lt;/b&gt;” (Q.S. Al-Fatihah : 1)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan Nabi &lt;i&gt;Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam &lt;/i&gt;bersabda, &lt;i&gt;“Engkau adalah Rabb di langit dan di bumi” (Mutafaqqun ‘Alaih)&lt;/i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Tauhid uluhiyah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Tauhid uluhiyah&lt;/i&gt; adalah &lt;b&gt;mengesakan Allah dalam ibadah&lt;/b&gt;, seperti berdoa, bernadzar, berkurban, shalat, puasa, zakat, haji dan semisalnya. Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, t&lt;b&gt;idak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia&lt;/b&gt;, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang” (Q.S. Al-Baqarah : 163)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan Nabi &lt;i&gt;Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam &lt;/i&gt;bersabda, &lt;i&gt;“Maka hendaklah apa yang kamu dakwahkan kepada mereka pertama kali adalah syahadat bahwa &lt;b&gt;tiada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah&lt;/b&gt;” (Mutafaqqun ‘Alaih).&lt;/i&gt; Dalam riwayat Imam Bukhari, &lt;i&gt;“Sampai mereka mentauhidkan Allah”.&lt;/i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Tauhid asma’ was shifat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;i&gt;Tauhid asma’ was shifat&lt;/i&gt; adalah&lt;b&gt; menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah sesuai dengan apa yang telah disifati oleh Allah&lt;/b&gt; untuk diri-Nya di dalam Al-Quran atau yang telah ditetapkan oleh Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; di dalam As-Sunnah yang shahih &lt;b&gt;tanpa takwil (menyelewengkan makna), tanpa tafwidh (menyerahkan makna), tanpa tamtsil (menyamakan dengan makhluk) dan tanpa ta’thi&lt;/b&gt;l.&lt;a href="http://aboeaswad.wordpress.com/2010/06/11/macam-macam-tauhid-dan-faedahnya/#_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“&lt;b&gt;Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia&lt;/b&gt;, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Q.S. Asy-Syuura : 11)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan Nabi &lt;i&gt;Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam &lt;/i&gt;bersabda, &lt;i&gt;“Allah tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malam” (Mutafaqqun ‘Alaih). &lt;/i&gt;Di sini &lt;b&gt;turunnya Allah tidak sama dengan turunnya makhluk-Nya, namun turunnya Allah sesuai dengan kebesaran dan keagungan dzat Allah. &lt;/b&gt;Ahlussunnah hanya mengimani bahwa Allah memang turun ke langit dunia. Tapi tidak membahas hakikat bagaimana Allah turun apalagi menyamakan turunnya Allah dengan turunnya makhluk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Faedah Tauhid&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa faedah dari tauhid adalah engkau &lt;b&gt;beriman adanya adzab pada hari akhir (kiamat)&lt;/b&gt;, mendapat hidayah di dunia, menjadi sebab terhapusnya dosa dan masih banyak lagi. Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan &lt;b&gt;kezhaliman (syirik),&lt;/b&gt; mereka itulah orang-orang yang &lt;b&gt;mendapat keamanan&lt;/b&gt; dan mereka itu adalah orang-orang yang &lt;b&gt;mendapat petunjuk&lt;/b&gt;” (Q.S. Al-An’am : 82)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;بِظُلْمٍ, yaitu &lt;b&gt;syirik (menyekutukan Allah)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Dan &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Rasulullah &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam &lt;/i&gt;bersabda&lt;i&gt;, “Hak hamba atas Allah adalah seorang hamba tidak akan di adzab apabila ia &lt;b&gt;tidak menyekutukan Allah&lt;/b&gt; dengan sesuatu apa pun” (Mutafaqqun ‘Alaih).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dapat kita simpulkan bahwa, jika seseorang telah mentauhidkan Allah secara rububiyah, maka hal ini berkonsekuensi seorang hamba harus mentauhidkan Allah dalam uluhiyah. Artinya apabila seseorang meyakini bahwa Allah lah yang menciptakannya, mengatur alam semesta dan memberinya rizqi, maka selayaknya ia hanya beribadah kepada Allah semata tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena dakwah yang paling utama dan paling mulia adalah dakwah tauhid. Seperti perkataan &lt;b&gt;Ibnul Qayyim&amp;nbsp;&lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt; &lt;/b&gt;&lt;i&gt;“Tauhid adalah kunci pembuka dakwah para Rasul”. Kemudian beliau menyebutkan tentang hadits Mu’adz bin Jabal yang diutus untuk mendakwahkan tauhid”&lt;/i&gt;.&lt;a href="http://aboeaswad.wordpress.com/2010/06/11/macam-macam-tauhid-dan-faedahnya/#_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, sudah seharusnya seorang hamba mendahulukan hak Allah di atas hak siapa pun. Karena seorang hamba telah mengetahui siapa yang menciptakannya dan untuk apa ia diciptakan. &lt;b&gt;Imam an-Nawawi &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; berkata, &lt;i&gt;“Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengingatkan bahwasanya cabang-cabang keimanan lainnya tidak akan sah dan tidak diterima kecuali setelah sahnya cabang yang paling utama ini (tauhid)”.&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segala puji bagi Allah. Maha Suci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada &lt;i&gt;ilah &lt;/i&gt;yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau, aku memohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disarikan dari kitab &lt;i&gt;“Khudz Aqidataka minal Kitabi was Sunnah Ash-Shahihah”&lt;/i&gt;, oleh &lt;i&gt;Muhammad bin Jamil Zainu &lt;/i&gt;dan tambahan seperlunya dari sumber lainnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diselesaikan pada hujan di siang hari, Wisma Misfallah Thalabul ‘Ilmi, Yogyakarta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;09 Jumadits Tsani 1431 H, 23 Mei 2010 M&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wiwit Hardi Priyanto (Abul Aswad)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr size="1" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://aboeaswad.wordpress.com/2010/06/11/macam-macam-tauhid-dan-faedahnya/#_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Mengingkari apa yang diwajibkan Allah ta’ala dari nama dan sifat-Nya, atau mengingkari sebagian nama dan sifat-Nya [Kitab Tahdzib Tashil Al-Aqidah Al-Islamiyah, hal.55 karya Syaikh Abdullah bin ‘Abdul ‘Aziz Al-Jibrin]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://aboeaswad.wordpress.com/2010/06/11/macam-macam-tauhid-dan-faedahnya/#_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Disadur secara ringkas dari Sittu Durar min Ushuul Ahlil Atsar (hal. 16-20, 22, 23) oleh ‘Abdul Malik bin Ahmad Ramadhani, cet. Maktabah al-‘Umarain al-‘Ilmiyyah, th. 1420 H, at-Tauhiid Awwalan yaa Du’aatal Islam oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany, cet. II-Maktabah al-Ma’arif-th. 1422 H, al-‘Aqiidah Awwalan lau Kaanu Ya’lamuun oleh Dr. ‘Abdul Aziz al-Qaari’, cet. II-th. 1406 H, Manhajul Anbiyaa’ fid Da’wah ilallaah fiihil Hikmah wal ‘Aql oleh Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali, [melalui situs almanhaj.or.id]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber&amp;nbsp; : &lt;b&gt;&lt;a href="http://aboeaswad.wordpress.com/2010/06/11/macam-macam-tauhid-dan-faedahnya/" target="_blank"&gt;http://aboeaswad.wordpress.com/&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen&lt;/div&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-893473322373779879?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/893473322373779879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/07/macam-macam-tauhid-dan-faedahnya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/893473322373779879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/893473322373779879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/07/macam-macam-tauhid-dan-faedahnya.html' title='Macam - Macam Tauhid dan Faedahnya'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-YOlDK0n7i2c/ThMQSVrJMSI/AAAAAAAAAmM/AOGoc1yzTXc/s72-c/tawheed3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-3745240726208993845</id><published>2011-06-29T19:45:00.002+07:00</published><updated>2011-11-09T21:01:10.087+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bid&apos;ah'/><title type='text'>Peringatan Isra' Mi'raj</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Ww6_2iqaqC0/Tgscv06Hs_I/AAAAAAAAAmI/uNz3lLYFYaQ/s1600/isra.PNG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://4.bp.blogspot.com/-Ww6_2iqaqC0/Tgscv06Hs_I/AAAAAAAAAmI/uNz3lLYFYaQ/s200/isra.PNG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Assalamu ‘alaikum..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi ada peringatan &lt;i&gt;Isra Mi’raj&lt;/i&gt;. Ada yang mengatakan bahwa &lt;i&gt;Isra’ Mi’raj&lt;/i&gt; tidak terjadi di bulan Rajab, apakah ini benar? Lantas, bagaimana hukum peringatan &lt;i&gt;Isra Mi’raj&lt;/i&gt;?&lt;br /&gt;Trims..&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tri Jogja (triXXXX@XXXXX.com )&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jawaban:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wa’alaikumus salam wa rahmatullah.&lt;/i&gt;&lt;span id="more-435"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 27 Rajab menjadi satu agenda penting bagi kaum muslimin. Mereka meyakini bahwa pada tanggal itu terjadi peristiwa &lt;i&gt;Isra’ &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Mi’raj&lt;/i&gt;. Padahal para ulama berselisih pendapat tentang tanggal terjadinya &lt;i&gt;Isra’&lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Mi’ra&lt;/i&gt;j. Disebutkan oleh Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri, ada sekitar 6 pendapat ulama, terkait dengan penentuan waktu kejadian &lt;i&gt;Isra’&lt;/i&gt; dan&lt;i&gt; Mi’raj&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama,&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Isra’&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Mi’raj&lt;/i&gt; terjadi di tahun pertama ketika beliau diangkat sebagai Nabi. Ini adalah pendapat At-Thabari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua,&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Isra’&lt;/i&gt; dan&lt;i&gt; Mi’ra&lt;/i&gt;j terjadi lima tahun setelah beliau diutus sebagai Nabi. Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Imam An-Nawawi dan Al-Qurthubi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga,&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Isra’ Mi’raj&lt;/i&gt; terjadi di malam 27  Rajab, tahun 10 setelah kenabian (sepuluh tahun setelah beliau diutus  menjadi Nabi). Ini pendapat Al-Manshurfuri.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat,&lt;/b&gt; peristiwa &lt;i&gt;Isra’&lt;/i&gt; terjadi 16 bulan sebelum beliau hijrah ke Madinah, tepatnya di bulan Ramadhan tahun 12 setelah kenabian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelima,&lt;/b&gt; peristiwa ini terjadi setahun dua bulan sebelum hijrah, atau tepatnya di bulan Muharram tahun 13 setelah kenabian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keenam,&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Isra’ Mi’raj&lt;/i&gt; terjadi satu tahun sebelum beliau hijrah ke Madinah, tepatnya di bulan Rabi’ul Awal tahun 13 setelah kenabian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari enam pendapat di atas, 3 pendapat pertama tertolak dan bertentangan dengan realita sejarah lainnya. (Lihat &lt;i&gt;Ar-Rahiqum Makhtum&lt;/i&gt;, hal. 85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana analisisnya?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya kami tegaskan –barangkali ada sebagian kaum muslimin yang  belum paham–, urutan bulan hijriyah: …Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, &lt;i&gt;dst&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Kemudian, sebagaimana yang kita ketahui, sekembalinya Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;  dari Isra’ Mi’raj, beliau membawa syariah shalat lima waktu. Sementara  para ahli sejarah menegaskan bahwa Khadijah meninggal di bulan Ramadhan  tahun kesepuluh setelah kenabian. Ini sebagaimana yang ditegaskan Ibnul  Jauzi (&lt;i&gt;Talqih Fuhum Ahlil Atsar&lt;/i&gt;, hal. 7). Padahal sampai Khadijah meninggal belum ada kewajiban shalat lima waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dua peristiwa ini, yaitu Isra’ Mi’raj dan wafatnya Khadijah  terjadi dalam tahun yang sama, tahun sepuluh setelah kenabian, tentunya  di bulan kematian Khadijah &lt;i&gt;radhiallahu ‘anha&lt;/i&gt;, kewajiban shalat sudah ada. Karena urutan bulan Rajab jatuh sebelum ramadhan.&lt;br /&gt;Adapun tiga pendapat terakhir, Al-Mubarakfuri memberi komentar,  “Untuk tiga pendapat sisanya, saya belum mendapatkan keterangan yang  menguatkan salah satu pendapat tersebut. Hanya saja, konteks surat  Al-Isra’ menunjukkan bahwa peristiwa ini terjadi di waktu-waktu terakhir  di Mekah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ulama Sepakat Peringatan &lt;i&gt;Isra’ Mi’raj&lt;/i&gt; adalah &lt;i&gt;Bid’a&lt;/i&gt;h&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Para ulama sepakat bahwa peringatan &lt;i&gt;Isra’ Mi’raj&lt;/i&gt; adalah acara &lt;i&gt;bid’ah&lt;/i&gt;.  Ibnul Qayyim menukil keterangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, yang  mengatakan, “Tidak diketahui dari seorang-pun kaum muslimin, yang  menjadikan malam &lt;i&gt;Isra’ Mi’raj&lt;/i&gt; lebih utama dibandingkan malam yang lainnya. Lebih-lebih menganggap bahwa malam &lt;i&gt;Isra’&lt;/i&gt; lebih mullia dibandingkan &lt;i&gt;lailatul qadar&lt;/i&gt;. Tidak seorangpun sahabat, maupun &lt;i&gt;tabi’in&lt;/i&gt; yang mengkhususkan malam &lt;i&gt;Isra’&lt;/i&gt;  dengan kegiatan tertentu, dan mereka juga tidak memperingati malam ini.  Karena itu, tidak diketahui secara pasti, kapan tanggal kejadian &lt;i&gt;Isra’ Mi’raj&lt;/i&gt;.” (&lt;i&gt;Zadul Ma’ad&lt;/i&gt;, 1/58 /59).&lt;br /&gt;Ibnu Nuhas mengatakan, “Memperingati malam &lt;i&gt;Isra’ Mi’raj&lt;/i&gt; adalah &lt;i&gt;bid’ah&lt;/i&gt; yang besar dalam urusan agama. Termasuk perkara baru yang dibuat-buat teman-teman setan.” (&lt;i&gt;Tanbihul Ghafili&lt;/i&gt;n, hal. 379 – 380. Dinukil dari &lt;i&gt;Al Bida’ Al Hauliya&lt;/i&gt;h, hal. 138)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Allahu a’lam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).&lt;br /&gt;Artikel &lt;a href="http://konsultasisyariah.com/peringatan-isra-mi%E2%80%99raj" target="_blank" title="Klik untuk menuju sumber!!!"&gt;www.KonsultasiSyariah.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-3745240726208993845?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/3745240726208993845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/06/peringatan-isra-miraj.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/3745240726208993845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/3745240726208993845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/06/peringatan-isra-miraj.html' title='Peringatan Isra&apos; Mi&apos;raj'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Ww6_2iqaqC0/Tgscv06Hs_I/AAAAAAAAAmI/uNz3lLYFYaQ/s72-c/isra.PNG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-5962789514898676036</id><published>2011-06-20T10:54:00.005+07:00</published><updated>2011-06-20T13:10:09.066+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syirik'/><title type='text'>Awas Jebakan Syirik Kedutan !!!</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-zpGdb7mgnyw/Tf7Cq7NuEXI/AAAAAAAAAmA/LjYoZlOO_Wk/s1600/eyes.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-zpGdb7mgnyw/Tf7Cq7NuEXI/AAAAAAAAAmA/LjYoZlOO_Wk/s200/eyes.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;”&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Dan hanya kepada ALLAH hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”&lt;/i&gt; (QS. Al-Maa’idah: 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah seorang ‘Kyai’ tiba-tiba menghentikan ceramahnya lalu berkata: &lt;i&gt;“Di sini ada yang mengunjing saya, buktinya, MATA saya kedutan.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayakah anda dengan kesimpulan sang kyai tersebut?&lt;br /&gt;Mungkin anda pernah mengalami kedutan, yakni adanya getaran cepat pada  bagian tubuh tertentu. Datangnya tiba-tiba, dan tidak dapat dikendalikan  gerakannya. Mungkin dari sinilah kemudian orang membuat tafsiran yang  bermacam-macam tentang kedutan. Untuk setiap anggota badan yang kedutan  memiliki tafsiran yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, jika seluruh bagian tubuh berkedut, itu tandanya akan menghadapi  banyak urusan. Jika hanya kepala sebelah kiri saja berarti akan mendapat  rezeki ‘nomplok’. Jika kepala sebelah kanan yang berkedut, artinya akan  mendapat pujian orang banyak. Jika alis yang berkedut katanya pertanda  akan bertemu dengan orang dicintai. Lain halnya jika yang berkedut  adalah kulit mata sebelah kanan, konon dia akan menangis karena akan  mendapatkan kejadian yang menyakitkan. Ada juga yang bilang kalau daun  telinga berkedut itu tandanya orang membicarakan keburukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah seterusnya, orang membuat tafsir kedutan dari ubun-ubun hingga  ujung kaki. Katanya kedutan pada ubun-ubun adalah alamat akan diangkat  jadi pemimpin, sedangkan kedutan di tumit pertanda dia akan prihatin dan  bekerja keras.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang mempercayai kebenaran bahwa kedutan membawa tanda-tanda  tertentu, maka dia akan berharap-harap mendapat kebaikan apabila kedutan  tersebut pada bagian-bagian yang dianggap membawa kebaikan. Dan bila  kedutan tersebut memberi tanda keburukan, maka hatinya akan cemas  memikirkan keburukan yang akan menimpanya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Firasat Memang Ada&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalangan ulama tidak mengingkari adanya firasat yang dimiliki oleh orang  mukmin, apalagi ada hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi  yang berbunyi, &lt;i&gt;“Hati-hatilah dengan firasatnya orang mukmin, karena dia melihat dengan cahaya ALLAH.”&lt;/i&gt; (HR. Tirmidzi, Gharib)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim Al-Jauziyah termasuk ulama yang menguatkan adanya firasat  bagi orang mukmin, seperti terlihat dalam karya-karya beliau. Di antara  yang beliau katakan adalah, &lt;i&gt;“Barangsiapa yang menjaga dhahirnya  dengan mengikuti sunnah, menjaga hatinya dengan muraqabah, menjaga  matanya dari yang haram dan mencegah nafsunya dari syubhat dan makan  (hanya) dari yang halal, niscaya firasatnya tidak salah.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, hakikat dan bagaimana terjadinya firasat sangatlah berbeda  dengan apa yang dipahami oleh orang-orang yang mempercayai hubungan  kedutan dengan peristiwa yang akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Al-mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwazhi bi syarh jami’ Tirmidzi,  ketika menjelaskan hadits di atas menyatakan: (firasat) bisa memiliki  dua pengertian, seperti yang terlihat pada dhahir hadits, yakni ALLAH  menyusupkan firasat itu di hati para wali-NYA, sehingga mereka  mengetahui kondisi seseorang sebagai bagian dari karomah, atau memiliki  ketepatan wawasan, dugaan dan kemantapan. Makna kedua, dia mendapatkan  (firasat) itu berdasarkan pengalaman, keadaan, atau perilaku kebiasaan  yang dengannya bisa diketahui kondisi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama tidak menyebutkan bahwa firasat itu hadir dengan adanya  sinyal dari gerakan tubuh tertentu (kedutan), arah angin tertentu atau  suara burung tertentu. Bahkan mengaitkan kedutan dengan peristiwa  tertentu lebih layak dikatakan &lt;b style="color: red;"&gt;tathayyur&lt;/b&gt; yang merupakan &lt;b style="color: red;"&gt;kesyirikan&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bahasa kata ini berasal dari kata thair yang bermakna burung,  yakni meramal kejadian berdasar suara burung. Namun pengertian tersebut  secara istilah juga mencakup seluruh keyakinan yang mengaitkan peristiwa  tertentu dengan tanda tertentu yang secara ilmiah dan syar’i tidak ada  kaitannya, lalu hal itu dijadikan acuan untuk melangkah atau  mengurungkan suatu perbuatan. Perbuatan ini termasuk &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/search/label/Syirik" target="_blank"&gt;syirik&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Imam Ahmad  meriwayatkan hadits dari Ibnu Amru, &lt;i&gt;“Barangsiapa yang mengurungkan hajatnya karena tathayyur, maka dia telah berbuat syirik.”&lt;/i&gt; (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada hubungannya telinga kedutan dengan orang menggunjingnya di  tempat jauh, baik secara ilmiah maupun secara syar’i. sehingga tidak  layak kita menjadi sedih karena menunggu musibah yang akan terjadi  setelah ada sinyal kedutan, atau mengurungkan niat baik gara-gara  kedutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Khurafat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hasil otak-atik orang yang mengaitkan kedutan dengan peristiwa tertentu  bisa pula dikatakan khurafat. Karena makna khurafat berasal dari kata  kharaf yang bermakna pikiran yang bingung. Sedangkan secara istilah ada  yang mengartikan sebagai &lt;b style="color: red;"&gt;dongeng, isu atau rumor&lt;/b&gt; yang tidak ada bukti  kebenarannya.&lt;br /&gt;Terdapat pula riwayat yang menyebutkan asal-usul khurafat. Aisyah  berkata, “Suatu hari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassallam bercerita di hadapan para istrinya,  lalu salah seorang di antara mereka berkata, ‘&lt;i&gt;Wahai Rasulullah, cerita itu hanyalah khurafat!&lt;/i&gt;’ Nabi bertanya, ‘&lt;i&gt;Tahukah  kalian apakah khurafat itu? Ada seorang laki-laki dari Udzrah yang  ditawan oleh jin pada masa jahiliyah dahulu, lalu orang itu tinggal  bersama jin selama berbulan-bulan. Setelah itu dia dikembalikan ke alam  manusia, lalu dia bercerita kepada orang-orang tentang peristiwa ajaib  yang dialaminya,kemudian orang-orang berkata: ‘Itu cerita khurafat.’’’&lt;/i&gt;(HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khurafat bisa juga bermakna suatu keyakinan yang dihasilkan dari rekaan,  khayalan, atau otak-atik orang yang mengaitkan kejadian satu dengan  yang lain tanpa dasar ilmiah dan syar’iyah. Istilah lain yang mungkin  dekat dengan khurafat adalah &lt;b style="color: red;"&gt;mitos&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedutaan bukan merupakan tanda apa-apa. Apalagi sebab terjadinya bisa  dijelaskan secara medis. Kedutan pada kelopak mata misalnya, itu bisa  saja terjadi akibat gangguan syaraf pada kelopak mata sehingga otot pada  pada kelopak mata berkontraksi secara ritmis, tak ada hubungannya  dengan peristiwa yang dialami.&lt;br /&gt;Walaupun terkadang setelah dia kedutan misal di tangan kemudian setelah  itu dia menerima duit. Kejadian tersebut hanya kebetulan belaka, yang  tidak ada hubungan sama sekali. Bisa jadi dia menerima uang tersebut  karena sebelumnya dia bekerja dan mendapat upah, maka pekerjaannya  itulah yang menyebabkan dia mendapatkan uang, bukan karena kedutan di  tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAH telah memperingatkan untuk tidak menduga-duga suatu perkara ghaib, “&lt;i&gt;Dan  kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja.  Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai  kebenaran&lt;/i&gt;.” (QS. Yunus: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;b&gt; Ar-Risalah no. 38 Tahun 2004&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disalin dari &lt;b&gt;&lt;a href="http://metafisis.wordpress.com/2011/05/01/awas-jebakan-syirik-kedutan/" target="_blank"&gt;sini.&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TOQLIKc2ISI/AAAAAAAAAV4/9zJ_GuRQARw/s1600/gue.png" style="background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-5962789514898676036?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/5962789514898676036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/06/awas-jebakan-syirik-kedutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/5962789514898676036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/5962789514898676036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/06/awas-jebakan-syirik-kedutan.html' title='Awas Jebakan Syirik Kedutan !!!'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-zpGdb7mgnyw/Tf7Cq7NuEXI/AAAAAAAAAmA/LjYoZlOO_Wk/s72-c/eyes.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-5385393825905595822</id><published>2011-05-31T22:52:00.001+07:00</published><updated>2011-11-09T21:05:06.254+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ulang Tahun'/><title type='text'>Sejarah Perayaan Ulang Tahun</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Orz2OAU0Rc0/TeUNIk0aEtI/AAAAAAAAAls/gSpOpQCth20/s1600/happy_birthday-1744.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-Orz2OAU0Rc0/TeUNIk0aEtI/AAAAAAAAAls/gSpOpQCth20/s200/happy_birthday-1744.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Sejarah Hari Ulang Tahun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sangat menarik  untuk mempelajari sejarah perayaan ulang tahun. Sejarah ulang tahun  dapat ditelusuri sebelum munculnya agama Kristen di mana perayaan untuk  menangkal roh jahat! Jika ini mengejutkan Anda, baca terus untuk fakta  yang lebih menarik dan kemajuan bertahap dari perayaan ulang tahun dalam  sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perkembangan Kalender&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Awalnya  manusia tidak tahu bagaimana menghitung tanggal sehingga mereka tidak  dapat memperhatikan peringatan peristiwa penting seperti ulang tahun.  Secara bertahap, manusia mulai mengerti siklus lunar dan mereka  mengembangkan kalender berdasarkan siklus lunar tersebut. Hal ini  membuat mudah bagi mereka untuk menghitung tanggal lahir dan  merayakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sejarah Perayaan Hari Ulang Tahun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sejarah perayaan ulang tahun dapat ditelusuri kembali sebelum munculnya  Kristen. Dalam budaya pagan diyakini roh-roh jahat mengunjungi orang -  orang pada hari ulang tahun mereka. Untuk melindungi orang yang memiliki  ulang tahun dari pengaruh jahat, orang-orang diundang untuk  mengelilingi dia dan berpesta. Membuat banyak suara untuk menakut-nakuti  roh-roh jahat. Pada waktu itu tidak ada tradisi membawa hadiah dan tamu  menghadiri pesta ulang tahun akan membawa keinginan yang baik bagi  orang ulang tahun. Namun, jika tamu membawa hadiah itu dianggap sebagai  pertanda baik bagi orang kehormatan. Kemudian, bunga menjadi cukup  populer sebagai hadiah Ulang Tahun.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Catatan Perayaan Ulang Tahun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Para sejarawan yakin bahwa perayaan ulang tahun diselenggarakan di  beberapa masa tetapi ada beberapa catatan yang sama. deskripsi perayaan  ulang tahun terdokumentasi hanya untuk raja-raja, bangsawan jabatan  tinggi dan mereka yang memegang posisi tinggi di masyarakat. Pada  masyarakat umum dan terutama anak-anak tidak mampu untuk merayakan ulang  tahun. Sejarawan percaya bahwa perbedaan ini ada karena hanya kaum  bangsawan itu cukup kaya untuk mengadakan pesta ulang tahun dan dianggap  cukup penting untuk ditulis tentang perayaannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perayaan Ulang Tahun Populer dalam Sejarah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* Perayaan Ulang tahun yang paling terkenal dalam sejarah adalah &lt;b&gt;&lt;del&gt;&lt;/del&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yesus Kristus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;. Selama hampir 2000 tahun sejak kelahiran Yesus di Betlehem, orang Kristen telah menghormatinya sebagai Natal.&lt;br /&gt;* Sekitar 4.000 tahun yang lalu &lt;b&gt;Raja Firaun&lt;/b&gt; merayakan ulang tahunnya dengan memberikan suatu hari raya bagi pengikut istananya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan terjadilah pada hari ketiga, &lt;b&gt;hari kelahiran Firaun, maka Firaun mengadakan perjamuan untuk semua pegawainya&lt;/b&gt;. Ia meninggikan kepala juru minuman dan kepala juru roti itu di tengah-tengah para pegawainya."&lt;/i&gt; &lt;b&gt;[Perjanjian Lama, Kejadian 40 : 20]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* &lt;b&gt;Raja Herodes&lt;/b&gt;  dikatakan telah merayakan ulang tahunnya dengan memperlakukan raja,  kapten tinggi dan teman-teman khusus dengan pesta makan malam khusus di  Galilea.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika &lt;b&gt;Herodes pada hari ulang tahunnya&lt;/b&gt; mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea."&lt;/i&gt; &lt;b&gt;[Perjanjian Baru, Markus 6:21]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sejarah Tradisi dan Simbol - Simbol Ulang Tahun yang Populer&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tradisi dan simbol-simbol ulang tahun yang populer yang kita  lihat sekarang ini berasal ratusan tahun yang lalu. Beberapa percaya  bahwa tradisi kue ulang tahun yang dimulai oleh orang Yunani awal yang  membuat kue berbentuk bulat atau bulan (merepresentasikan bulan purnama)  untuk &lt;b&gt;kuil Artemis - Dewi Bulan&lt;/b&gt;. Lainnya percaya bahwa kebiasaan kue ulang tahun yang dimulai di Jerman di mana orang membuat roti dalam bentuk bayi &lt;b&gt;&lt;del&gt;&lt;/del&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yesus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;kain lampin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan  populer menyalakan lilin pada kue dikatakan berasal dari Yunani yang  menggunakan lilin yang menyala pada kue yang dipersembahkan untuk &lt;b&gt;Artemis (Dewi Bulan)&lt;/b&gt;  untuk membuatnya bersinar layaknya bulan. Meskipun beberapa percaya  bahwa adat berasal karena keyakinan agama bahwa tuhan tinggal di langit  dan menyalakan lilin membantu untuk mengirim sinyal atau doa kepada  dewa. Jerman dikatakan telah menempatkan sebuah lilin besar di tengah  kue untuk melambangkan &lt;b&gt;'cahaya kehidupan'&lt;/b&gt;. Bahkan orang-orang hari ini membuat &lt;b&gt;'silent wishes'&lt;/b&gt; saat mereka meniup lilin. Hal ini diyakini bahwa meniup semua lilin dalam satu nafas membawa keberuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ulang Tahun di Masa Kini&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun perayaan ulang tahun menjadi sangat populer di  seluruh dunia dan hari ini mereka secara global dirayakan oleh  orang-orang terlepas dari kasta dan status sosial. Meskipun metode  perayaan ulang tahun serupa di sejumlah negara beberapa negara mengikuti  cara unik untuk perayaan berdasarkan lingkungan budaya mereka, tradisi  agama dan kepercayaan spiritual. Di mana-mana ulang tahun adalah hari  istimewa orang dan pesta ulang tahun diselenggarakan untuk menikmati  hari dengan bersenang-senang dengan orang yang dicintai. Mereka yang  tidak mampu hadir, mengirim ucapan selamat dan do'a mereka lewat &lt;i&gt;Birthday Cards&lt;/i&gt; mengikuti tradisi yang dimulai di Inggris sekitar 100 tahun yang lalu. [ http://www.tokenz.com/history-of-birthday.html]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan  sejarah di atas maka perayaan hari ulang tahun itu berasal dari tradisi  paganisme, raja firaun, raja herodes dan umat nasrani yang kental akan  kesyirikan dan tahayul. Perayaan ini bukanlah berasal dari Islam, tidak  sama sekali. Sudah sepatutnya kita sebagai umat Islam meninggalkan  perayaan ulang tahun di samping itu, ini merupakan bentuk tasyabuh  dengan orang kafir. &lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا  الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا  الْكِتَابَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ * وَكَيْفَ  تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ آيَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ  رَسُولُهُ وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ  مُسْتَقِيمٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti  sebahagian dari orang-orang yang diberi Al-Kitab, niscaya mereka akan  mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.  Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah  dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu?  Barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya  ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;[QS. Ali ‘Imraan : 100-101]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  dalil bahwasannya orang-orang kafir bergembira dengan perbuatan kaum  muslimin yang menyerupai mereka adalah firman Allah ta’ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَنْ  تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ  قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ  أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ  اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Orang-orang Yahudi dan  Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama  mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang  benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah  pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan  penolong bagimu.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;[QS. Al-Baqarah : 120]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْيَهُودُ مَغْضُوبٌ عَلَيْهِمْ وَالنَّصَارَى ضُلَّالٌ (رواه الترمذي رقم ٢٩٥٤ وصححه الألباني في سلسلة الصحيحة رقم ٣٢٦٣)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Yahudi adalah (umat) yang dimurkai dan Nashara adalah (umat) yang sangat sesatnya.”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;[HR. At-Tirmidzi no. 2954, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 3263]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-5385393825905595822?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/5385393825905595822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/05/sejarah-perayaan-ulang-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/5385393825905595822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/5385393825905595822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/05/sejarah-perayaan-ulang-tahun.html' title='Sejarah Perayaan Ulang Tahun'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Orz2OAU0Rc0/TeUNIk0aEtI/AAAAAAAAAls/gSpOpQCth20/s72-c/happy_birthday-1744.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-5277134680953999470</id><published>2011-05-30T07:06:00.006+07:00</published><updated>2011-11-09T21:13:35.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Trik dan tips komputer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Blogger'/><title type='text'>20 Password Paling Umum dan Berbahaya</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/--ttbA8dwbZs/TeLfxlqTXJI/AAAAAAAAAlk/p0oFJSJy_dU/s1600/PASSWORD1.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/--ttbA8dwbZs/TeLfxlqTXJI/AAAAAAAAAlk/p0oFJSJy_dU/s1600/PASSWORD1.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Yakinkah password yang anda pakai sudah cukup aman? Banyak cara untuk mengambil alih admin blog dan salah satunya adalah mengujicoba password. Berikut 20 password ini biasanya akan jadi prioritas pertama para cracker untuk menyusup ke admin area blog anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda pemilik password-password ini, segera rubah sebelum terlambat.  Karena zoneAlarm, 79% orang menggunakan password yang tidak aman dan  inilah 20 password yang paling banyak dipakai : &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-dnnX1ft1BBc/TeLdPTLzyII/AAAAAAAAAlg/APtKTAFzoxc/s1600/PASSWORD.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-dnnX1ft1BBc/TeLdPTLzyII/AAAAAAAAAlg/APtKTAFzoxc/s1600/PASSWORD.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://blog.zonealarm.com/2011/01/securing-yourself-from-a-world-of-hackers.html&lt;br /&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-5277134680953999470?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/5277134680953999470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/05/20-password-paling-umum-dan-berbahaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/5277134680953999470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/5277134680953999470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/05/20-password-paling-umum-dan-berbahaya.html' title='20 Password Paling Umum dan Berbahaya'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/--ttbA8dwbZs/TeLfxlqTXJI/AAAAAAAAAlk/p0oFJSJy_dU/s72-c/PASSWORD1.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-7404211579777661305</id><published>2011-05-29T07:40:00.003+07:00</published><updated>2011-11-09T21:15:11.292+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bid&apos;ah'/><title type='text'>Menyoal Asal-Usul Shalawat Nariyah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-QVivIlnrAkk/TeLknoazM8I/AAAAAAAAAlo/gouN4I3XaXo/s1600/shalawat_nariyah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="199" src="http://3.bp.blogspot.com/-QVivIlnrAkk/TeLknoazM8I/AAAAAAAAAlo/gouN4I3XaXo/s200/shalawat_nariyah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Siapa yang tak kenal dengan shalawat Nariyah? Mayoritas kita mungkin  mengenalnya, atau bahkan telah menghafalnya, atau setidaknya pernah  mendengar nama tersebut. Tepat sekali, nama ini begitu masyhur di  kalangan masyarakat kita sehingga banyak orang yang mengetahuinya.  Bahkan saya sendiri dulu pernah menghafal dan sering membacanya dalam  kehidupan sehari-hari. Namun sekarang saya meninggalkannya. &lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;Konon kabarnya shalawat Nariyah ini adalah gubahan shalawat dari seorang sahabat Nabi &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;.  Begitulah cerita yang saya dengar dari kaum Nahdhiyin. Untuk mengetahui  kisah itu selengkapnya, bacalah nukilan artikel yang saya dapatkan dari  sebuah website berikut ini:&lt;br /&gt;Shalawat Nariyah adalah sebuah shalawat yang disusun oleh Syaikh Nariyah. Syaikh yang satu ini hidup pada zaman Nabi Muhammad &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;  sehingga termasuk salah satu sahabat Nabi. Beliau lebih menekuni bidang  ketauhidan. Syaikh Nariyah selalu melihat kerja keras Nabi dalam  menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal shaleh dan  akhlaqul karimah sehingga Syaikh selalu berdoa kepada Allah memohon  keselamatan dan kesejahteraan untuk Nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi  biasa disebut shalawat dan Syaikh Nariyah adalah salah satu penyusun  shalawat Nabi yang disebut shalawat Nariyah.&lt;br /&gt;Suatu malam Syaikh Nariyah membaca shalawatnya sebanyak 4444 kali.  Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu  majelis beliau mendekati Nabi Muhammad &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;  dan minta dimasukan surga pertama kali bersama Nabi. Dan Nabi pun  mengiyakan. Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan  yang sama seperti Syaikh Nariyah. Namun Nabi mengatakan tidak bisa  karena Syaikh Nariyah sudah minta terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengapa sahabat itu ditolak Nabi &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;?  dan justru Syaikh Nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui  mengenai amalan yang setiap malam diamalkan oleh Syaikh Nariyah yaitu  mendoakan keselamatan dan kesejahteraan Nabinya. Orang yang mendoakan  Nabi Muhammad &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; pada hakekatnya  adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin  nabi-nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan  keberkahan yang sangat kuat.&lt;br /&gt;Jadi Nabi berperan sebagai wasilah yang bisa melancarkan doa umat  yang bershalawat kepadanya. Inilah salah satu rahasia doa/shalawat yang  tidak banyak orang tahu sehingga banyak yang bertanya kenapa Nabi malah  didoakan umatnya? untuk itulah jika kita berdoa kepada Allah jangan lupa  terlebih dahulu bershalawat kepada Nabi &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; karena doa kita akan lebih terkabul daripada tidak berwasilah melalui bershalawat.&lt;br /&gt;Inilah riwayat singkat shalawat Nariyah. Hingga kini banyak orang  yang mengamalkan shalawat ini, tak lain karena meniru yang dilakukan  Syaikh Nariyah. Dan ada baiknya shalawat ini dibaca 4444 kali karena  Syaikh Nariyah memperoleh karomah setelah membaca 4444 kali. Jadi jumlah  amalan itu tak lebih dari itba’ (mengikuti) ajaran Syaikh.&lt;br /&gt;Agar bermanfaat, membacanya harus disertai keyakinan yang kuat, sebab  Allah itu berada dalam prasangka hambanya. Inilah pentingnya punya  pemikiran yang positif agar doa kita pun terkabul. Meski kita berdoa  tapi tidak yakin (pikiran negatif) maka bisa dipastikan doanya tertolak.  (&lt;a href="http://www.indospiritual.com/"&gt;http://www.indospiritual.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Dari tulisan dalam website itu, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa  pengarang shalawat Nariyah adalah Syaikh Nariyah yang merupakan sahabat  Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; yang telah dijamin  oleh Allah dengan surga-Nya. Bagaimana tindakan kita dalam menyikapi  cerita ini dan yang semisalnya? Apakah kita langsung mempercayainya  tanpa melakukan tabayyun?&lt;br /&gt;Seorang muslim hendaknya tidak langsung percaya begitu saja dengan  cerita atau kisah yang disampaikan kepadanya tanpa meneliti terlebih  dahulu kebenaran cerita atau kisah yang disampaikan kepadanya tersebut.  Inilah tabayyun, yakni meneliti kebenaran sebuah cerita yang disampaikan kepada kita sebelum kita menentukan benar tidaknya cerita  tersebut. Terlebih lagi hal ini merupakan permasalahan agama, maka  hendaknya kita lebih waspada lagi dalam menerima cerita yang disampaikan  kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Janggal dan Tidak Lazim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita tersebut di atas, ada beberapa hal yang hendaknya kita  perhatikan dengan seksama, yang pertama yakni: Benarkah ada sahabat  Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; yang bernama Syaikh Nariyah?&lt;br /&gt;Para sahabat Nabi adalah orang-orang yang telah dimuliakan oleh Allah dan dipuji oleh Allah dan Rasul-Nya dengan pujian &lt;i&gt;Khairun Naas&lt;/i&gt;  (Manusia Terbaik). Oleh karena itu, banyak di antara kalangan para ulama  yang menaruh perhatian yang sangat besar tentang biografi dan  perjalanan hidup para sahabat Nabi. Oleh karena itu begitu banyak kitab  yang ditulis yang mengumpulkan biografi dan perjalanan hidup generasi  terbaik ini dan beberapa generasi yang hidup di zaman kemuliaan Islam  tersebut. Sebut saja Hilyatul Awliyaa` yang ditulis oleh Al-Hafizh Abu  Nu’aim Al-Asfahani. Ada lagi kitab &lt;i&gt;Tahdzibul Kamal &lt;/i&gt;karya al-Hafizh Al-Mizzi, Shifatush Shafwah karya Imam Ibnul Jauzi, &lt;i&gt;Al-Ishabatu fi Tamyizish Shahabah &lt;/i&gt;karya  al-Hafizh Ibn Hajar al-’Asqalani dan berbagai kitab sejarah lainnya  yang intinya adalah para ulama memberikan perhatian yang sangat besar  terhadap biografi dan perjalanan hidup para sahabat Nabi.&lt;br /&gt;Para dewan redaktur majalah As-Sunnah mengatakan, “Setelah meneliti  berbagai kitab di atas dan juga referensi biografi lainnya, yang biasa  diistilahkan para Ulama dengan &lt;i&gt;kutubut tarajim wa ath-thabaqat, &lt;/i&gt;ternyata tidak dijumpai seorang pun di antara Sahabat Nabi&lt;i&gt; Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;,  yang bernama Nariyah. Bahkan sepengetahuan kami, tidak ada seorang pun  Ulama klasik yang memiliki nama tersebut. Lalu, dari manakah orang  tersebut berasal ??”&lt;br /&gt;Sebenarnya ada sebuah kejanggalan pada nama orang yang disangka  sebagai sahabat Nabi tersebut, yakni: jika kita terbiasa berinteraksi  dengan hadits-hadits Nabi dan biografi para sahabat, belum pernah kita  jumpai adanya nama sahabat Nabi yang mendapat ‘gelar’ “SYAIKH”.  Perhatikanlah nama di atas, “Syaikh Nariyah”. Ini adalah sesuatu hal  yang sangat tidak lazim terjadi di kalangan para ulama salaf, terlebih  lagi para sahabat Nabi. Cobalah seandainya seseorang sedikit saja  membaca kitab para ulama yang menuliskan biografi para sahabat,&amp;nbsp; ketika  mendengar atau membaca nama Syaikh Nariyah yang disangka sebagai sahabat  Nabi, maka ia akan merasakan sesuatu yang aneh, ganjil dan tidak lazim.  Mungkin –Allahua’lam- orang yang membuat kisah ini adalah orang yang  tidak terbiasa berinteraksi dengan nama para sahabat Nabi, sehingga ia  melakukan tindakan yang cukup fatal dan dianggap ganjil oleh orang-orang  yang terbiasa dengan biografi para sahabat Nabi. Dari sini saja kita  sudah sangsi tentang keshahihan kisah tersebut sehingga kita bisa  menyimpulkan bahwa tidak ada sahabat Nabi yang bernama Syaikh Nariyah.  Jadi, penyandaran shalawat ini kepada sahabat Nabi yang bernama Syaikh  Nariyah sangat diragukan kebenarannya.&lt;br /&gt;Kemudian yang kedua, kisah tersebut di atas dinukil dengan tanpa  sanad sehingga bagi orang-orang yang memahami betul pentingnya sanad  dalam sebuah riwayat, mereka akan sangat sulit melacak keotentikan  cerita di atas. Jangankan sanad, artikel tersebut juga tidak  mencantumkan referensi dari mana kisah itu dinukil. Sepertinya, -&lt;i&gt;Allahua’alam&lt;/i&gt;-  orang yang membuat kisah di atas bukanlah orang yang memiliki amanah  ilmiah yang bisa dipertanggung jawabkan karena gelapnya asal-usul dan  periwayatan kisah tersebut di atas.&lt;br /&gt;Imam ‘Abdullah bin al-Mubarak pernah berkata, &lt;i&gt;“Isnad &lt;/i&gt;adalah bagian dari agama. Jika tidak ada &lt;i&gt;isnad, &lt;/i&gt;seseorang akan bebas mengatakan apa yang dikehendakinya.” &lt;a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2010/10/12/shalawat-nariyah-dalam-timbangan/#_ftn12"&gt;(Diriwayatkan oleh Imam Muslim &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; dalam muqaddimah &lt;i&gt;Shahihnya&lt;/i&gt;)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fenomena Yang Sangat Memprihatinkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tersebarnya berbagai kisah yang gelap asal-usulnya di masyarakat luas  merupakan sebuah fenomena yang sangat memprihatinkan. Apalagi jika  kisah tersebut membawa-bawa nama Rasulullah &lt;i&gt;shallalaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;  dan para sahabatnya. Sungguh kita mengkhawatirkan mereka karena bisa  terjatuh ke dalam kedustaan yang diatasnamakan kepada Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallaahu ‘anhu&lt;/i&gt;, bahwasanya Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka”&lt;/i&gt; (HR. Bukhari, Muslim dan lainnya)&lt;br /&gt;Berdusta atas nama Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; tidaklah sama dengan berdusta atas nama selain nama Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;. Jika berdusta kepada selain Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; saja merupakan sebuah dosa, tentu berdusta atas nama Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;  dosanya jauh lebih besar ketimbang berdusta atas nama selain beliau  dikarenakan kedudukan Rasulullah yang mulia, dan dikarenakan kedustaan  atas nama Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; akan  memunculkan suatu hukum tertentu dalam agama yang mana hukum tersebut  tidak pernah ada yang pada akhirnya menimbulkan kerusakan yang sangat  besar.&lt;br /&gt;Kita ambil saja contohnya dari kisah shalawat Nariyah di atas. Berapa  banyak orang yang meyakini bahwa shalawat tersebut berasal dari Syaikh  Nariyah yang ‘disangka’ sebagai sahabat Nabi? Berapa banyak orang yang  salah kaprah dalam amaliah mereka? Semua itu adalah akibat dari adanya  kisah dusta di atas yang diatasnamakan kepada Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;  dan para sahabatnya. Inilah salah satu sebab beredarnya hadits-hadits  palsu di tengah umat, yakni adanya tukang-tukang cerita yang  mengarang-ngarang cerita, kemudian disandarkan kepada Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Jika kisah asal usul dari shalawat Nariyah ini tidaklah shahih, merupakan kedustaan atas nama Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;  dan merupakan kisah yang gelap asal-usulnya, maka masihkah kita  meyakininya dan mengamalkan shalawat ini? Kita katakan tidak. Hendaklah  kita meninggalkan perkara-perkara yang tidak jelas asal-usulnya,  terlebih lagi menyangkut persoalan agama dan ibadah. Tentu hal ini akan  menjadi suatu keharusan untuk meninggalkannya dan beralih kepada amaliah  yang shahih yang datangnya dari Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;Bukan berarti orang yang meninggalkan shalawat Nariyah dan tidak mau  mengamalkannya adalah orang-orang yang tidak cinta kepada shalawat dan  tidak mau bershalawat. Tidak demikian adanya. Hanya saja yang kita  kehendaki adalah hendaknya kita bershalawat sesuai dengan apa yang  dituntunkan oleh Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; melalui hadits-hadits yang shahih.&lt;br /&gt;Shalawat merupakan sebuah ibadah yang agung. Oleh karena itu, mustahil kalau Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; tidak mengajarkan kepada kita tatacara bershalawat yang benar. Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;  telah menjelaskan kepada kita dengan jelas tentang bagaimana kita  bershalawat. Beliau juga mengajarkan kepada kita lafazh-lafazh atau  bacaan-bacaan shalawat yang benar. Semua itu telah beliau ajarkan  sehingga tidak perlu lagi menggubah atau mengarang-ngarang tatacara dan  bacaan shalawat sendiri. Bahkan parahnya lagi adalah jika kita  mengiringinya dengan kisah dan cerita yang kita pun mengarangnya sendiri  kemudian kita sandarkan kisah dan cerita kita atasnama Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; sebagai upaya pembenaran terhadap sesuatu yang batil.&lt;br /&gt;Rasulullah &lt;i&gt;shallallaahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;i&gt;”Barangsiapa yang membuat-buat sesuatu yang baru yang tidak kami perintahkan, maka hal tersebut tertolak (di sisi Allah)”&lt;/i&gt; (HR. Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallaahu ‘anhaa)&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain disebutkan, &lt;i&gt;“Barangsiapa yang mengamalkan  suatu amalan yang tidak pernah kami contohkan atas amalan tersebut, maka  amalan tersebut tertolak (di sisi Allah)”&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Allahua’lam bish-showab.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Referensi tulisan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.indospiritual.com/"&gt;http://www.indospiritual.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; As-Sunnah edisi 06/Thn. XIV/Dzulqa’dah 1431H/Oktober 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://catatanaqilazizi.wordpress.com/2011/05/25/menyoal-asal-usul-shalawat-nariyah/ &lt;br /&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-7404211579777661305?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/7404211579777661305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/05/menyoal-asal-usul-shalawat-nariyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/7404211579777661305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/7404211579777661305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/05/menyoal-asal-usul-shalawat-nariyah.html' title='Menyoal Asal-Usul Shalawat Nariyah'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-QVivIlnrAkk/TeLknoazM8I/AAAAAAAAAlo/gouN4I3XaXo/s72-c/shalawat_nariyah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-5862340668203608584</id><published>2011-05-23T16:40:00.001+07:00</published><updated>2011-11-09T21:16:34.230+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab dan Do&apos;a'/><title type='text'>Adab Salam dan Shalawat</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; margin: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-yTzSQq3VzzI/Tdoqc2RVjZI/AAAAAAAAAlY/q3NfsMgSz04/s1600/salam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-yTzSQq3VzzI/Tdoqc2RVjZI/AAAAAAAAAlY/q3NfsMgSz04/s200/salam.jpg" style="cursor: move;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Penulis: Ummu Sufyan bintu Muhammad&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Muraja’ah: ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Salah satu bentuk ibadah yang terlalaikan, namun dianggap sebagai hal biasa di kalangan kaum muslimin sekarang ini adalah menulis salam dan shalawat dengan disingkat. Padahal telah diketahui bahwa dalam kaidah penggunaan bahasa Arab, kesempurnaan tulisan dan pembacaan lafadz akan mempengaruhi arti dan makna dari sebuah kata dan kalimat.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Lalu, bagaimana jika salam dan shalawat disingkat dalam penulisannya?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Apakah akan merubah arti dan makna kalimat tersebut?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span id="more-245" style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;a href="http://muslimah.or.id/fiqh-muslimah/adab-salam-dan-shalawat.html" style="color: #cc0066; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;" title="Adab Salam dan Shalawat"&gt;&lt;b style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Adab Menulis Salam&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Kata&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;salaam&amp;nbsp;&lt;/i&gt;memuat makna keterbebasan dari setiap malapetaka dan perlindungan dari segala bentuk aib dan kekurangan.&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Salaam&amp;nbsp;&lt;/i&gt;juga berarti aman dari segala kejahatan dan terlindung dari peperangan. Oleh karena itu, Islam memerintahkan supaya menampakkan salam dan menyebarluaskannya (Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali dalam kitab B&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;ahjatun Naadzirin Syarah Riyadhush Shalihin, Bab Keutamaan Salam dan Perintah Untuk Menyebarluaskannya&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya,&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;“Dan apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.”&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(Qs. An-Nisaa’: 86)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Yang dimaksud dengan penghormatan pada ayat diatas adalah ucapan salam, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;li style="margin: 0px 0px 10px 20px; padding: 0px;"&gt;Assalaamu ‘alaykum&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0px 0px 10px 20px; padding: 0px;"&gt;Atau assalaamu ‘alaykum warahmatullaah&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0px 0px 10px 20px; padding: 0px;"&gt;Atau assalamu ‘alaykum warahmatullaah wabarakaatuh&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Dalam ayat diatas juga terdapat perintah untuk membalas salam dengan yang lebih baik atau serupa dengan itu. Misalkan ada yang memberi salam dengan ucapan assalaamu ‘alaykum maka balaslah dengan yang serupa, yaitu wa’alaykumussalaam. Atau yang lebih baik dari itu, yaitu, wa’alaykumussalaam warahmatullaah, dan seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Dari ayat yang mulia di atas dapat diketahui bahwa hukum menjawab atau membalas salam dengan lafadz yang serupa atau sama dengan apa yang diucapkan adalah fardhu atau&amp;nbsp;&lt;b style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;wajib&lt;/b&gt;. Sedangkan membalas salam dengan lafadz yang lebih baik dari itu hukumnya adalah&amp;nbsp;&lt;b style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;sunah&lt;/b&gt;. Dan berdosalah orang yang tidak menjawab atau membalas salam dengan lafadz yang serupa atau yang lebih baik dari itu. Karena dengan sendirinya dia telah menyalahi perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memerintahkan untuk membalas salam orang yang memberi salam kepada kita (al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat dalam kitab&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Al-Masaail, Masalah Kewajiban Membalas Salam&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Dari penjelasan di atas, lafadz “aslkm” bahkan “ass” dan singkatan yang sejenisnya&lt;b style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;bukan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;termasuk dalam kategori salam. Dan bagaimana lafadz-lafadz tersebut dapat disebut salam, sementara dalam lafadz tersebut tidak mengandung makna salam yaitu penghormatan dan do’a bagi penerima salam. Bahkan lafadz “ass”, dalam perbendaharaan kosa kata asing memiliki pengertian yang tidak sepantasnya, bahkan mengandung unsur penghinaan (wal ‘iyyadzubillah).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;b style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Adab Menulis Shalawat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia, yang artinya,&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai, orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(Qs. Al-Ahzaab: 56)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Dalam ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala memuliakan Rasul-Nya&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, baik di masa hidup maupun sepeninggal beliau. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan kedudukan Nabi&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di sisi-Nya dan membersihkan beliau dari tindakan atau pikiran jahat orang-orang yang berinteraksi dengan beliau.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Yang dimaksud shalawat Allah adalah puji-pujian-Nya kepada Rasul&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Dan yang dimaksud shalawat para malaikat adalah do’a dan istighfar. Sedangkan yang dimaksud shalawat dari ummat beliau adalah do’a dan mengagungkan perintah beliau&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali dalam kitab&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Bahjatun Naadzirin Syarah Riyadhush Shalihin Bab Shalawat Kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Disunnahkan –sebagian ulama mewajibkannya– mengucapkan shalawat dan salam kepada Nabi&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, setiap kali menyebut atau disebut nama beliau, yaitu dengan ucapan: “&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;” (al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat dalam kitab&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Sifat Shalawat dan Salam Kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Dalam sebuah riwayat dari Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib disebutkan bahwa Nabi&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;telah bersabda,&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;“Orang yang bakhil (kikir/pelit) itu ialah orang yang (apabila) namaku disebut disisinya, kemudian ia tidak bershalawat kepadaku shallallahu ‘alaihi wa sallam.”&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal no. 1736, dengan sanad shahih)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali mengatakan bahwa disunnahkan bagi para penulis agar menulis shalawat kepada Nabi&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;secara utuh, tidak disingkat (seperti SAW, penyingkatan dalam bahasa Indonesia – pent) setiap kali menulis nama beliau.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat juga mengatakan dalam kitab&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Sifat Shalawat dan Salam Kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, bahwa disukai apabila seseorang menulis nama Nabi&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, maka bershalawatlah dengan lisan dan tulisan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Ketahuilah saudariku, shalawat ummat kepada Nabi&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;adalah bentuk dari sebuah do’a. Demikian pula dengan makna salam kita kepada sesama muslim. Dan do’a merupakan bagian dari ibadah. Dan tidaklah ibadah itu akan mendatangkan sesuatu selain pahala dari Allah Jalla wa ‘Ala. Maka apakah kita akan berlaku kikir dalam beribadah dengan menyingkat salam dan shalawat, terutama kepada kekasih Allah yang telah mengajarkan kita berbagai ilmu tentang dien ini?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Saudariku, apakah kita ingin menjadi hamba-hamba-Nya yang lalai dari kesempurnaan dalam beribadah?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Wallahu Ta’ala a’lam bish showwab.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Maraji’:&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;li style="margin: 0px 0px 10px 20px; padding: 0px;"&gt;Al-Qur’an dan terjemahan.&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0px 0px 10px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Al-Masaail Jilid 7&lt;/i&gt;, karya al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, cetakan Darus Sunnah.&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0px 0px 10px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Bahjatun Naadzirin Syarah Riyadhush Shalihin&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(Terjemah) Jilid 3 dan 4, takhrij oleh Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, cetakan Pustaka Imam asy-Syafi’i.&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0px 0px 10px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Sifat Shalawat dan Salam Kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, karya al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, cetakan Maktabah Mu’awiyah bin Abi Sufyan.&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0px 0px 10px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Syarh al-’Aqidah al-Wasithiyah Li Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(Terjemah) karya Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthaniy, Edisi Indonesia Syarh al-’Aqidah al-Wasithiyah, penerjemah Hawin Murtadho, cetakan Pustaka at-Tibyan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Artikel&amp;nbsp;&lt;a href="http://muslimah.or.id/fiqh-muslimah/adab-salam-dan-shalawat.html" style="color: #cc0066; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;" title="Adab Salam dan Shalawat"&gt;muslimah.or.id&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 20px 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;b&gt;Tambahan:&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Begitu pula penulisan SWT, tulislah dengan lengkap yaitu Subhanahu Wa Ta'ala, RA dengan Radhiyallahu 'Anha /&amp;nbsp;Radhiyallahu 'Anhu /&amp;nbsp;Radhiyallahu 'Anhum&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="background-color: transparent; border-width: 0px ! important; cursor: move;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;Jakarta, Reiza Zukarnaen&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;blink&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-5862340668203608584?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/5862340668203608584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/05/adab-salam-dan-shalawat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/5862340668203608584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/5862340668203608584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/05/adab-salam-dan-shalawat.html' title='Adab Salam dan Shalawat'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-yTzSQq3VzzI/Tdoqc2RVjZI/AAAAAAAAAlY/q3NfsMgSz04/s72-c/salam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-3815071156102173667</id><published>2011-05-10T13:23:00.003+07:00</published><updated>2011-11-09T21:18:01.512+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Kisah Nyata : Sebaik-baik Wanita Shalihah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-K6GU6TO63rY/TcjZq8f3UaI/AAAAAAAAAlI/lIMCeL1Arjo/s1600/wanita_sholihah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-K6GU6TO63rY/TcjZq8f3UaI/AAAAAAAAAlI/lIMCeL1Arjo/s200/wanita_sholihah.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;[Kisah Nyata]: Sebaik-baik Wanita Shalihah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;**************************************&lt;br /&gt;&lt;div class="fbPhotoCaption"&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh Syaikh Abu Ishaq Al-Huwainiy -hafizdahullah ta'ala-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahim..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh  Abu Ishaq Al-Huwaini dalam salah satu kajiannya mengisahkan sebuah  kisah yang sangat menakjubkan. Beliau pernah menziarahi salah seorang  sahabatnya. Namun Syaikh mendapatinya sedang menangis. Ketika ditanya  sebab dia menangis, sahabatnya itu malah semakin menjadi-jadi. Kemudian  ia berkata, “Wahai Syaikh, istriku sedang sakit dan saya mengurusnya  sejak beberapa hari ini.” Syaikh mengatakan, saya sangat heran dengan  tangisannya yang hebat itu, hingga ia hampir jatuh karenanya. Dan dia  adalah orang yang saya kenal shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sudah mulai  reda tangisannya, dia mulai berkata, “Wahai Syaikh, apakah Anda heran  dengan tangisan saya yang seperti ini disebabkan karena istri saya.  Andai Anda tahu tentang istri saya sebagaimana saya tahu maka Anda akan  memaklumi dan tidak mencelaku karenanya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dengarlah wahai Syaikh… sahabat  itu kemudian menceritakan bahwa ia adalah orang yang miskin dengan  pekerjaan yang rendah, yang hampir tidak dapat memenuhi kebutuhannya.  Akan tetapi dengan kehendak Allah, Allah membukakan hati seseorang untuk  menikahkan putrinya dengan sahabat itu karena amanah, kesalehan dan  ketakwaannya. Padahal bapak perempuan itu adalah seorang yang berharta.  Akhirnya dilangsungkanlah pernikahan, dan sungguh wanita itu adalah  wanita shalehah yang sangat baik. Kehidupannya adalah surga dunia dengan  segala maknanya .. “Hingga pada suatu hari bapak istriku datang dan  berkata kepadaku, “Bertakwalah kepada Allah, belikanlah istrimu roti,  keju, ful (sejenis kacang) dan jangan terlalu sering memberinya daging,  karena ia sudah bosan makan daging dan buah.” Saya hanya menganga dan  tidak tahu apa yang harus saya katakan. Saya sungguh tidak mengerti apa  yang dibicarakannya. Kemudian saya menemui istriku dan bertanya  kepadanya. Dan sungguh saya terkejut dengan jawabannya, seakan bumi  tempat kakiku berpijak bergoncang ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat itu  melanjutkan, bahwa setiap istrinya pergi ke rumah orang tuanya, mereka  menyuguhkan daging dan buah, namun ia berkata, “Saya tidak mau, saya  sudah bosan dan tidak mau makan.” Ia juga berkata, “Suami saya tidak  mengharamkan makanan itu, akan tetapi ia sering sekali memberi saya  makanan itu hingga saya bosan dengan daging dan buah. Saya lebih suka  makan keju asam, ful atau yang sejenisnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal  kenyataannya, di rumah suaminya, ia tidak pernah melihat daging kecuali  dalam satu atau dua bulan sekali saja. Sehari-hari lebih banyak makan  keju asam dan ful. Padahal suaminya tidak memiliki sesuatu yang dapat  mengenyangkan perutnya dan perut istrinya. Akan tetapi wanita shalehah  itu ingin mengangkat derajat suaminya di hadapan keluarganya dan  menjadikannya besar di mata mereka ... (Subhaanallaah..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  biasa menahan lapar, akan tetapi ia tidak ridha seorang pun mengetahui  kemiskinan suaminya. Ia terus bersabar dengan apa yang ada dan  senantiasa mengingatkan suaminya dengan janji Allah jika ia bersabar.  Semua itu bukan karena sang suami melarangnya karena ia adalah wanita  yang kaya yang mengharamkan kesenangan dunia, akan tetapi ia adalah  sebaik-baik wanita shalehah yang sabar ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat itu  kemudian berkata kepada Syaikh, apakah sekarang Anda tahu mengapa saya  menangis dan sangat khawatir atas istriku ... Dan ini adalah salah satu  keistimewaannya saja. Jika saya menceritakan semua tentang  kesalehahannya, tentang saumnya, tentang shalatnya, tentang ketakwaannya  dan tentang kemuliaan akhlaknya baik kepadaku atau kepada orang lain,  maka saya tidak akan mungkin mampu menceritakannya sesuai dengan yang  semestinya. Syaikh kemudian menundukkan kepalanya dan pergi seraya  berdoa untuk wanita itu dari segenap hatinya. Sungguh ia adalah  sebaik-baik istri, laa ilaaha illallaah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kisah ini dibenarkan oleh murid-murid Syaikh. Sumber: &lt;b&gt;&lt;a href="http://ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=243557" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://ahlalhdeeth.com/vb/&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;showthread.php?t=243557&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan terindah adalah Istri Shalihah."&lt;br /&gt;**************************&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;**************************&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;*&lt;/div&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="-moz-background-inline-policy: -moz-initial; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-3815071156102173667?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/3815071156102173667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/05/kisah-nyata-sebaik-baik-wanita-shalihah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/3815071156102173667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/3815071156102173667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/05/kisah-nyata-sebaik-baik-wanita-shalihah.html' title='Kisah Nyata : Sebaik-baik Wanita Shalihah'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-K6GU6TO63rY/TcjZq8f3UaI/AAAAAAAAAlI/lIMCeL1Arjo/s72-c/wanita_sholihah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-6922558820196911053</id><published>2011-05-09T16:03:00.016+07:00</published><updated>2011-11-09T21:20:11.890+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><title type='text'>Award Pertamaku</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-el-0UeTvwwA/Tcer1PCHh8I/AAAAAAAAAlE/TsqZeKZJ0vU/s1600/best+friend+award+tutorial+komputer.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-el-0UeTvwwA/Tcer1PCHh8I/AAAAAAAAAlE/TsqZeKZJ0vU/s1600/best+friend+award+tutorial+komputer.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setelah beberapa hari saya gak blogging, hari ini pas saya buka &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2010/09/blog.html" target="_blank"&gt;blog&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; eng ing eng ada pesan dari seorang sahabat blogger,  &lt;b style="color: blue;"&gt;&lt;a href="http://na2ng-ismail.blogspot.com/"&gt;Akhi Nanang Ismail&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; dengan kategori &lt;b style="color: blue;"&gt;Best Friend Award&lt;/b&gt; bahwa beliau mengirimkan &lt;b style="color: blue;"&gt;AWARD&lt;/b&gt; buat &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;saya&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Alhamdulillah ini adalah award untuk pertama kalinya setelah 1 tahun 7 bulan saya membuat dan menulis di blog ini. Duh senang banget rasanya walaupun isi blog ini kebanyakan hasil copast dari blog / situs lain yang insyaAllah dapat dipercaya tapi ada juga seh yang hasil karya saya sendiri tapi masih coretan gak karuan hehehe maklum masih &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2010/09/apa-itu-newbie.html" target="_blank"&gt;newbie&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; masih belajar. Dengan mendapatkannya award ini, setidaknya akan menjadi motivator tambahan buat saya untuk terus berkarya di blog ini. Semoga ke depannya saya bisa menulis artikel karya sendiri lebih banyak lagi dan semoga blog ini bermanfaat untuk sobat semua. Aamiin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya award ini akan saya lanjutkan ke :&lt;br /&gt;1. &lt;b&gt;&lt;a href="http://blogkuzainal.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Zainal Abidin&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;b&gt;&lt;a href="http://akanselaluberusaha.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Siwi Nur Puspaningtyas&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="-moz-background-inline-policy: -moz-initial; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-6922558820196911053?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/6922558820196911053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/05/award-pertamaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/6922558820196911053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/6922558820196911053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/05/award-pertamaku.html' title='Award Pertamaku'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-el-0UeTvwwA/Tcer1PCHh8I/AAAAAAAAAlE/TsqZeKZJ0vU/s72-c/best+friend+award+tutorial+komputer.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-8533125313590519287</id><published>2011-05-05T21:33:00.007+07:00</published><updated>2011-11-09T21:28:16.754+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasyabuh'/><title type='text'>Indah pada Waktunya Adalah Ayat Injil</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-1Xv8Bxp2WBo/TcK0_H5JA4I/AAAAAAAAAk4/jk3YvgdBHSA/s1600/indah_pada_waktunya.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="127" src="http://1.bp.blogspot.com/-1Xv8Bxp2WBo/TcK0_H5JA4I/AAAAAAAAAk4/jk3YvgdBHSA/s200/indah_pada_waktunya.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pernah mendengar atau membaca sebuah kalimat &lt;b&gt;'Indah Pada Waktunya'&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;'Segala Sesuatu Indah Pada Waktunya'&lt;/b&gt; ??? Sepintas kalimat tersebut tampak tak ada masalah namun tahukah anda bahwa ternyata itu adalah &lt;b&gt;Ayat Injil Perjanjian Lama (Old Testament)&lt;/b&gt;. Sungguh kalimat tersebut sering saya temui baik itu di status / catatan &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/search/label/Facebook" target="_blank"&gt;facebook&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; dan yang mengherankan bagi saya adalah status / catatan tersebut dibuat oleh akun seorang muslim / muslimah. Saya berpikir itu mungkin karena ketidaktahuan mereka. Berikut adalah Halaman Facebook milik akun nasrani [&lt;span style="color: blue;"&gt;http://www.facebook.com/pages/SEMUA-PASTI-INDAH-PADA-WAKTUNYA/110686132105&lt;/span&gt;]. Bagi saudara-saudariku, muslim dan muslimah yang telah terlanjur bergabung dengan halaman tersebut SEGERALAH TINGGALKAN HALAMAN FACEBOOK TERSEBUT karena ini bisa merusak &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/search/label/Aqidah" target="_blank"&gt;aqidah&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ditulisnya artikel ini, &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;saya&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; hanya ingin saling mengingatkan dan menasehati sebagai sesama muslim. Di bawah ini adalah&amp;nbsp; isi Injil &lt;b&gt;Pengkhotbah 3 (Pengkhotbah / PKH / Ecclesiastes 3) dalam terjemahan baru (TB) &lt;/b&gt;= Alkitab yang paling banyak digunakan saat ini &lt;b&gt;: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3:1-15 = Untuk segala sesuatu ada waktunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5167395042778108624" name="1"&gt;(1)&lt;/a&gt; Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5167395042778108624" name="2"&gt;(2)&lt;/a&gt; Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5167395042778108624" name="3"&gt;(3)&lt;/a&gt; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5167395042778108624" name="4"&gt;(4)&lt;/a&gt; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5167395042778108624" name="5"&gt;(5)&lt;/a&gt; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5167395042778108624" name="6"&gt;(6)&lt;/a&gt; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5167395042778108624" name="7"&gt;(7)&lt;/a&gt; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5167395042778108624" name="8"&gt;(8)&lt;/a&gt; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5167395042778108624" name="9"&gt;(9)&lt;/a&gt; Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah?&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5167395042778108624" name="10"&gt;(10)&lt;/a&gt; Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5167395042778108624" name="11"&gt;(11)&lt;/a&gt; Ia membuat &lt;b&gt;SEGALA SESUATU INDAH PADA WAKTUNYA&lt;/b&gt;, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5167395042778108624" name="12"&gt;(12) .........&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5167395042778108624" name="12"&gt;(13)&lt;/a&gt; .........&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5167395042778108624" name="12"&gt;(14)&lt;/a&gt; .........&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5167395042778108624" name="12"&gt;(15) .........&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun berikut adalah lirik nyanyian rohani nasrani :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada waktu tuk berduka&lt;br /&gt;Ada waktu tuk bersuka&lt;br /&gt;Ada waktu tuk berdiam&lt;br /&gt;Ada waktu tuk berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di atas sgalanya&lt;br /&gt;Ku tau Allahku bekerja&lt;br /&gt;Mendatangkan kebaikan&lt;br /&gt;Bagi yang mengasihiNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat yang ku alami&lt;br /&gt;Tak seperti yang kuingini&lt;br /&gt;Disaat tiada jawaban&lt;br /&gt;Mengapa harus terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di atas sgalanya&lt;br /&gt;Ku tau Allahku bekerja&lt;br /&gt;Mendatangkan kebaikan &lt;br /&gt;Bagi yang mengasihiNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tak kupahami&lt;br /&gt;Apa yang kini aku alami&lt;br /&gt;Namun ku tau pasti&lt;br /&gt;Kasih Allahku takkan berhenti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan ku srahkan semua&lt;br /&gt;Pergumulanku padaMu &lt;strike&gt;Yesus&lt;/strike&gt;&lt;br /&gt;Karna kutau pasti&lt;br /&gt;Semuanya kan jadi&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Indah pada waktuNya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah selayaknya sebagai seorang muslim / muslimah untuk merujuk kepada Al - Qur'an dan As -Sunnah dengan pemahaman para sahabat, tabi'in, tabiut tabi'in dan para ulama yang mengikuti&amp;nbsp; mereka bukan mengutip dari Injil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata: “Dan termasuk dalam bentuk meniru-niru orang kafir adalah bercakap-cakap dengan bahasa orang-orang kafir pada kebutuhan yang tidak mendesak. Serta menulis dengan bahasa mereka di tempat-tempat berjualan di negara kaum muslimin. Atau mencampur kalimat dan istilah-istilah dari bahasa mereka di dalam buku-buku Islam dan karya-karya lainnya.” (Al-Khuthab, 2 / 168)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="-moz-background-inline-policy: -moz-initial; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-8533125313590519287?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/8533125313590519287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/05/indah-pada-waktunya-adalah-ayat-injil.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/8533125313590519287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/8533125313590519287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/05/indah-pada-waktunya-adalah-ayat-injil.html' title='Indah pada Waktunya Adalah Ayat Injil'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-1Xv8Bxp2WBo/TcK0_H5JA4I/AAAAAAAAAk4/jk3YvgdBHSA/s72-c/indah_pada_waktunya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-6983693103125554114</id><published>2011-05-03T20:17:00.009+07:00</published><updated>2011-11-09T21:30:01.814+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info IT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kamus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komputer'/><title type='text'>Kamus Istilah Komputer</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-HeRE4rwEWAQ/Tb_-_xddNwI/AAAAAAAAAkw/xTicPSExXaM/s1600/kamus_istilah_komputer.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="129" src="http://1.bp.blogspot.com/-HeRE4rwEWAQ/Tb_-_xddNwI/AAAAAAAAAkw/xTicPSExXaM/s200/kamus_istilah_komputer.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Beberapa hari yang lalu teman &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/search/label/Facebook" target="_blank"&gt;facebook&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; saya menanyai &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;saya&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; tentang istilah-istilah &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/search/label/Komputer" target="_blank"&gt;komputer&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; padahal saya sendiri belum tahu banyak, maklumlah dikarenakan saya juga masih &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2010/09/apa-itu-newbie.html" target="_blank"&gt;newbie&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Setelah saya pikir-pikir ada baiknya juga saya tulis artikel di &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2010/09/blog.html" target="_blank"&gt;blog&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; tercinta ini tentang&amp;nbsp; istilah-istilah komputer apalagi sudah beberapa hari ini saya belum update blog ini dikarenakan kesibukan dan memang belum menemukan ide apa yang harus ditulis. Terimakasih juga buat teman facebook-ku yang sudah memberikan inspirasi buat menulis di blog ini. Baiklah kali ini saya ingin berbagi tentang &lt;b style="color: red;"&gt;"Istilah-Istilah Komputer"&lt;/b&gt;. Mungkin banyak di antara teman-teman yang masih bingung dengan istilah-istilah komputer termasuk saya sendiri yang masih newbie hehehe. Artikel ini saya dapat dari ketika saya terdampar di [http://ubuntu-indonesia.com/forums/ubbthreads.php/topics/6]. Ada sekitar 600an istilah dari bahasa Inggris yang diterjemahkan &amp;amp; diadopsi dalam Bahasa Indonesia. Cukup bikin pegel juga sih bacanya secara lumayan banyak gitu hehehe. Baca juga &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2010/09/kamus-istilah-blog.html" target="_blank"&gt;Kamus Istilah Blogger&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Langsung aja deh cekidot.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berikut istilah-istilah tersebut :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-541"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;pre&gt;No.  Istilah                         Padanan&lt;br /&gt;  ---------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;    1  abort                           gugurkan&lt;br /&gt;    2  access                          akses&lt;br /&gt;    3  access management               manajemen akses&lt;br /&gt;    4  access unit                     unit akses&lt;br /&gt;    5  account                         akun; rekening&lt;br /&gt;    6  action button                   tombol tindak, tombol aksi&lt;br /&gt;    7  action setting                  penataan tindak, penataan aksi&lt;br /&gt;    8  active desktop                  destop aktif&lt;br /&gt;    9  add-ins                         tertambah&lt;br /&gt;   10  address                         alamat&lt;br /&gt;   11  address book                    buku alamat&lt;br /&gt;   12  administration                  administrasi&lt;br /&gt;   13  administration domain           ranah administrasi&lt;br /&gt;   14  advisory system                 sistem penasihat&lt;br /&gt;   15  affirmation                     penegasan&lt;br /&gt;   16  agenda                          agenda&lt;br /&gt;   17  algorithm                       algoritma&lt;br /&gt;   18  alias                           alias&lt;br /&gt;   19  align left                      rata kiri&lt;br /&gt;   20  align right                     rata kanan&lt;br /&gt;   21  alignment                       perataan&lt;br /&gt;   22  alternate                       silih&lt;br /&gt;   23  alternate recipient             penerima pilihan&lt;br /&gt;   24  animation                       animasi&lt;br /&gt;   25  anonymous remailer              penyurat-balik anonim&lt;br /&gt;   26  append                          bubuh&lt;br /&gt;   27  application                     aplikasi&lt;br /&gt;   28  apply                           terapkan&lt;br /&gt;   29  apply design                    desain terapan&lt;br /&gt;   30  arrange                         susun&lt;br /&gt;   31  array                           larik&lt;br /&gt;   32  artificial intelligence         kecerdasan buatan, intelegensi&lt;br /&gt;                                       buatan&lt;br /&gt;   33  ascending                       menanjak, urut naik&lt;br /&gt;   34  attribute                       atribut&lt;br /&gt;   35  auto clip art                   gambar klip otomatis&lt;br /&gt;   36  auto-correct                    pembetulan otomatis, otokoreksi&lt;br /&gt;   37  auto-forward                    maju otomatis&lt;br /&gt;   38  auto-replay                     putar ulang otomatis&lt;br /&gt;   39  auto-reply                      balasan otomatis&lt;br /&gt;   40  autofit                         otofit&lt;br /&gt;   41  autoformat                      format otomatis, otoformat&lt;br /&gt;   42  automatic learning              pemelajaran otomatis&lt;br /&gt;   43  autoshapes                      bentuk otomatis&lt;br /&gt;   44  autosum                         total otomatis; jumlah otomatis&lt;br /&gt;   45  back                            balik; belakang&lt;br /&gt;   46  back slash                      garis miring kiri&lt;br /&gt;   47  back space                      spasi mundur&lt;br /&gt;   48  back up                         (rekam) cadangan&lt;br /&gt;   49  background                      latar belakang&lt;br /&gt;   50  backtracking                    lacak balik&lt;br /&gt;   51  backward chaining               perantaian balik&lt;br /&gt;   52  band                            pita&lt;br /&gt;   53  bandwidth                       lebar pita&lt;br /&gt;   54  bar                             batang&lt;br /&gt;   55  bar-code                        kode batang&lt;br /&gt;   56  bar-code reader                 pembaca kode batang&lt;br /&gt;   57  bar-code scanner                pemindai kode batang&lt;br /&gt;   58  base                            basis&lt;br /&gt;   59  batch                           tumpak&lt;br /&gt;   60  best-first search               telusur pertama terbaik&lt;br /&gt;   61  binary                          biner&lt;br /&gt;   62  bit                             bit&lt;br /&gt;   63  bit map                         peta bit&lt;br /&gt;   64  blackboard model                model papan tulis&lt;br /&gt;   65  blind copy recipient            penerima kopi buntu; penerima&lt;br /&gt;                                       salin buntu&lt;br /&gt;   66  body                            bodi; badan&lt;br /&gt;   67  body text                       teks tubuh&lt;br /&gt;   68  bold                            tebal&lt;br /&gt;   69  border                          batas&lt;br /&gt;   70  bps                             bps&lt;br /&gt;   71  breadth-first search            telusur pertama lebar&lt;br /&gt;   72  break                           putus&lt;br /&gt;   73  broadcast mail                  surat siaran&lt;br /&gt;   74  broadcast videography           videografi siaran&lt;br /&gt;   75  browse                          ramban; jelajah&lt;br /&gt;   76  browsers                        peramban; penjelajah&lt;br /&gt;   77  buffer                          penyangga&lt;br /&gt;   78  bug                             kutu&lt;br /&gt;   79  bullet                          bulet&lt;br /&gt;   80  button                          tombol&lt;br /&gt;   81  byte                            bita&lt;br /&gt;   82  cache memory                    memori tembolok, memori&lt;br /&gt;                                       singgahan&lt;br /&gt;   83  cancel                          batal&lt;br /&gt;   84  capacity                        kapasitas&lt;br /&gt;   85  capslock                        kancing kapital&lt;br /&gt;   86  caption                         takarir&lt;br /&gt;   87  card                            kartu&lt;br /&gt;   88  cartridge                       kartrid, selongsong, patrun&lt;br /&gt;   89  cartridge disk                  disket kartu&lt;br /&gt;   90  cascade                         riam&lt;br /&gt;   91  cell                            sel&lt;br /&gt;   92  center                          tengah&lt;br /&gt;   93  central processing unit (CPU)   unit pengolah pusat (UPP)&lt;br /&gt;   94  change case                     ubah karakter&lt;br /&gt;   95  channel                         saluran, kanal&lt;br /&gt;   96  character                       aksara; karakter&lt;br /&gt;   97  chart                           bagan&lt;br /&gt;   98  chatting                        rumpi&lt;br /&gt;   99  clear                           bersih; bersihkan&lt;br /&gt;  100  click                           klik&lt;br /&gt;  101  client                          klien&lt;br /&gt;  102  close                           tutup&lt;br /&gt;  103  closed file                     berkas tertutup&lt;br /&gt;  104  cluster                         gugus; rumpun&lt;br /&gt;  105  coding                          pengodean&lt;br /&gt;  106  color                           warna&lt;br /&gt;  107  color monitor                   monitor warna&lt;br /&gt;  108  column                          kolom&lt;br /&gt;  109  comments                        komentar&lt;br /&gt;  110  common name                     nama umum&lt;br /&gt;  111  computer                        komputer&lt;br /&gt;  112  computer aided                  berbantuan komputer&lt;br /&gt;  113  computer aided design (CAD)     desain berbantuan komputer (DBK)&lt;br /&gt;  114  computer aided instruction      instruksi berbantuan komputer&lt;br /&gt;  115  computer aided manufacturing    pemanufakturan berbantuan&lt;br /&gt;                                       komputer&lt;br /&gt;  116  computer conference             konferensi komputer&lt;br /&gt;  117  computer memory                 memori komputer&lt;br /&gt;  118  computer network                jaringan komputer&lt;br /&gt;  119  conclusion part                 bagian kesimpulan&lt;br /&gt;  120  content                         isi&lt;br /&gt;  121  content type                    tipe isi&lt;br /&gt;  122  control(ctrl)                   kontrol (ktrl), kendali&lt;br /&gt;  123  convert                         ubah&lt;br /&gt;  124  copy                            salinan; kopi&lt;br /&gt;  125  copy recipient                  penerima salinan&lt;br /&gt;  126  count                           cacah&lt;br /&gt;  127  country name                    nama negara&lt;br /&gt;  128  crack                           rengkah&lt;br /&gt;  129  cracker                         perengah&lt;br /&gt;  130  create new                      buat baru&lt;br /&gt;  131  cursor                          kursor&lt;br /&gt;  132  custom views                    tilik pesanan, tilik suai&lt;br /&gt;  133  customizes                      sesuai&lt;br /&gt;  134  cut                             potong&lt;br /&gt;  135  cut-off                         putus&lt;br /&gt;  136  daemon                          jurik&lt;br /&gt;  137  data                            data&lt;br /&gt;  138  data analysis display           tampilan analisis data&lt;br /&gt;  139  data anaysis                    analisis data&lt;br /&gt;  140  data bank                       bank data&lt;br /&gt;  141  data interchange                saling tukar data&lt;br /&gt;  142  data logging                    pencatatan data&lt;br /&gt;  143  data processing                 pemrosesan data, pengolahan data&lt;br /&gt;  144  data processor                  pemroses data&lt;br /&gt;  145  database                        pangkalan data, basis data&lt;br /&gt;  146  datasheet                       lembar data&lt;br /&gt;  147  date                            tanggal&lt;br /&gt;  148  debug                           awakutu&lt;br /&gt;  149  decimal                         desimal&lt;br /&gt;  150  declarative knowledge           pengetahuan deklaratif&lt;br /&gt;  151  decoding                        pengawasandian&lt;br /&gt;  152  decrease                        kurang; susut&lt;br /&gt;  153  deduction                       deduksi&lt;br /&gt;  154  deductive inference             inferensi deduksi&lt;br /&gt;  155  deferred delivery               pengiriman tertunda&lt;br /&gt;  156  delete                          hapus&lt;br /&gt;  157  delete item                     butir hapus&lt;br /&gt;  158  delivery                        pengiriman&lt;br /&gt;  159  delivery notification           pemberitahuan pengiriman&lt;br /&gt;  160  depth-first search              telusur pertama kedalaman&lt;br /&gt;  161  descending                      menurun, urut turun&lt;br /&gt;  162  design                          desain; rancangan&lt;br /&gt;  163  desk application                aplikasi meja&lt;br /&gt;  164  digit                           digit&lt;br /&gt;  165  digital                         digital&lt;br /&gt;  166  digital computer                komputer digital&lt;br /&gt;  167  direct submission               submisi langsung&lt;br /&gt;  168  direct user                     pengguna langsung&lt;br /&gt;  169  directory                       direktori&lt;br /&gt;  170  directory information           informasi direktori&lt;br /&gt;  171  directory management            manajemen direktori&lt;br /&gt;  172  directory name                  nama direktori&lt;br /&gt;  173  directory system                sistem direktori&lt;br /&gt;  174  directory system agent          agen sistem direktori&lt;br /&gt;  175  directory user                  pengguna direktori&lt;br /&gt;  176  directory user agent            agen pengguna direktori&lt;br /&gt;  177  disc                            disket; cakram; diska&lt;br /&gt;  178  disclosure of other             penyingkapan lain&lt;br /&gt;  179  disconnected network drive      pemacu jaringan tak-tersambung&lt;br /&gt;  180  discuss                         diskusi&lt;br /&gt;  181  disk drive                      penggerak disket; penggerak&lt;br /&gt;                                       cakram&lt;br /&gt;  182  disk memory                     memori disket; memori cakram&lt;br /&gt;  183  diskette                        disket&lt;br /&gt;  184  display                         tayangan&lt;br /&gt;  185  display station                 monitor peraga&lt;br /&gt;  186  distribution list               senarai distribusi&lt;br /&gt;  187  document                        dokumen&lt;br /&gt;  188  document delivery               pengiriman dokumen&lt;br /&gt;  189  document interchange            saling tukar dokumen&lt;br /&gt;  190  domain                          ranah&lt;br /&gt;  191  domain knowledge                pengetahuan ranah&lt;br /&gt;  192  domain model                    model ranah&lt;br /&gt;  193  domain name server              server nama ranah; peladen nama&lt;br /&gt;                                       ranah&lt;br /&gt;  194  down                            anjlok&lt;br /&gt;  195  download                        unduh&lt;br /&gt;  196  drag                            seret&lt;br /&gt;  197  draw                            gambar; lukis&lt;br /&gt;  198  draw table                      buat tabel&lt;br /&gt;  199  drawing                         penggambaran&lt;br /&gt;  200  drive                           penggerak&lt;br /&gt;  201  dummy                           tiruan&lt;br /&gt;  202  edit                            edit&lt;br /&gt;  203  electronic data proccessing     pemrosesan data elektronik (PDE)&lt;br /&gt;       (EDP)&lt;br /&gt;  204  electronic archive              arsip elektronik&lt;br /&gt;  205  electronic data                 data elektronik&lt;br /&gt;  206  electronic document             dokumen elektronik&lt;br /&gt;  207  electronic mail                 surat elektronik&lt;br /&gt;  208  electronic mailbox              kotak surat elektronik&lt;br /&gt;  209  electronic messaging            pemesanan elektronik&lt;br /&gt;  210  emoticon                        ikon emosi&lt;br /&gt;  211  encoded information             informasi tersandi&lt;br /&gt;  212  encoding                        penyandian&lt;br /&gt;  213  encryption                      enkripsi&lt;br /&gt;  214  end                             selesai; tamat&lt;br /&gt;  215  enter                           enter&lt;br /&gt;  216  entry                           entri&lt;br /&gt;  217  envelope                        amplop&lt;br /&gt;  218  episode                         episode&lt;br /&gt;  219  erase                           hapus&lt;br /&gt;  220  eraser                          penghapus&lt;br /&gt;  221  error                           galat&lt;br /&gt;  222  esc(ape)                        hindar; keluar balik&lt;br /&gt;  223  evaluation function             fungsi evaluasi&lt;br /&gt;  224  exit                            keluar&lt;br /&gt;  225  expert system (ES)              sistem pakar (SP)&lt;br /&gt;  226  expiration date                 tanggal ekspirasi&lt;br /&gt;  227  expiry date indication          indikasi tanggal kedaluwarsa&lt;br /&gt;  228  explorer                        penjelajah&lt;br /&gt;  229  export                          ekspor&lt;br /&gt;  230  facsimile                       faksimile&lt;br /&gt;  231  facsimile machine               mesin faksimile&lt;br /&gt;  232  fax                             faks&lt;br /&gt;  233  fax board                       papan faks&lt;br /&gt;  234  fax machine                     mesin faks&lt;br /&gt;  235  fax modem                       modem faks&lt;br /&gt;  236  feedback                        balikan; umpan balik&lt;br /&gt;  237  fetch                           jemput; ambil&lt;br /&gt;  238  field                           ruas&lt;br /&gt;  239  field length                    panjang ruas&lt;br /&gt;  240  file                            berkas&lt;br /&gt;  241  file name                       nama berkas&lt;br /&gt;  242  filing                          pemberkasan&lt;br /&gt;  243  fill                            isi&lt;br /&gt;  244  fill character                  isi karakter&lt;br /&gt;  245  filter                          tapis; filter&lt;br /&gt;  246  filtering                       penapisan&lt;br /&gt;  247  find                            cari; temukan&lt;br /&gt;  248  firmware                        peranti tegar, perangkat tegar&lt;br /&gt;  249  floppy disk                     disket liuk; cakram liuk&lt;br /&gt;  250  folder                          pelipat&lt;br /&gt;  251  font                            huruf; fonta&lt;br /&gt;  252  font size                       ukuran huruf&lt;br /&gt;  253  footer                          kaki halaman&lt;br /&gt;  254  foreground                      latar depan&lt;br /&gt;  255  format                          format&lt;br /&gt;  256  format painter                  pewarna format&lt;br /&gt;  257  formula                         formula, rumus&lt;br /&gt;  258  forward                         depan&lt;br /&gt;  259  forward chaining                perantaian maju&lt;br /&gt;  260  frame                           bingkai&lt;br /&gt;  261  front-end                       ujung depan&lt;br /&gt;  262  full screen                     layar penuh&lt;br /&gt;  263  gateway                         gerbang&lt;br /&gt;  264  general                         umum&lt;br /&gt;  265  generate                        bangkitkan&lt;br /&gt;  266  get                             dapatkan&lt;br /&gt;  267  gigabyte                        gigabita&lt;br /&gt;  268  go to                           menuju&lt;br /&gt;  269  gridlines                       garis kisi&lt;br /&gt;  270  hack                            retas&lt;br /&gt;  271  hacker                          peretas&lt;br /&gt;  272  hang                            macet&lt;br /&gt;  273  hanging indent                  inden macet&lt;br /&gt;  274  hard disk                       cakram keras&lt;br /&gt;  275  hardware                        perangkat keras&lt;br /&gt;  276  header                          tajuk&lt;br /&gt;  277  heading                         penajukan&lt;br /&gt;  278  help                            bantuan&lt;br /&gt;  279  heuristic search                telusur heuristik&lt;br /&gt;  280  hide                            tersembunyi&lt;br /&gt;  281  highlight                       sorot&lt;br /&gt;  282  history                         sejarah&lt;br /&gt;  283  home                            pangkal&lt;br /&gt;  284  home base                       basis pangkal&lt;br /&gt;  285  horizontal                      horizontal&lt;br /&gt;  286  hub                             hub&lt;br /&gt;  287  hyperlink                       hipertaut&lt;br /&gt;  288  identity (ID)                   identitas (ID); tanda kenal&lt;br /&gt;  289  If-then rule                    kaidah jika-maka&lt;br /&gt;  290  If-then statement               pernyataan jika-maka&lt;br /&gt;  291  image interpretation            inteprestasi citra&lt;br /&gt;  292  image understanding             pemahaman citra&lt;br /&gt;  293  image recognition               rekognisi citra&lt;br /&gt;  294  import                          masuk; impor&lt;br /&gt;  295  in-basket                       masuk keranjang&lt;br /&gt;  296  inbox                           kotak masuk&lt;br /&gt;  297  indent                          inden&lt;br /&gt;  298  index                           indeks&lt;br /&gt;  299  inference engine                mesin inferensi&lt;br /&gt;  300  informatics                     informatika&lt;br /&gt;  301  information                     informasi&lt;br /&gt;  302  information object              objek informasi&lt;br /&gt;  303  information system              sistem informasi&lt;br /&gt;  304  information technology (IT)     teknologi informasi (TI)&lt;br /&gt;  305  input                           masukan&lt;br /&gt;  306  input data                      data masukan&lt;br /&gt;  307  input/output (I/O)              masukan/keluaran (M/K)&lt;br /&gt;  308  insert                          sisip, sisipan&lt;br /&gt;  309  install                         instal&lt;br /&gt;  310  instruction                     pembelajaran, instruksi&lt;br /&gt;  311  integrated software             perangkat keras terpadu&lt;br /&gt;  312  interactive videography         videografi interaktif&lt;br /&gt;  313  interface                       antarmuka&lt;br /&gt;  314  intranet                        intranet&lt;br /&gt;  315  IP (identification personal)    alamat PI (personal&lt;br /&gt;       address                         identifikasi)&lt;br /&gt;  316  italic                          italik; miring&lt;br /&gt;  317  joining                         penggabungan&lt;br /&gt;  318  key                             kunci; tombol&lt;br /&gt;  319  key field                       medan kunci; medan tombol&lt;br /&gt;  320  key lock                        terkunci&lt;br /&gt;  321  keyboard                        papan ketik; papan tombol&lt;br /&gt;  322  keyboard entry                  entri papan ketik; entri papan&lt;br /&gt;                                       tombol&lt;br /&gt;  323  keyboard printer                pencetak papan ketik&lt;br /&gt;  324  keypad                          bantalan kunci&lt;br /&gt;  325  keyword                         kata kunci; kata sandi&lt;br /&gt;  326  kilobyte                        kilobita&lt;br /&gt;  327  knowledge acquisition           persyaratan pengetahuan&lt;br /&gt;  328  knowledge base                  basis pengetahuan&lt;br /&gt;  329  knowledge engineer              insinyur pengetahuan&lt;br /&gt;  330  knowledge engineering           rekayasa pengetahuan&lt;br /&gt;  331  label                           label&lt;br /&gt;  332  landscape                       lanskap&lt;br /&gt;  333  launch                          luncur&lt;br /&gt;  334  launching                       peluncuran&lt;br /&gt;  335  leased line                     jalur sewaan&lt;br /&gt;  336  left                            kiri&lt;br /&gt;  337  legal pleadings                 pembelaan legal&lt;br /&gt;  338  letters and fax                 surat dan faks&lt;br /&gt;  339  line                            garis; jalur&lt;br /&gt;  340  links                           taut&lt;br /&gt;  341  list                            senarai&lt;br /&gt;  342  load                            muat&lt;br /&gt;  343  lock                            kancing&lt;br /&gt;  344  log in                          log masuk&lt;br /&gt;  345  log off                         log keluar&lt;br /&gt;  346  log on                          log masuk&lt;br /&gt;  347  log out                         log keluar&lt;br /&gt;  348  lower case                      sosok (huruf) bawah&lt;br /&gt;  349  macro                           makro&lt;br /&gt;  350  macro instructions              instruksi makro&lt;br /&gt;  351  macroprocessor                  makroprosesor; pemroses makro&lt;br /&gt;  352  magnetic disc storage           penyimpan disket magnetik&lt;br /&gt;  353  mail                            surat&lt;br /&gt;  354  mail broadcaster                penyiar surat&lt;br /&gt;  355  mailbox                         kotak surat&lt;br /&gt;  356  mainframe                       bingkai induk; kerangka induk&lt;br /&gt;  357  management domain               ranah manajemen&lt;br /&gt;  358  map network drive               pemacu jaringan peta&lt;br /&gt;  359  master data                     data utama; data induk&lt;br /&gt;  360  master file                     berkas induk&lt;br /&gt;  361  means-end analysis              analisis rerata-akhir&lt;br /&gt;  362  media player                    penggelar media&lt;br /&gt;  363  megabyte                        megabita&lt;br /&gt;  364  memo                            memo&lt;br /&gt;  365  memory                          memori&lt;br /&gt;  366  memory cache                    memori tembolok&lt;br /&gt;  367  memory capacity                 kapasitas memori&lt;br /&gt;  368  menu                            menu&lt;br /&gt;  369  merge                           gabung&lt;br /&gt;  370  message                         pesan&lt;br /&gt;  371  message handling                penanganan pesan&lt;br /&gt;  372  message retrieval               temu kembali pesan&lt;br /&gt;  373  message storage                 penyimpanan pesan&lt;br /&gt;  374  message transfer                transfer pesan&lt;br /&gt;  375  message transfer agent          agen transfer pesan&lt;br /&gt;  376  microcomputer                   mikrokomputer; komputer mikro&lt;br /&gt;  377  microprocessor                  mikroprosesor; prosesor mikro&lt;br /&gt;  378  minicomputer                    minikomputer&lt;br /&gt;  379  missing                         penghilangan&lt;br /&gt;  380  modem                           modem&lt;br /&gt;  381  moderated conference            konferensi terpadu&lt;br /&gt;  382  monitor                         monitor&lt;br /&gt;  383  monitor display                 tampilan monitor&lt;br /&gt;  384  motherboard                     papan induk&lt;br /&gt;  385  mouse                           tetikus&lt;br /&gt;  386  movie                           film&lt;br /&gt;  387  multi-tasking                   penugasan ganda&lt;br /&gt;  388  multimedia                      multimedia&lt;br /&gt;  389  multiple of firing              ganda penyalaan&lt;br /&gt;  390  name resolution                 resolusi nama&lt;br /&gt;  391  naming authority                otoritas penamaan&lt;br /&gt;  392  natural language                bahasa alami&lt;br /&gt;  393  network                         jaringan&lt;br /&gt;  394  networking                      jejaring&lt;br /&gt;  395  new mail                        surat baru&lt;br /&gt;  396  nondelivery                     takterkirim&lt;br /&gt;  397  numbering                       penomoran&lt;br /&gt;  398  numlock                         kancing angka&lt;br /&gt;  399  O/R address                     alamat O/R&lt;br /&gt;  400  object                          objek&lt;br /&gt;  401  off                             padam&lt;br /&gt;  402  office automation               otomasi kantor&lt;br /&gt;  403  offline                         terputus&lt;br /&gt;  404  ok                              oke&lt;br /&gt;  405  on                              hidup, on&lt;br /&gt;  406  on line                         terhubung; tersambung&lt;br /&gt;  407  open                            buka&lt;br /&gt;  408  operating system (OS)           sistem operasi (SO)&lt;br /&gt;  409  operator                        operator&lt;br /&gt;  410  optical disk                    disket optik&lt;br /&gt;  411  option                          opsi; pilihan&lt;br /&gt;  412  originator                      originator&lt;br /&gt;  413  originator/recipient            originator/penerima&lt;br /&gt;  414  other documents                 dokumen lain&lt;br /&gt;  415  out-basket                      keranjang luar&lt;br /&gt;  416  outline                         kerangka, ragangan&lt;br /&gt;  417  output                          keluaran&lt;br /&gt;  418  pack and go                     kemas dan jalankan&lt;br /&gt;  419  page default                    standar halaman&lt;br /&gt;  420  page down (PgDn)                turun halaman&lt;br /&gt;  421  page number                     nomor halaman&lt;br /&gt;  422  page preview                    pratilik halaman&lt;br /&gt;  423  page set up                     tata halaman&lt;br /&gt;  424  page up (PgUp)                  naik halaman&lt;br /&gt;  425  page width                      lebar halaman&lt;br /&gt;  426  paragraph                       paragraf&lt;br /&gt;  427  password                        sandi lewat&lt;br /&gt;  428  paste                           pasta, rekat&lt;br /&gt;  429  paste special                   spesial pasta&lt;br /&gt;  430  pause                           jeda&lt;br /&gt;  431  percent style                   gaya persentase&lt;br /&gt;  432  physical delivery               pengiriman fisik&lt;br /&gt;  433  physical delivery access        akses pengiriman fisik&lt;br /&gt;  434  picture                         gambar&lt;br /&gt;  435  pixel                           piksel&lt;br /&gt;  436  port                            pangkalan&lt;br /&gt;  437  portrait                        potret&lt;br /&gt;  438  power                           daya&lt;br /&gt;  439  preview                         pratilik&lt;br /&gt;  440  preview not available           pratilik taktersedia&lt;br /&gt;  441  primary storage                 penyimpan utama&lt;br /&gt;  442  print                           cetak&lt;br /&gt;  443  print area                      wilayah cetak&lt;br /&gt;  444  print out                       cetakan&lt;br /&gt;  445  print preview                   pratilik cetak&lt;br /&gt;  446  print screen                    cetak layar&lt;br /&gt;  447  printer                         pencetak&lt;br /&gt;  448  private domain name             nama ranah pribadi&lt;br /&gt;  449  private management              manajemen pribadi&lt;br /&gt;  450  probe                           kuar&lt;br /&gt;  451  process                         proses&lt;br /&gt;  452  processor                       pemroses; prosesor&lt;br /&gt;  453  program                         program&lt;br /&gt;  454  programmer                      pemrogram, programer&lt;br /&gt;  455  programmer analyst              analis pemrogram; analis&lt;br /&gt;                                       programer&lt;br /&gt;  456  programming                     pemrograman&lt;br /&gt;  457  programming language            bahasa pemrograman&lt;br /&gt;  458  prompt                          siap ketik&lt;br /&gt;  459  proof of delivery service       kedap layanan pengiriman&lt;br /&gt;  460  properties                      properti&lt;br /&gt;  461  protect                         proteksi; perlindungan&lt;br /&gt;  462  protocol                        protokol&lt;br /&gt;  463  publications                    publikasi&lt;br /&gt;  464  query                           permintaan, kueri&lt;br /&gt;  465  quit                            keluar&lt;br /&gt;  466  random access                   akses acak&lt;br /&gt;  467  random access memory (RAM)      memori akses acak&lt;br /&gt;  468  read only memory (ROM)          memori baca-saja&lt;br /&gt;  469  reader                          pembaca&lt;br /&gt;  470  ready                           siap&lt;br /&gt;  471  receipt                         menerima&lt;br /&gt;  472  received                        diterima&lt;br /&gt;  473  recipient                       penerima&lt;br /&gt;  474  record                          utas; rekam&lt;br /&gt;  475  redo                            jadi lagi&lt;br /&gt;  476  redundancy                      kelewahan; redundansi&lt;br /&gt;  477  refresh                         segar&lt;br /&gt;  478  release                         luncuran; terbitan&lt;br /&gt;  479  remove                          hapus&lt;br /&gt;  480  rename                          ganti judul, nama ulang&lt;br /&gt;  481  repeat                          ulang&lt;br /&gt;  482  replace                         ganti&lt;br /&gt;  483  replication                     replikasi&lt;br /&gt;  484  reply                           jawab&lt;br /&gt;  485  reply all                       jawab semua&lt;br /&gt;  486  reports                         laporan&lt;br /&gt;  487  reset                           tata ulang&lt;br /&gt;  488  resource                        sumber daya&lt;br /&gt;  489  restart                         start ulang&lt;br /&gt;  490  restore                         simpan ulang&lt;br /&gt;  491  resume                          teruskan lagi&lt;br /&gt;  492  retrieval                       temu kembali&lt;br /&gt;  493  retry                           coba lagi&lt;br /&gt;  494  return                          kembali&lt;br /&gt;  495  rewrite                         tulis ulang&lt;br /&gt;  496  right                           kanan&lt;br /&gt;  497  row                             baris&lt;br /&gt;  498  ruler                           mistar&lt;br /&gt;  499  run                             jalankan&lt;br /&gt;  500  save                            simpan&lt;br /&gt;  501  save as                         simpan sebagai&lt;br /&gt;  502  save as HTML (hyper markup      simpan sebagai bahasa markah&lt;br /&gt;       language)                       hiper teks (BMHT)&lt;br /&gt;  503  scan                            pindai&lt;br /&gt;  504  scanner                         pemindai&lt;br /&gt;  505  screen                          layar&lt;br /&gt;  506  scroll                          menggulung&lt;br /&gt;  507  scroll lock                     kunci gulung&lt;br /&gt;  508  search                          telusur&lt;br /&gt;  509  secondary recipient             penerima sekunder&lt;br /&gt;  510  sector                          sektor&lt;br /&gt;  511  secure access                   akses aman&lt;br /&gt;  512  security                        keamanan&lt;br /&gt;  513  segment                         segmen&lt;br /&gt;  514  select                          pilih&lt;br /&gt;  515  select all                      pilih semua&lt;br /&gt;  516  send                            kirim&lt;br /&gt;  517  send to                         kirim kepada&lt;br /&gt;  518  sent item                       surat/butir terkirim&lt;br /&gt;  519  series                          seri&lt;br /&gt;  520  server                          peladen; server&lt;br /&gt;  521  set up show                     tata tampilan&lt;br /&gt;  522  setting                         penataan&lt;br /&gt;  523  setup                           tata&lt;br /&gt;  524  shading                         pembayangan&lt;br /&gt;  525  share workbook                  buku kerja bersama&lt;br /&gt;  526  shareable directory             direktori terbagi&lt;br /&gt;  527  sheet                           lembar&lt;br /&gt;  528  shift                           alih&lt;br /&gt;  529  shut down                       tutup padam&lt;br /&gt;  530  signature                       tanda tangan&lt;br /&gt;  531  slash                           garis miring&lt;br /&gt;  532  sleep                           pudar&lt;br /&gt;  533  slide                           salindia&lt;br /&gt;  534  slide colour scheme             skema warna salindia&lt;br /&gt;  535  slide from files                salindia dari berkas&lt;br /&gt;  536  slide from outlines             salindia dari ragangan&lt;br /&gt;  537  slide layout                    tata letak salindia&lt;br /&gt;  538  slide miniature                 miniatur salindia&lt;br /&gt;  539  slide number                    nomor salindia&lt;br /&gt;  540  slide show                      tampil salindia&lt;br /&gt;  541  slide sorter                    penyortir salindia; pemilah&lt;br /&gt;                                       salindia&lt;br /&gt;  542  slot                            slot&lt;br /&gt;  543  software                        perangkat lunak&lt;br /&gt;  544  sort                            sortir; pilah&lt;br /&gt;  545  sound                           suara&lt;br /&gt;  546  source                          sumber&lt;br /&gt;  547  space                           spasi&lt;br /&gt;  548  spacebar                        batang spasi&lt;br /&gt;  549  speaker noter                   pencatat pembicara&lt;br /&gt;  550  spelling                        ejaan&lt;br /&gt;  551  split                           belah&lt;br /&gt;  552  splitting                       pembelahan&lt;br /&gt;  553  spread sheet                    lembar sebar&lt;br /&gt;  554  standby                         siaga&lt;br /&gt;  555  start                           mulai; star&lt;br /&gt;  556  start up                        hidupkan&lt;br /&gt;  557  status bar                      batang status&lt;br /&gt;  558  stop                            stop&lt;br /&gt;  559  stored message alert            siaga pesan tersimpan&lt;br /&gt;  560  style                           gaya&lt;br /&gt;  561  style checker                   pemeriksa gaya&lt;br /&gt;  562  subdirectory                    subdirektori&lt;br /&gt;  563  subject                         subjek&lt;br /&gt;  564  submission                      submisi&lt;br /&gt;  565  subscriber                      penika bawah&lt;br /&gt;  566  subscript                       tika bawah&lt;br /&gt;  567  subtotals                       subtotal&lt;br /&gt;  568  superscript                     tika atas&lt;br /&gt;  569  symbol                          simbol&lt;br /&gt;  570  synchronize                     menyelaraskan; selaras&lt;br /&gt;  571  tab                             tab&lt;br /&gt;  572  table                           tabel&lt;br /&gt;  573  tape                            pita&lt;br /&gt;  574  taskbar                         batang tugas&lt;br /&gt;  575  teleconferencing                telekonferensi&lt;br /&gt;  576  telecopy                        telekopi&lt;br /&gt;  577  telefax                         telefaks&lt;br /&gt;  578  teletext                        teleteks&lt;br /&gt;  579  telex                           teleks&lt;br /&gt;  580  template                        templat&lt;br /&gt;  581  terminal                        terminal&lt;br /&gt;  582  text (voice, image, video)      teks (suara, citra, video)&lt;br /&gt;  583  text box                        kotak teks&lt;br /&gt;  584  theme                           tema&lt;br /&gt;  585  thread                          ulir&lt;br /&gt;  586  throughput                      terobosan&lt;br /&gt;  587  tile                            ubinan&lt;br /&gt;  588  time                            waktu&lt;br /&gt;  589  to fax                          ke faks&lt;br /&gt;  590  toolbars                        batang alat; batang perkakas&lt;br /&gt;  591  tools                           alat; perkakas&lt;br /&gt;  592  top-level domain name           nama ranah aras puncak&lt;br /&gt;  593  trace                           runut&lt;br /&gt;  594  tracing facility                fasilitas perunutan&lt;br /&gt;  595  track                           lintas, jalur&lt;br /&gt;  596  transfer                        transfer&lt;br /&gt;  597  transmission                    transmisi&lt;br /&gt;  598  transmittal event               peristiwa transmital&lt;br /&gt;  599  underline                       garis bawah&lt;br /&gt;  600  undo                            tak jadi&lt;br /&gt;  601  unhide                          tak tersembunyi&lt;br /&gt;  602  up                              ungguh&lt;br /&gt;  603  up level                        naik aras&lt;br /&gt;  604  update                          mutakhir&lt;br /&gt;  605  upload                          unggah&lt;br /&gt;  606  upper case                      sosok (huruf) atas&lt;br /&gt;  607  user                            pengguna&lt;br /&gt;  608  user agent                      agen pengguna&lt;br /&gt;  609  user friendly                   akrab pengguna&lt;br /&gt;  610  user group                      kelompok pengguna&lt;br /&gt;  611  user interface                  antarmuka pengguna&lt;br /&gt;  612  utilities                       kegunaan&lt;br /&gt;  613  version                         versi&lt;br /&gt;  614  vertical                        vertikal&lt;br /&gt;  615  video conferencing              konferensi video&lt;br /&gt;  616  videotext                       teks video&lt;br /&gt;  617  view                            tilik&lt;br /&gt;  618  viewdata                        data tilik&lt;br /&gt;  619  viewing screen                  layar penilikan&lt;br /&gt;  620  voice mail                      surat suara&lt;br /&gt;  621  wake up                         bangun&lt;br /&gt;  622  web pages                       halaman web&lt;br /&gt;  623  whole page                      halaman utuh&lt;br /&gt;  624  window                          jendela&lt;br /&gt;  625  wizard                          cekatan&lt;br /&gt;  626  word                            kata&lt;br /&gt;  627  work load                       beban kerja&lt;br /&gt;  628  work station                    anjungan kerja&lt;br /&gt;  629  zoom                            zum&lt;/pre&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga bermanfaat !!! &lt;/div&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="-moz-background-inline-policy: -moz-initial; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen &lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-6983693103125554114?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/6983693103125554114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/05/kamus-istilah-komputer.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/6983693103125554114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/6983693103125554114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/05/kamus-istilah-komputer.html' title='Kamus Istilah Komputer'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-HeRE4rwEWAQ/Tb_-_xddNwI/AAAAAAAAAkw/xTicPSExXaM/s72-c/kamus_istilah_komputer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-5641216279491232452</id><published>2011-04-29T13:54:00.004+07:00</published><updated>2011-11-09T21:31:31.227+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaringan Komputer'/><title type='text'>Manfaat Jaringan Komputer</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-MQPj54Ybxto/Tbpfic2FybI/AAAAAAAAAkk/Nph6tGLvQFE/s1600/computer-network.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-MQPj54Ybxto/Tbpfic2FybI/AAAAAAAAAkk/Nph6tGLvQFE/s200/computer-network.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Berikut adalah beberapa manfaat dari jaringan komputer :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;1. Komunikasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Pertukaran data dan informasi. Contoh : E-mail, Chatting, Instant Messaging&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Berbagi Sumber Daya (Sharing Resouces)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan bersama sumber daya jaringan komputer. Contoh : Printer, fax, koneksi internet, server, file, program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Centralized Administration&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan keseluruhan sistem dari satu tempat. Contoh : Active directory pada Windows 2000/2003 Server.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Centralized Security&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pemasangan perangkat keamanan pada satu tempat untuk mengamankan seluruh jaringan komputer. Contoh : Firewall [http://en.wikipedia.org/wiki/Firewall]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Integrasi Data&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pembagian beban pemrosesan data ke banyak komputer. Contoh : Sistem Terdistribusi [http://en.wikipedia.org/wiki/Distributed_system]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6.Kerjasama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;memungkinkan kolaborasi dari banyak orang bahkan sampai dalam cakupan global (seluruh dunia). Contoh : Workgroup, komunitas open source software. [http://en.wikipedia.org/wiki/Open_source_software]&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Efisiensi Biaya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mengurangi Kebutuhan Hardware dan Software. Contoh : Diskless workstation. [http://en.wikipedia.org/wiki/Diskless_workstation]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Efisiensi Waktu dan Tenaga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mengurangi waktu dan tenaga sia-sia dalam pertukaran data dan informasi. Contoh : File sharing via jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9.Peningkatan Produktivitas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan efisiensi waktu dan tenaga serta terjalinnya kerjasama yang baik dengan data yang terintegrasi maka produktivitas akan meningkat.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="-moz-background-inline-policy: -moz-initial; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-5641216279491232452?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/5641216279491232452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/manfaat-jaringan-komputer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/5641216279491232452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/5641216279491232452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/manfaat-jaringan-komputer.html' title='Manfaat Jaringan Komputer'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-MQPj54Ybxto/Tbpfic2FybI/AAAAAAAAAkk/Nph6tGLvQFE/s72-c/computer-network.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-5839643797249494354</id><published>2011-04-27T16:57:00.006+07:00</published><updated>2011-06-01T07:11:19.102+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Propaganda Sesat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Paham Sesat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JIL'/><title type='text'>Membongkar Kedok JIL</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-9iHhe6dcWNw/TbfnfNKdWSI/AAAAAAAAAkY/inU_NIngyTI/s1600/say_no_to_jil.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-9iHhe6dcWNw/TbfnfNKdWSI/AAAAAAAAAkY/inU_NIngyTI/s200/say_no_to_jil.jpg" width="171" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;mem-BONGKAR KEDOK JIL (Jaringan Islam Liberal = JARINGAN IBLIS LAKNATULLAH) &amp;gt;&amp;gt;Tokoh Ucapan Nyelenehnya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Merupakan kewajiban seorang muslim dalam hidup ini, menjaga  kemurnian dan sterilitas &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/search/label/Aqidah" target="_blank"&gt;akidah&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;nya dari segala noda yang mengotorinya.  Karena disadari atau tidak, kadang banyak perilaku dan ucapan seseorang  yang dapat menyeret ke dalam jurang yang membahayakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pembaca,  kali ini kita akan sedikit menyorot orang-orang yang tergabung dalam  Jaringan Islam Liberal (JIL) yang mana mereka telah terang-terangan  hendak meruntuhkan sendi-sendi Islam. Siapa sajakah mereka itu? Berikut  paparannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Tokoh-tokoh Awal Islam Liberal di Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;1. KH. Abdurrahman Wahid.&lt;/b&gt;  Tokoh NU -Nahdlatul Ulama- dan pernah menjadi Presiden Republik  Indonesia 1999-2001 yang diturunkan oleg MPR (Majelis Permusyawaratan  Rakyat) pimpinan Amien Rais dalam sidangnya, karena kasus dana Bulog  (Badan Urusan Logistik). Tokoh yang sebutannya Gus Dur ini dikenal  nyeleneh, di antaranya melontarkan bahwa lafal Assalamu’alaikum bisa  saja diganti dengan selamat pagi.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;2. Prof. Dr. Nurcholish Madjid.&lt;/b&gt;  Alumni Chicago Amerika (1984/1985) dikenal melontarkan gagasan  sekularisasi dan menerjemahkan kalimat syahadat menjadi “tiada tuhan (t  kecil) selain Tuhan (T besar).&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;3. Ahmad Wahib&lt;/b&gt;  (mendiang). Orang HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) yang diasuh oleh  beberapa pendeta Nasrani kemudian kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat –  Teologi Katholik Driyarkara di Jakarta. Dia sangat liberal dan berfaham  semua agama sama, hingga Karl Marx pun surganya sama dengan surga Nabi  Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;4. Djohan Effendi.&lt;/b&gt;  Orang HMI yang resmi menjadi anggota Ahmadiyah di Yogyakarta, dan  memasarkan faham liberal dan pluralisme agama dengan Ahmad Wahib dalam  training-training HMI. Kemudian menyunting buku “Catatan Harian Ahmad  Wahib, Pergolakan Pemikiran Islam” bersama Ismet Nasir keluaran  Driyarkara sebagaimana Ahmad Wahib. Buku itu menggegerkan umat Islam  tahun 1982, dan oleh MUI -Majelis Ulama Indonesia- Pimpinan KH. Syukri  Ghazali dan KH. Hasan Basri, buku itu harus dicabut. Namun buku itu  didukung oleh bekas menteri agama, Mukti Ali, dan surat dari Litbang  Departemen Agama dengan alasan bahwa buku itu ilmiah. Pemprotes utama  selain MUI dan para pemuda Islam adalah Prof. Dr. HM. Rasjidi mantan  Menteri Agama RI pertama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sementara  dalam internet milik mereka, ada sejumlah nama. Kami kutip sebagai  berikut: “Beberapa nama kontributor JIL (Jaringan Islam Liberal, pen)  adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Nurcholish Madjid,&lt;/b&gt; Universitas Paramadina Mulya, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Charles Kurzman,&lt;/b&gt; University of North Carolina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Azyumardi Azra,&lt;/b&gt; IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Abdallah Laroui,&lt;/b&gt; Muhammad V University, Maroko.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Masdar F. Mas’udi,&lt;/b&gt; Pusat Pengembangan Pesantren dan Masyarakat, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Goenawan Mohammad,&lt;/b&gt; Majalah Tempo, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Edward Said Djohan Effendi,&lt;/b&gt; Deakin University, Australia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Abdullah Ahmad an-Naim,&lt;/b&gt; University of Khartoum, Sudan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Asghar Ali Engineer.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Nasaruddin Umar,&lt;/b&gt; IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Mohammed Arkoun,&lt;/b&gt; University of Sorbone, Prancis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Komaruddin Hidayat,&lt;/b&gt; Yayasan Paramadina, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Sadeq Jalal Azam,&lt;/b&gt; Damascus University, Suriah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Said Agil Siraj,&lt;/b&gt; PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Denny JA,&lt;/b&gt; Universitas Jayabaya, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Rizal Mallarangeng,&lt;/b&gt; CSIS, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Budi Munawar Rahman,&lt;/b&gt; Yayasan Paramadina, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Ihsan Ali Fauzi,&lt;/b&gt; Ohio University, AS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Taufiq Adnan Amal,&lt;/b&gt; IAIN Alauddin, Ujung Pandang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Hamid Basyaib,&lt;/b&gt; Yayasan Aksara, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Ulil Abshar Abdalla,&lt;/b&gt; Lakpesdam-NU, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Luthfi Assyaukanie,&lt;/b&gt; Universitas Paramadina Mulya, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Saiful Mujani,&lt;/b&gt; Ohio State University, AS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Ade Armando,&lt;/b&gt; Universitas Indonesia, Depok – Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Syamsurizal Panggabean,&lt;/b&gt; Universitas Gajahmada, Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mereka  itu diperlukan untuk mengkampanyekan program penyebaran gagasan  keagamaan yang pluralis dan inklusif. Program itu mereka sebut “Jaringan  Islam Liberal” (JIL).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Penyebaran gagasan keagamaan yang pluralis dan inklusif itu&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; di antaranya&lt;i&gt;&lt;b&gt; disiarkan oleh Kantor Berita Radio 68H yang diikuti 10 Radio;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; 4 di Jabotabek (Jakarta Bogor, Tangerang, Bekasi) dan 6 di daerah. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Di  antaranya Radio At-Tahiriyah di Jakarta yang menyebut dirinya FM Muslim  dan berada di sarang NU tradisionalis pimpinan Suryani Taher, dan juga  Radio Unisi di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Dua  Radio Islam itu ternyata sebagai alat penyebaran Islam Liberal, yang  fahamnya adalah pluralis, semua agama itu sama/paralel, dan kita tak  boleh memandang agama lain dengan pakai agama kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sedang  faham inklusif adalah sama dengan pluralis, hanya saja memandang agama  lain dengan agama yang kita peluk. Dan itu masih dikritik oleh orang  pluralis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Ungkapan-ungkapan Nyeleneh Orang Liberal dan Bantahannya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Prof. Dr. Nurcholis Madjid:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Umat  Islam pun diperintahkan untuk senantiasa menegaskan bahwa kita semua,  para penganut kitab suci yang berbeda-beda itu, sama-sama menyembah  Tuhan Yang Maha Esa, dan sama-sama pasrah (muslimun) kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Komentarnya: &lt;/b&gt;Ini satu bentuk penyembunyian kebenaran. Sebab Allah menegaskan dalam Al-Qur’an:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Perangilah  orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada  hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan  oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar  (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada  mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam  keadaan tunduk.”&lt;/i&gt; (At-Taubah: 29)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Dr. Alwi Shihab, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Prinsip  lain yang digariskan oleh Al-Qur’an adalah pengakuan eksistensi  orang-orang yang berbuat baik dalam setiap komunitas beragama dan  dengan begitu layak memperoleh pahala dari Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Komentarnya: &lt;/b&gt;Ungkapan itu bertentangan dengan ayat-ayat Allah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa  mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan  diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk  orang-orang yang rugi.”&lt;/i&gt; (Ali Imran: 85)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya  telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al  Masih putera Maryam,” padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani  Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang  mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan  kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi  orang-orang zhalim itu seorang penolongpun.”&lt;/i&gt; (Al-Ma’idah: 72)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Muhammad Ali, Pengajar di Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Jakarta:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ayat-ayat  surat Ali Imran: 19 dan 85 harus ditafsirkan dalam kerangka pluralisme  yakni “Islam” di dalam ayat itu harus diartikan sebagai “agama  penyerahan diri”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Komentarnya: &lt;/b&gt;Ungkapan itu bertentangan dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hadits  dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, &lt;i&gt;“Demi Dzat yang jiwa Muhammad  ada di tangan-Nya, tidaklah mendengar padaku seseorang dari umat ini,  baik dia itu Yahudi ataupun Nasrani, kemudian dia mati dan tidak beriman  dengan (Islam) yang aku diutus dengannya kecuali dia termasuk  penghuni-penghuni neraka.”&lt;/i&gt; (HR. &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2010/09/mengenal-imam-muslim.html" target="_blank"&gt;Muslim&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Prof. Dr. KH. Said Aqiel Siradj, Ketua Syuriah Nahdlatul Ulama:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Agama yang membawa misi tauhid adalah Yahudi, Nasrani (Kristen) dan Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perkataan itu bertentangan dengan ayat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Orang-orang  Yahudi berkata, ‘Uzair itu putra Allah’ dan orang Nasrani berkata,  ‘Al-Masig itu putra Allah.’ Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut  mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu.  Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?”&lt;/i&gt;  (At-Taubah: 30)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Ulil Abshar Abdalla, Koordinator JIL (Jaringan Islam Liberal):&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam bukan yang paling benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Komentarnya: &lt;/b&gt;Ungkapan itu bertentangan dengan ayat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa  mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan  diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk  orang-orang yang rugi.” &lt;/i&gt;(Ali Imran: 85)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” &lt;/i&gt;(Al-Baqarah: 147)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Maka tidak ada sesudah kebenaran itu melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?”&lt;/i&gt; (Yunus: 32)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Sukidi, Direktur Eksekutif Pusat Studi Agama dan Peradaban Pimpinan Pusat Muhammadiyah:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bangunan  epistemologis teologi inklusif Cak Nur (Nurcholis Madjid) diawali  dengan tafsiran Al-Islam sebagai sikap pasrah kehadirat Tuhan.  Kepasrahan ini, menjadi ciri pokok semua agama yang benar. Inilah world  view Al-Qur’an, bahwa semua agama yang benar adalah Al-Islam…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Komentarnya: &lt;/b&gt;Ya,  tetapi Al-Qur’an tidak seperti yang dimaui Nurcholis. Al-Qur’an  menegaskan, Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) -yang tidak mau masuk Islam  yang dibawa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam- itu kafir:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya  orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk)  ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah  seburuk-buruk makhluk.”&lt;/i&gt; (Al-Bayyinah: 6)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Dr. Djalaluddin Rakhmat, orang Bandung yang menyebut dirinya Susi; Sunni-Syi’ah (satu sebutan yang sangat aneh):&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam  Al-Qur’an, kata kafir tidak pernah didefinisikan sebagai kalangan  non-muslim. Definisi kafir sebagai orang non-muslim hanya terjadi di  Indonesia saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Komentarnya: &lt;/b&gt;Perkataan tokoh Syi’ah yang tidak berterus terang dirinya Syi’ah ini bertentangan dengan ayat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Patutkah  menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang  laki-laki di antara mereka: ‘Berilah peringatan kepada manusia dan  gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang  tinggi di sisi Tuhan mereka.’ Orang-orang kafir berkata: ‘Sesungguhnya  orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata.”&lt;/i&gt;  (Yunus: 2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Pengajar di Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Jakarta (14 Juni 2000):&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di masa Nabi Muhammad saw, orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak dikatakan sebagai kafir, tetapi disebut Ahlul Kitab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Komentarnya: &lt;/b&gt;Perkataan ini bertentangan dengan ayat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Orang-orang  Yahudi berkata, ‘Uzair itu putra Allah,’ dan orang Nasrani berkata,  ‘Al-Masih itu putra Allah.’ Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut  mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu.  Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?”&lt;/i&gt;  (At-Taubah: 30)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Mereka menjadikan  orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah,  dan (juga mereka mempertuhankan) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka  hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang  berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka  persekutukan.”&lt;/i&gt; (At-Taubah: 31)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Mereka  berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut  (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain  menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak  menyukai.”&lt;/i&gt; (At-Taubah: 32)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Orang-orang  kafir” dalam ayat itu penekanan pembicaraan ayat sebelumnya jelas  Yahudi dan Nasrani, jadi siapa lagi kalau bukan mereka. Juga tegas-tegas  Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya  orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk)  ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah  seburuk-buruk makhluk.”&lt;/i&gt; (Al-Bayyinah: 6)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Prof. Dawam Rahardjo, Wakil Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ahmadiyah  (golongan yang mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi selepas  Rasulullah) sama dengan kita… Jadi kita tidak bisa menyalahkan atau  membantah akidah mereka, apapun akidah mereka itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Komentarnya: &lt;/b&gt;Ungkapan Dawam itu menyalahi Al-Qur’an:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Muhammad  itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu,  tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah  Maha Mengetahui segala sesuatu.”&lt;/i&gt; (Al-Ahzaab: 40)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan bertentangan dengan hadits:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1092.  Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi  wasallam bersabda, &lt;i&gt;“Segala urusan Bani Israil diatur oleh para nabi.  Apabila seseorang nabi itu meninggal dunia, dia digantikan oleh seorang  nabi yang lain. Tetapi sesungguhnya tidak akan ada nabi sesudahku. Pada  suatu ketika nanti akan muncul khalifah. Para sahabat bertanya, ‘Apakah  yang anda perintahkan kepada kami?’ Nabi menjawab, ‘Patuhilah  perlantikan khalifah yang pertama, kemudian yang seterusnya. Penuhilah  hak-hak mereka, sesungguhnya Allah akan menanyakan tentang apa yang  telah dipertanggungjawabkan kepada mereka.”&lt;/i&gt; (HR. Muttafaq Alaih)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Ahmad Baso, aktivis Jaringan Islam Liberal, tokoh muda NU:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mushaf Utsmani adalah konstruk Quraisy terhadap Al-Qur’an dengan mengabaikan sumber-sumber Mushaf lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Komentarnya:&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Ini  salah satu hujatan terhadap para sahabat Nabi Muhammad shallallahu  ‘alaihi wasallam tanpa bukti ilmiyah dan akhlak baik, sekaligus untuk  menanamkan racun keraguan terhadap kemurnian Al-Qur’an. Allah-lah yang  akan menghakiminya bila penguasa di dunia tidak mau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Taufik Adnan Amal, Pengajar Ulumul Qur’an di IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Alaudin Makassar:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;…proses  tersebut (pembukuan Mushaf Utsmani) masih meninggalkan sejumlah masalah  mendasar, baik dalam ortografi teks maupun pemilihan bacaannya, yang  kita warisi dalam mushaf tercetak dewasa ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Komentarnya:&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Yang  memiliki sejumlah masalah mendasar bukan pembukuan Mushaf Utsmani,  tetapi otak pelontar ini sendiri yang telah dicokok hidungnya oleh para  orientalis Yahudi dan Kristen yang anti Islam. Padahal mereka sudah  mencari-cari masalah yang ingin mereka sebarkan untuk meragukan  kemurnian Al-Qur’an sejak berlama-lama tidak berhasil, maka kini punya  murid dari kalangan yang mengaku dirinya Muslim, maka gembiralah mereka.  Hanya saja, kenapa untuk menggembirakan orang yang anti Islam, mesti  mengorbankan keilmuan dan keyakinan. Itulah masalahnya yang mendasar,  dan lebih drastis ketimbang sekadar apa yang ia sebut sejumlah masalah  mendasar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Ulil Abshar Abdalla, Koordinator jaringan Islam Liberal:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menurut  saya, tidak ada yang disebut “hukum Tuhan” dalam pengertian seperti  dipahami kebanyakan orang Islam. Misalnya, hukum Tuhan tentang  pencurian, jual beli, pernikahan, pemerintahan, dsb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Komentarnya:&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Ungkapan  ini mengingkari ayat Al-Qur’an, hadits Nabi shallallahu ‘alaihi  wasallam, dan pernikahan yang dia lakukan sendiri pula, yang tentu saja  memakai hukum Islam, yaitu hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dibawa  Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Kalau dia nanti mati, mau  dikubur dengan cara apa, kalau tidak mengakui adanya hukum Tuhan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hukum  Tuhan dia anggap tidak ada, tetapi perkataan orang-orang kafir pun dia  kais-kais sebagai landasan dalam berbicara dan menulis. Padahal,  menirukan perkataan orang kafir itulah kecaman berat yang difirmankan  Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Al-Bara’ah atau At-Taubah. Nama  surat Al-Bara’ah itu sendiri sudah mengandung makna “lepas diri” tidak  mau cawe-cawe terhadap kafirin, yaitu Ahli Kitab dan musyrikin plus  munafiqin. Tetapi mengapa justru orang-orang yang wajib dibaro’ahi itu  oleh Ulil Abshar Abdalla dan sindikatnya dijadikan boss, pemberi dana,  pengarah, pembimbing, dan pemberi petunjuk; hingga perkataan nenek  moyangnya yang menentang Allah Subhanahu wa Ta’ala pun dikais-kais untuk  dimunculkan sebagai racun terhadap umat Islam? Betapa keblingernya ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Kalau orang atheis tidak mengakui adanya Tuhan, maka orang yang menirukannya cukup mengatakan, tidak ada hukum Tuhan.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kalau  orang bertauhid meyakini bahwa Tuhan itu hanya satu, maka orang musyrik  menambahnya menjadi dua, tiga, dan banyak. Sebaliknya orang atheis  meniadakan Tuhan sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akibatnya, orang  bertauhid mengikuti hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala apa adanya. Orang  musyrik menambah-nambah dan membuat-buat hukum semau mereka, sedang  orang yang tidak percaya Allah maka mereka menganggap hukum Allah tidak  ada, lalu mereka membuat sendiri atau menirukan kafirin terdahulu dan  menolak hukum apa saja yang dari Allah Ta’ala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jadi, kesimpulannya hanyalah menolak hukum Allah, sambil mengais-ngais apa saja yang dari kafirin. Tentu saja setelah duitnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sialnya,  kemungkinan nanti dia tidak ke sana tidak ke sini -laa ilaa haaulaa’  walaa ilaa haa ulaa’-. Pihak kafirin tidak percaya kepadanya, sedang  pihak mukminin pun marah kepadanya. Tragis benar!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Ulil Abshar Abdalla:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Larangan kawin beda agama, dalam hal ini antara perempuan Islam dengan lelaki non-Islam, sudah tidak relevan lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Komentarnya:&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Apakah  Ulil mendapatkan mandat dari Allah Ta’ala untuk membatalkan ayat-ayat  Allah? Di antaranya surat Al-Mumtahanah ayat 10 dan Al-Baqarah ayat 221.  Padahal jelas sudah tidak ada nabi lagi sesudah Nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam. Jadi Ulil sedang menangkringkan dirinya  sebagai “Tuhan”?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Hai  orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu  perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan)  mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu  telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu  kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka  tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada  halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami-suami) mereka mahar  yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila  kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang  pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah  kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta  mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yan  ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha  Bijaksana.”&lt;/i&gt; (Al-Mumtahanah: 10)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Dan  janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman.  Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik,  walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang  musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman.  Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun  dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke  surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya  (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil  pelajaran.”&lt;/i&gt; (Al-Baqarah: 221)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Prof. Dawam Rahardjo, Wakil Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Presiden III-T Indonesia:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Menurut hemat saya, Ulil justru mengangkat wahyu Tuhan di atas syariat.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Komentarnya:&amp;nbsp; &lt;/b&gt;(Bukan  mengangkat wahyu Tuhan, tetapi mengangkat dirinya sendiri disejajarkan  dengan Tuhan. Sedang yang mendukungnya ini ingin memisahkan syariat  dengan wahyu. Jadi sama-sama rusaknya, saling dukung mendukung).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Dr. Zainun Kamal, Pengajar Fakultas Ushuluddin Univershtas Islam Negeri Jakarta:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Hanya sebahagian ulama yang berpendapat muslimah haram menikah dengan non-muslim.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Komentarnya:&amp;nbsp; &lt;/b&gt;(Ulama  tidak berpendapat pun Al-Qur’an dan Hadits sudah ada. Ulama pun faham  bahwa tidak ada ijtihad mengenai yang sudah ada nashnya (teks ayat atau  hadits yang sudah jelas dan tegas maknanya). Ayatnya sudah jelas:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Hai  orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu  perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan)  mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu  telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu  kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka  tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada  halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami-suami) mereka mahar  yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila  kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang  pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah  kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta  mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yan  ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha  Bijaksana.”&lt;/i&gt; (Al-Mumtahanah: 10)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Dr. Muslim Abdurrahman, Tokoh Muhammadiyah:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Korban Pertama dari Penerapan Syariat Adalah Perempuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Komentarnya:&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Ini  sama dengan menuduh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mensyariatkan  syariat untuk manusia itu zhalim. Perkataan itu sangat terlalu. Kalau  Allah dianggap zhalim, apakah justru setan yang adil?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Apakah  hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih  baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”&lt;/i&gt; (Al-Maidah:  50)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Orang yang “tidak doyan” syariat  model ini kalau buang air apakah tidak cebok? Dan kalau cebok, mungkin  merasa dirinya jadi korban syariat. Lantas kalau dirinya mati nanti,  menurut Adian Husaini, dipersilahkan jasad model orang yang menolak  ditegakkannya syariat itu agar dicantelkan saja di pohon, tidak usah  dikubur. Karena menguburkan jenazah itu termasuk bagian dari syariat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;KH. Abdurrahman Wahid&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagi  saya, peringatan Natal (Krismas) adalah peringatan kaum Muslimin juga.  Kalau kita konsekwen sebagai seorang Muslim merayakan hari kelahiran  Nabi Muhammad, maka adalah harus konsekwen merayakan malam Natal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Komentarnya: &lt;/b&gt;Pernyataan Gus Dur itu waktu dia jadi Presiden RI. Meskipun presiden, kalau menyalahi Islam ya tetap salah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Hai  orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi  dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah  pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil  mereka menjadi pemimpin maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan  mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang  yang zhalim.” (Al-Maidah: 51)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Hai orang-orang yang  beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu  pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas  keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka  pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.”&lt;/i&gt;  (At-Taubah: 23)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa  menyerupai dengan suatu kaum maka dia termasuk (golongan) mereka.”&lt;/i&gt; (HR.  Abu Daud, kata As-Sakhawi ada yang dha’if tapi punya  syawahid/saksi-saksi. &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2010/08/biografi-ibnu-taimiyah.html" target="_blank"&gt;Ibnu Taimiyah&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; berkata: sanadnya jayyid/baik. Ibnu  Hajar dalam kitab Fathul Bari berkata, sanadnya hasan/bagus).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ucapan  Abdullah bin Amru bahwa ia berkata, &lt;i&gt;“Barangsiapa membangun di bumi  musyrikin dan membuat nairuz dan mahrajan mereka (upacara hari-hari  besar kafirin/musyrikin) dan menyerupai dengan mereka sehingga mati maka  dia akan dikumpulkan bersama mereka (musyrikin) di Hari Kiamat.”&lt;/i&gt; (Sunan  Al-Baihaqi Al-Kubra, lihat Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud, dan  Faidhul Qadir)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;• &lt;b&gt;Prof. Dr. M. Amin Abdullah, Ketua Majlis Tarjih Muhammadiyah, bekas Rektor IAIN Yogyakarta:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Tafsir-tafsir klasik Al-Qur’an tidak lagi memberi makna dan fungsi yang jelas dalam kehidupan umat.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Komentarnya:&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Ini  mengingkari ilmu. Sebab tafsir-tafsir klasik itu menyampaikan warisan  ilmu dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang disampaikan  kepada para sahabat, diwarisi tabi’in, lalu tabi’it tabi’in, yang  kemudian diwarisi para ulama. Dengan cara menafikan makna dan fungsi  tafsir-tafsir klasik Al-Qur’an, maka sebenarnya yang akan dibabat justru  Al-Qur’annya itu sendiri. Karena kalau umat Islam sudah menafikan  tafsir-tafsir klasik Al-Qur’an, maka tidak tahu lagi mana makna yang  rajih (kuat) dan yang marjuh (lemah) dalam mengetahui isi Al-Qur’an. Di  samping itu, masih mengingkari keadaan manusia. Seakan-akan manusia  sekarang ini bukanlah manusia model dulu, tetapi makhluk yang baru sama  sekali, tidak ada sifat-sifat kesamaan dengan manusia dulu. Padahal,  dari dulu sampai sekarang, dan insya Allah sampai nanti, ciri-ciri dan  sifat-sifat manusia itu sama. Yang munafik ya ciri-ciri dan  sifat-sifatnya sama dengan munafik zaman dulu. Yang kafir pun demikian.  Sedang yang mukmin sama juga ciri dan sifatnya dengan mukmin zaman dulu.  Maka Allah telah mencukupkan Islam sebagai agama yang Dia ridhai, dan  Al-Qur’an menjadi pedoman sepanjang masa, karena manusia zaman  diturunkannya Al-Qur’an itu sifatnya sama dengan zaman sekarang ataupun  nanti. Tinggal tergolong yang mana? Mukmin, munafik atau kafir. Hanya  itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apalagi hanya tafsirnya, sedang Al-Qur’annya itu  sendiri tidak menambah apa-apa kecuali menambah kerugian bagi  orang-orang dhalim, dan menambah larinya orang-orang kafir dari  kebenaran, memang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Dan  Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi  orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada  orang-orang yang zhalim selain kerugian.”&lt;/i&gt; (Al Israa’: 82)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Dan  sesungguhnya dalam Al-Qur’an ini Kami telah ulang-ulang  (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat. Dan ulangan  peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari (dari  kebenaran).”&lt;/i&gt; (Al-Israa’: 41)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Wallahu a’lam bish-shawab.&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber rujukan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, oleh Hartono Ahmad Jaiz hal. 235-236. Pustaka Al-Kautsar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Menangkal Bahaya JIL &amp;amp; FLA, oleh Hartono Ahmad Jaiz hal. 55-72. Pustaka Al-Kautsar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disalin dari : http://www.facebook.com/notes/abu-jundullah-alfaqir-ilallah/mem-bongkar-kedok-jil-jaringan-islam-liberal-jaringan-iblis-laknatullah-tokoh-uc/160807167280171&lt;/div&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-5839643797249494354?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/5839643797249494354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/membongkar-kedok-jil.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/5839643797249494354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/5839643797249494354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/membongkar-kedok-jil.html' title='Membongkar Kedok JIL'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-9iHhe6dcWNw/TbfnfNKdWSI/AAAAAAAAAkY/inU_NIngyTI/s72-c/say_no_to_jil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-3616564665413960115</id><published>2011-04-22T20:35:00.043+07:00</published><updated>2011-11-09T21:33:09.210+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaringan Komputer'/><title type='text'>Jaringan Komputer</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-T2IXjkYLLwY/TbGDJx8pUqI/AAAAAAAAAkQ/pYmHijMI5i0/s1600/computer-network.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-T2IXjkYLLwY/TbGDJx8pUqI/AAAAAAAAAkQ/pYmHijMI5i0/s200/computer-network.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Jaringan komputer&lt;/b&gt; adalah sebuah sistem yang terdiri atas&lt;b&gt; &lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/search/label/Komputer" target="_blank"&gt;komputer&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, software dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. &lt;b&gt;Tujuan dari jaringan komputer adalah:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Membagi sumber daya:&lt;/b&gt; contohnya berbagi pemakaian printer, CPU, memori, harddisk&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Komunikasi:&lt;/b&gt; contohnya surat elektronik, &lt;i&gt;instant messaging&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt;&lt;b&gt;kses informasi:&lt;/b&gt; contohnya &lt;i&gt;web browsing&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (&lt;i&gt;service&lt;/i&gt;). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (&lt;i&gt;client&lt;/i&gt;) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut pelayan (&lt;i&gt;server&lt;/i&gt;). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Klasifikasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berdasarkan topologi jaringan, jaringan komputer dapat dibedakan atas:&lt;/b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;* Topologi bus&lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;    * Topologi bintang&lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;    * Topologi cincin&lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;    * Topologi mesh&lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;    * Topologi pohon&lt;/span&gt;&lt;br style="color: black;" /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;    * Topologi linier&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Berdasarkan kriterianya, jaringan komputer dibedakan menjadi 4 yaitu:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Berdasarkan distribusi sumber informasi/data&lt;br /&gt;* Jaringan terpusat&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jaringan ini terdiri dari komputer client dan server yang  mana komputer client yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses  sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer server&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Jaringan terdistribusi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga  terdapat beberapa komputer server yang saling berhubungan dengan client  membentuk sistem jaringan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Berdasarkan jangkauan geografis dibedakan menjadi:&lt;br /&gt;* Jaringan LAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;merupakan jaringan yang menghubungkan 2 komputer atau lebih  dalam cakupan seperti laboratorium, kantor, serta dalam 1 warnet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Jaringan MAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Merupakan jaringan yang mencakup satu kota besar beserta  daerah setempat. Contohnya jaringan telepon lokal, sistem telepon  seluler, serta jaringan relay beberapa ISP internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Jaringan WAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Merupakan jaringan dengan cakupan seluruh dunia. Contohnya  jaringan PT Telkom, PT. Indosat, serta jaringan GSM Seluler seperti  Satelindo, Telkomsel, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;3. Berdasarkan peranan dan hubungan tiap komputer dalam memproses data.&lt;br /&gt;* Jaringan Client-Server&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada jaringan ini terdapat 1 atau beberapa komputer server  dan komputer client. Komputer yang akan menjadi komputer server maupun  menjadi komputer client dan diubah-ubah melalui software jaringan pada  protokolnya. Komputer client sebagai perantara untuk dapat mengakses  data pada komputer server sedangkan komputer server menyediakan  informasi yang diperlukan oleh komputer client.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Jaringan Peer-to-peer&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada jaringan ini tidak ada komputer client maupun komputer  server karena semua komputer dapat melakukan pengiriman maupun  penerimaan informasi sehingga semua komputer berfungsi sebagai client  sekaligus sebagai server.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Berdasarkan media transmisi data&lt;br /&gt;* Jaringan Berkabel (Wired Network)&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan  komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel  jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik  antar komputer jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Jaringan Nirkabel(WI-FI)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang  elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk  menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang  elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer  jaringan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;[ http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_komputer]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="-moz-background-inline-policy: -moz-initial; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen &lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-3616564665413960115?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/3616564665413960115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/jaringan-komputer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/3616564665413960115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/3616564665413960115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/jaringan-komputer.html' title='Jaringan Komputer'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-T2IXjkYLLwY/TbGDJx8pUqI/AAAAAAAAAkQ/pYmHijMI5i0/s72-c/computer-network.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-8104819673159360401</id><published>2011-04-20T20:39:00.004+07:00</published><updated>2011-06-01T07:13:33.424+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Ciri-Ciri Wanita Penghuni Surga</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ML38Nyobd8U/Ta7a85lmdRI/AAAAAAAAAkE/453ui94wisg/s1600/wanita_penghuni_surga.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-ML38Nyobd8U/Ta7a85lmdRI/AAAAAAAAAkE/453ui94wisg/s200/wanita_penghuni_surga.jpg" width="152" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan  abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana  dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata,  dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh  mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-30"&gt;&lt;/span&gt;Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang  menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Diantaranya Allah Subhanahu  wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada  orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang  tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak  berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi  peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka  memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb  mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman  dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” &lt;/i&gt;(QS.  Muhammad : 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling  dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah).  Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang  terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka  berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan  di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda  yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi  minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening  karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka  pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.”&lt;/i&gt; (QS. Al Waqiah :  10-21)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang  yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan  pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak  dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.”&lt;/i&gt; (QS. Al Waqiah : 22-23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan,  menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum  mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak  pula oleh jin&lt;/i&gt;.” (QS. Ar Rahman : 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.&lt;/i&gt;” (QS. Ar Rahman : 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan  langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi  sebaya umurnya.&lt;/i&gt;” (QS. Al Waqiah : 35-37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;i&gt;… seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk  bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan  penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari  kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada  dunia dan isinya.&lt;/i&gt;” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami  mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh  seorangpun. Diantara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah  wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia.  Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan.” Dan mereka juga  mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati.  Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah  wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.&lt;/i&gt;” (Shahih Al Jami’ nomor  1557)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apakah Ciri-Ciri Wanita Surga?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan  bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan  istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?&lt;br /&gt;Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya  tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan  memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga  lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada  hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan  Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia  miliki. Diantara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :&lt;br /&gt;1. Bertakwa.&lt;br /&gt;2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya,  Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun  yang buruk.&lt;br /&gt;3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah,  bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat,  menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang  mampu.&lt;br /&gt;4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah,  jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat  dirinya.&lt;br /&gt;5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah,  mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap  rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala  takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan  kepadanya.&lt;br /&gt;6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir  mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa  kepada Allah semata.&lt;br /&gt;7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.&lt;br /&gt;8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin,  dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia  miliki.&lt;br /&gt;9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya,  memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan  orang yang mendhaliminya.&lt;br /&gt;10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.&lt;br /&gt;11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.&lt;br /&gt;12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).&lt;br /&gt;13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;14. Berbakti kepada kedua orang tua.&lt;br /&gt;15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari  kitab Majmu’ Fatawa karya &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2010/08/biografi-ibnu-taimiyah.html" target="_blank"&gt;Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; juz 11 halaman  422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi  ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada  Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;i&gt;… dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah  memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai  sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.&lt;/i&gt;” (QS.  An Nisa’ : 13).&lt;br /&gt;Wallahu A’lam Bis Shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari tulisan  al ustadz Azhari Asri, judul asli Wanita Ahli  Surga Dan Ciri-Cirinya. MUSLIMAH XVII/1418/1997/Kajian Kali Ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;amp;id_artikel=161&lt;/div&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-8104819673159360401?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/8104819673159360401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/ciri-ciri-wanita-penghuni-surga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/8104819673159360401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/8104819673159360401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/ciri-ciri-wanita-penghuni-surga.html' title='Ciri-Ciri Wanita Penghuni Surga'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ML38Nyobd8U/Ta7a85lmdRI/AAAAAAAAAkE/453ui94wisg/s72-c/wanita_penghuni_surga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-5917974168929652329</id><published>2011-04-19T19:53:00.006+07:00</published><updated>2012-02-02T10:04:09.988+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan Dinding'/><title type='text'>Pelangi Selepas Hujan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-KG8do0_fqy4/Ta2Ew31HHdI/AAAAAAAAAkA/S_4W67rPN3E/s1600/pelangi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="146" src="http://1.bp.blogspot.com/-KG8do0_fqy4/Ta2Ew31HHdI/AAAAAAAAAkA/S_4W67rPN3E/s200/pelangi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span data-jsid="text"&gt;Aku yakin ada pelangi di balik awan kelam&lt;br /&gt;Gemuruh dan kilat menyiutkan nyaliku&lt;br /&gt;Di tengah hujan aku menangis&lt;br /&gt;Aku bahagia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span data-jsid="text"&gt;Tak seorangpun tau bahwa air mataku menetes&lt;br /&gt;A&lt;span class="text_exposed_show"&gt;ku berdo'a dengan penuh harap&lt;br /&gt;Aku yakin selepas badai&lt;br /&gt;Sejuta warna pelangi hadir hiasi langitku&lt;br /&gt;Membuatku kembali tersenyum bahagia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span data-jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Jalan berliku jalan kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span data-jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Penuh lubang dan mendaki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span data-jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Kita berjalan tuk hadapi semua itu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span data-jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Kurasa kita mampu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span data-jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Meski harus bermandikan air mata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span data-jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Angin berhembus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span data-jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Daun-daun berguguran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span data-jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Tunas muda bersemi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span data-jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Menambah romantisme kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span data-jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Jangan menyerah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span data-jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Hidup itu indah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span data-jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Seindah pelangi selepas hujan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span data-jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Bungapun tumbuh mewangi nan cantik selepas hujan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span data-jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Yakinlah semua itu pasti berlalu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span data-jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Dibalik kesulitan ada kemudahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="-moz-background-inline-policy: -moz-initial; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-5917974168929652329?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/5917974168929652329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/pelangi-selepas-hujan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/5917974168929652329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/5917974168929652329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/pelangi-selepas-hujan.html' title='Pelangi Selepas Hujan'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-KG8do0_fqy4/Ta2Ew31HHdI/AAAAAAAAAkA/S_4W67rPN3E/s72-c/pelangi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-2509442626273470947</id><published>2011-04-15T14:46:00.009+07:00</published><updated>2012-02-02T10:04:39.977+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial Blogger'/><title type='text'>Memasang Gambar di Kiri Bawah Halaman Blog</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-EvFdv6Aqyy4/Taf3SKhiR4I/AAAAAAAAAj4/gTrPpiSe7-c/s1600/bajuketat.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-EvFdv6Aqyy4/Taf3SKhiR4I/AAAAAAAAAj4/gTrPpiSe7-c/s1600/bajuketat.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika saya ingin memasang image / banner yang bermanfaat yang berisi &lt;b&gt;pesan&lt;/b&gt; yang ingin &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2010/09/blog.html"&gt;saya&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; sampaikan kepada para visitor &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2010/09/blog.html" target="_blank"&gt;blog&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; ini khususnya bagi akhwat / wanita, saya mengalami sedikit kesulitan dikarenakan lahan di blog saya sangat terbatas. Blog ini hanya memiliki satu sidebar saja yang berada di sebelah kanan. Memang saya sengaja memilih tamplate yang seperti ini karena merupakan salah satu trik agar blog saya mudah terbaca oleh mbah google juga memuat banyak tulisan tentunya...hemat gitu. Dan lagipula sidebar-nya sudah penuh oleh banner-banner yang lain. Namun akhirnya saya mendapat ide untuk memasang image / banner tersebut di kiri bawah halaman blog ini. Ini solusi yang sangat tepat bagi saya. Sebagai contohnya bisa anda lihat di blog  saya ini. Tepatnya di kiri bawah halaman blog ini. Yang gambarnya bergerak dengan pesan &lt;b style="color: red;"&gt;"STOP BAJU KETAT"&lt;/b&gt;. Gambar itu akan tetap berada di pojok, walaupun  halaman blog di-scroll ke atas dan ke bawah. Selain itu, gambar itu juga akan  tetap hadir di setiap halaman blog.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;OK, saya anggap anda sudah  mengerti. Sekarang bagaimana cara membuatnya ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Ikuti &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/search/label/Tutorial%20Blogger" target="_blank"&gt;tutorialnya&lt;/a&gt;, CEKIDOT :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Silahkan Login ke Blogger&lt;/b&gt; (khusus Blogger / Blogspot)...maaf yah buat yang pakai wordpress ^_^&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.  KLik Rancangan &amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; Edit HTML&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Centang "&lt;label for="expandWidgets"&gt;Expand Template Widget&lt;/label&gt;"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Kemudian cari  kode &lt;span style="color: red;"&gt;]]&amp;gt;&amp;lt;/b:skin&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; . Untuk mempermudah pencarian, anda bisa  gunakan tombol &lt;b&gt;F3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Copy dan paste kode di bawah ini tepat di atasnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;#reizanewbie_corner  {&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;position:fixed;_position:absolute;bottom:0px; left:0px;&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;clip:inherit;&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;_top:expression(document.documentElement.scrollTop+&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight);  _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+  document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;6.  Kemudian cari kode &lt;span style="color: red;"&gt;&amp;lt;/body&amp;gt;&lt;/span&gt;. Copy dan paste kode ini tepat  di atasnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;lt;div id="reizanewbie_corner"&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &amp;lt;a href="&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;http://reizazulkarnaen.blogspot.com/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;"&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &amp;lt;img  src="&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;http://dc312.4shared.com/img/_WQUAnAo/0.13556668762760948/bajuketat.gif&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;"  border="0" /&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="color: red;" /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &amp;lt;/div&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;7. Kemudian ganti &lt;span style="color: #3333ff;"&gt;http://reizazulkarnaen.blogspot.com/&lt;/span&gt; dengan  alamat blog anda. Dan juga ganti &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #38761d;"&gt;http://dc312.4shared.com/img/_WQUAnAo/0.13556668762760948/bajuketat.gif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;  dengan URL gambar yang ingin anda jadikan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;gambar tetap di kiri halaman blog&lt;/span&gt; anda.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;8. Save tamplate&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selesai deh semoga anda berhasil  menggunakan trik saya ini!!! ^_^&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="-moz-background-inline-policy: -moz-initial; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen &lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-2509442626273470947?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/2509442626273470947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/memasang-gambar-di-kiri-bawah-halaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/2509442626273470947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/2509442626273470947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/memasang-gambar-di-kiri-bawah-halaman.html' title='Memasang Gambar di Kiri Bawah Halaman Blog'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-EvFdv6Aqyy4/Taf3SKhiR4I/AAAAAAAAAj4/gTrPpiSe7-c/s72-c/bajuketat.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-3480491856934749884</id><published>2011-04-14T13:07:00.008+07:00</published><updated>2012-02-02T10:05:51.469+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan Dinding'/><title type='text'>Namamukah yang Tertulis di Lauh Mahfuz?</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-JeR_zGIWpMU/TaaO-r9mrnI/AAAAAAAAAjw/QZl4KPfXOls/s1600/akhwat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-JeR_zGIWpMU/TaaO-r9mrnI/AAAAAAAAAjw/QZl4KPfXOls/s200/akhwat.jpg" width="143" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Namamukah yang  tertulis di lauh mahfuz sana?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebagai jodohku? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;Belum tentu...&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Engkaukah yang  bakal menemaniku jalan menuju syurga?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dirimukah yang  akan melengkapi separuh dari Dienku?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Aduhai AKHWAT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Adakah kau TULANG RUSUK yang  tercipta untukku?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;Jawaban dari pertanyaan ini ada pada ALLAH, bukan di hatiku dan hatimu.&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Jika kau tercipta bukan untukku,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Haruskah kumarah kepada ALLAH?&lt;br /&gt;Tentu tidak jika luka kita kembalikan kepada Pemilik cinta, &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 21.75pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;Dari-Nya cinta berasal dan kembali pada-Nya&lt;br /&gt;Tahukah kamu?&lt;br /&gt;Hatiku gelisah memikirkanmu, takut kehilanganmu,&lt;br /&gt;Terbayang betapa beratnya ketika kamu tiada. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Aduhai AKHWAT,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Maafkan aku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 21.75pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ketakutanku  pada Tuhanku melebihi kegelisahanku memikirkanmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Menjemput dirimu  apabila waktunya tiba,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebelum sampai  saat itu, biarkan aku sendiri bersama Si Dia,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Akan kusimpan CINTA dari-Nya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jadilah dirimu MUTIARA yang CANTIK,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;blink style="color: magenta;"&gt;&lt;b&gt;BUKAN MUTIARA BIASA&lt;/b&gt;&lt;/blink&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 21.75pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dan do'akan aku  agar menjadi MATAHARI yang bersinar RAMAH,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Untuk itu, Aku  titipkan dirimu pada-Nya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sesungguhnya  aku bertawakkal kepada Allah,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; Tuhanku dan Tuhanmu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 21.75pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sesungguhnya Tuhan kita Maha Kuasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Usah bersedih  atas perpisahan sementara ini,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jika benar aku  tercipta untukmu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tiada yang  dapat menghalangnya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebelum saat  itu tiba,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Berdo'alah pada  Allah moga diberi kekuatan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 21.75pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Mohonlah  padanya dengan penuh mengharap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Yakinlah pada  janji Allah!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan  laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan  wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki  yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)....”  (QS.24:26)"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sesungguhnya  Allah takkan pernah menyia-nyiakan pengorbananmu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bila kita serahkan semua ini karena Allah semata,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Yakinlah!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Beruntunglah  kamu!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tatkala Allah  memilihmu untuk menyadari hakikat hubungan antara lelaki dan wanita,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Allah  memilihmu!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 21.75pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jangan pernah  sia-siakan kasih sayang Allah ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dan ketika kamu  merasa lemah,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Mohonlah  kekuatan dari-Nya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Allah itu  dekat,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 21.75pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Yakin pasti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Berdo'alah, aku  kuat dan tabah untuk menjaga KILAUANku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Berdo'alah tiada  sang durjana merusakkannya sebelum yang halal tiba,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: inherit; line-height: 18pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Aku juga  sentiasa mendo'akanmu agar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;sentiasa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;dalam peliharaan-Nya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Amiiin ^_^&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="-moz-background-inline-policy: -moz-initial; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-3480491856934749884?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/3480491856934749884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/namamukah-yang-tertulis-di-lauh-mahfuz.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/3480491856934749884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/3480491856934749884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/namamukah-yang-tertulis-di-lauh-mahfuz.html' title='Namamukah yang Tertulis di Lauh Mahfuz?'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-JeR_zGIWpMU/TaaO-r9mrnI/AAAAAAAAAjw/QZl4KPfXOls/s72-c/akhwat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-2365921932221503128</id><published>2011-04-13T16:10:00.006+07:00</published><updated>2011-06-01T07:18:03.685+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syirik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tauhid'/><title type='text'>Masuk Surga Karena Seekor Lalat &amp; Masuk Neraka Karena Seekor Lalat</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/--qhkTnZk20o/TaVpL16X6BI/AAAAAAAAAjg/dmdzEC9RXZQ/s1600/lalat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="http://3.bp.blogspot.com/--qhkTnZk20o/TaVpL16X6BI/AAAAAAAAAjg/dmdzEC9RXZQ/s200/lalat.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah, "&lt;i&gt;Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan&lt;br /&gt;matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).&lt;/i&gt;" &lt;b&gt;(Al-An’am : 162 – 163)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah&lt;/i&gt;" &lt;b&gt;(Al-Kautsar : 2)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ali berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah menuturkan kepadaku empat kalimat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Allah melaknat orang yang menyembelih binatang dengan berniat bukan&lt;br /&gt;lillah. Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya. Allah&lt;br /&gt;melaknat orang yang melindungi pelaku kejahatan. Allah melaknat orang&lt;br /&gt;yang merubah batas tanda tanah.&lt;/i&gt;" &lt;b&gt;(HR. Muslim)&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thariq  bin Syihab menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam  bersabda: "&lt;i&gt;Ada orang masuk Surga karena seekor lalat dan ada seseorang  masuk Neraka karena seekor lalat pula. Para sahabat bertanya, Bagaimana  hal itu, ya Rasulullah? Beliau menjawab, Ada dua orang berjalan melewati  suatu kaum yang mempunyai berhala yang mana tidak seorang pun melewati  berhala itu sebelum mempersembahkan kepadanya suatu kurban. Ketika itu  berkatalah mereka kepada salah seorang dari kedua orang tersebut,  "Persembahkanlah kurban kepadanya!" Dia menjawab, "Aku tidak mempunyai  sesuatu yang dapat kupersembahkan kepadanya. Mereka pun berkata lagi, "Persembahkan, sekalipun seekor lalat." Lalu orang itu mempersembahkan  seekor lalat dan mereka pun memperkenankan dia untuk meneruskan  perjalanannya. Maka dia masuk Neraka karenanya. Kemudian berkatalah  mereka kepada seorang yang lain, "Persembahkanlah kurban kepadanya!" Dia  menjawab, "Aku tidak patut mempersembahkan sesuatu kurban kepada selain  Allah." Kemudian mereka memenggal lehernya. Karenanya, orang ini masuk  Surga.&lt;/i&gt;" &lt;b&gt;(Hadits riwayat Imam Ahmad)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman  (artinya), “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan  Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa  yang dikehendaki-Nya” (QS. An-Nisa: 48).&lt;br /&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;KATAKAN TIDAK KEPADA SYIRIK !!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish-showab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : [http://blog.vbaitullah.or.&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;id/2004/07/20/281-menyembe&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;lih-binatang-dengan-niat-b&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;ukan-lillah-karena-allah/] dengan sedikit penambahan.&lt;/div&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-2365921932221503128?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/2365921932221503128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/masuk-surga-karena-seekor-lalat-masuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/2365921932221503128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/2365921932221503128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/masuk-surga-karena-seekor-lalat-masuk.html' title='Masuk Surga Karena Seekor Lalat &amp; Masuk Neraka Karena Seekor Lalat'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/--qhkTnZk20o/TaVpL16X6BI/AAAAAAAAAjg/dmdzEC9RXZQ/s72-c/lalat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-7650045974708700865</id><published>2011-04-11T16:08:00.001+07:00</published><updated>2011-05-14T15:42:09.768+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Ciri-Ciri Wanita Penghuni Neraka</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-NxTIdyIxpv4/TaK2PXTLAUI/AAAAAAAAAjU/SBLOQtY1wv8/s1600/wanita_penghuni_neraka.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="125" src="http://3.bp.blogspot.com/-NxTIdyIxpv4/TaK2PXTLAUI/AAAAAAAAAjU/SBLOQtY1wv8/s200/wanita_penghuni_neraka.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saudariku Muslimah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu  hal yang pasti bahwa surga dan neraka adalah dua makhluk yang Allah  Subhanahu wa Ta’ala ciptakan. Surga diciptakan-Nya sebagai tempat  tinggal yang abadi bagi kaum mukminin dan neraka sebagai tempat tinggal  bagi kaum musyrikin dan pelaku dosa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah  melarang darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslimin yang mengerti keadaan surga  dan neraka tentunya sangat berharap untuk dapat menjadi penghuni surga  dan terhindar jauh dari neraka, inilah fitrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kajian kali  ini, kami akan membahas tentang neraka dan penduduknya yang mana  mayoritas penduduknya adalah wanita dikarenakan sebab-sebab yang akan  dibahas nanti.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita mengenal wanita-wanita penghuni  neraka alangkah baiknya jika kita menoleh kepada peringatan-peringatan  Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al Qur’an tentang neraka dan adzab  yang tersedia di dalamnya dan perintah untuk menjaga diri daripadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Hai  orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api  neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya  malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah  terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan  apa yang diperintahkan.”&lt;/i&gt; (At Tahrim : 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ath Thabari  rahimahullah menyatakan di dalam tafsirnya : “Ajarkanlah kepada  keluargamu amalan ketaatan yang dapat menjaga diri mereka dari neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu  Abbas radliyallahu ‘anhu juga mengomentari ayat ini : “Beramallah  kalian dengan ketaatan kepada Allah, takutlah kalian untuk bermaksiat  kepada-Nya dan perintahkan keluarga kalian untuk berdzikir, niscaya  Allah menyelamatkan kalian dari neraka.” Dan masih banyak tafsir para  shahabat dan ulama lainnya yang menganjurkan kita untuk menjaga diri dan  keluarga dari neraka dengan mengerjakan amalan shalih dan menjauhi  maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam surat lainnya  Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :&lt;i&gt; “Peliharalah dirimu dari neraka  yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang  kafir.”&lt;/i&gt; (Al Baqarah : 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan ayat-ayat lainnya yang juga menjelaskan keadaan neraka dan perintah untuk menjaga diri daripadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedahsyatan  dan kengerian neraka juga dinyatakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi  wassalam di dalam hadits yang shahih dari Abu Hurairah radliyallahu  ‘anhu bahwasanya beliau bersabda : “Api kalian yang dinyalakan oleh anak  cucu Adam ini hanyalah satu bagian dari 70 bagian neraka Jahanam.”  (Shahihul Jami’ 6618)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau api dunia saja dapat menghanguskan  tubuh kita, bagaimana dengan api neraka yang panasnya 69 kali lipat  dibanding panas api dunia? Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala  menyelamatkan kita dari neraka. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Wanita Penghuni Neraka&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tentang  hal ini, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : &lt;i&gt;“Aku melihat  ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara  (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan  kebanyakan penduduknya adalah wanita.”&lt;/i&gt; (HR. Bukhari dan Muslim dari  Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini  menjelaskan kepada kita apa yang disaksikan oleh Rasulullah Shalallahu  ‘alaihi wassalam tentang penduduk surga yang mayoritasnya adalah fuqara  (para fakir miskin) dan neraka yang mayoritas penduduknya adalah wanita.  Tetapi hadits ini tidak menjelaskan sebab-sebab yang mengantarkan  mereka ke dalam neraka dan menjadi mayoritas penduduknya, namun  disebutkan dalam hadits lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kisah gerhana matahari  yang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya  melakukan shalat gerhana padanya dengan shalat yang panjang , beliau  Shalallahu ‘alaihi wassalam melihat Surga dan neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  beliau melihat neraka beliau bersabda kepada para shahabatnya  radliyallahu ‘anhum : &lt;i&gt;“ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku  melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan  penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya : “Mengapa  (demikian) wahai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam?” Beliau  Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab : “Karena kekufuran mereka.”  Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau  menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap  kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang  di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu  pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata : ‘Aku tidak  pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu. ”&lt;/i&gt; (HR. Bukhari dari  Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lainnya, Rasulullah  Shalallahu ‘alaihi wassalam menjelaskan tentang wanita penduduk neraka,  beliau bersabda : &lt;i&gt;“ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi  hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena  sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala  mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk surga dan  tidak mendapatkan wanginya surga padahal wanginya bisa didapati dari  jarak perjalanan sekian dan sekian.”&lt;/i&gt; (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu  Hurairah radliyallahu ‘anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Imran bin Husain dia berkata,  Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :&lt;i&gt; “Sesungguhnya penduduk surga  yang paling sedikit adalah wanita.”&lt;/i&gt; (HR. Muslim dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam  Qurthubi rahimahullah mengomentari hadits di atas dengan pernyataannya :  “Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk surga adalah hawa nafsu  yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada  kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat karena kurangnya  akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan  kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian  mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum pria dari  akhirat dikarenakan adanya hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari  mereka memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka dari akhirat,  cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap agama dan sulit  menerima jika diajak kepada akhirat.” (Jahannam Ahwaluha wa Ahluha  halaman 29-30 dan At Tadzkirah halaman 369)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku Muslimah … .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  kita melihat keterangan dan hadits di atas dengan seksama, niscaya kita  akan dapati beberapa sebab yang menjerumuskan kaum wanita ke dalam  neraka bahkan menjadi mayoritas penduduknya dan yang menyebabkan mereka  menjadi golongan minoritas dari penghuni surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku Muslimah … . Hindarilah sebab-sebab ini semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kita dari neraka. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. KUFUR TERHADAP SUAMI DAN KEBAIKAN-KEBAIKANNYA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  Shalallahu ‘alaihi wassalam menjelaskan hal ini pada sabda beliau di  atas tadi. Kekufuran model ini terlalu banyak kita dapati di tengah  keluarga kaum muslimin, yakni seorang istri yagn mengingkari  kebaikan-kebaikan suaminya selama sekian waktu yang panjang hanya dengan  sikap suami yang tidak cocok dengan kehendak sang istri sebagaimana  kata pepatah, panas setahun dihapus oleh hujan sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal  yang harus dilakukan oleh seorang istri ialah bersyukur terhadap apa  yang diberikan suaminya, janganlah ia mengkufuri kebaikan-kebaikan sang  suami karena Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihat istri model  begini sebagaimana dijelaskan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam :  “Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang  ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.” (HR. Nasa’i di  dalam Al Kubra dari Abdullah bin ‘Amr. Lihat Al Insyirah fi Adabin Nikah  halaman 76)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas adalah peringatan keras bagi para  wanita mukminah yang menginginkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan  Surga-Nya. Maka tidak sepantasnya bagi wanita yang mengharapkan akhirat  untuk mengkufuri kebaikan-kebaikan suaminya dan nikmat-nikmat yang  diberikannya atau meminta dan banyak mengadukan hal-hal sepele yang  tidak pantas untuk dibesar-besarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian keadaannya  maka sungguh sangat cocok sekali jika wanita yang kufur terhadap  suaminya serta kebaikan-kebaikannya dikatakan Rasulullah Shalallahu  ‘alaihi wassalam sebagai mayoritas kaum yang masuk ke dalam neraka  walaupun mereka tidak kekal di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup kiranya  istri-istri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabiyah  sebagai suri tauladan bagi istri-istri kaum Mukminin dalam mensyukuri  kebaikan-kebaikan yang diberikan suaminya kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. DURHAKA TERHADAP SUAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedurhakaan  yang dilakukan seorang istri terhadap suaminya pada umumnya berupa tiga  bentuk kedurhakaan yang sering kita jumpai pada kehidupan masyarakat  kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bentuk kedurhakaan itu adalah :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. DURHAKA DENGAN UCAPAN.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. DURHAKA DENGAN PERBUATAN.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. DURHAKA DENGAN UCAPAN DAN PERBUATAN.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk  pertama ialah seorang istri yang biasanya berucap dan bersikap baik  kepada suaminya serta segera memenuhi panggilannya, tiba-tiba berubah  sikap dengan berbicara kasar dan tidak segera memenuhi panggilan  suaminya. Atau ia memenuhinya tetapi dengan wajah yang menunjukkan rasa  tidak senang atau lambat mendatangi suaminya. Kedurhakaan seperti ini  sering dilakukan seorang istri ketika ia lupa atau memang sengaja  melupakan ancaman-ancaman Allah terhadap sikap ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk  bentuk kedurhakaan ini ialah apabila seorang istri membicarakan  perbuatan suami yang tidak ia sukai kepada teman-teman atau keluarganya  tanpa sebab yang diperbolehkan syar’i. Atau ia menuduh suaminya dengan  tuduhan-tuduhan dengan maksud untuk menjelekkannya dan merusak  kehormatannya sehingga nama suaminya jelek di mata orang lain. Bentuk  serupa adalah apabila seorang istri meminta di thalaq atau di khulu’  (dicerai) tanpa sebab syar’i. Atau ia mengaku-aku telah dianiaya atau  didhalimi suaminya atau yang semisal dengan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan cerai  biasanya diawali dengan pertengkaran antara suami dan istri karena  ketidakpuasan sang istri terhadap kebaikan dan usaha sang suami. Atau  yang lebih menyedihkan lagi bila hal itu dilakukannya karena suaminya  berusaha mengamalkan syari’at-syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala dan  sunnah-sunnah Rasul-Nya Shalallahu ‘alaihi wassalam. Sungguh jelek apa  yang dilakukan istri seperti ini terhadap suaminya. Ingatlah sabda  Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam : &lt;i&gt;“Wanita mana saja yang meminta  cerai pada suaminya tanpa sebab (yang syar’i, pent.) maka haram baginya  wangi Surga.”&lt;/i&gt; (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi serta selain keduanya. Lihat  Al Insyirah fi Adabin Nikah halaman 85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kedurhakaan kedua  yang dilakukan para istri terjadi dalam hal perbuatan yaitu ketika  seorang istri tidak mau melayani kebutuhan seksual suaminya atau bermuka  masam ketika melayaninya atau menghindari suami ketika hendak disentuh  dan dicium atau menutup pintu ketika suami hendak mendatanginya dan yang  semisal dengan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dari bentuk ini ialah apabila  seorang istri keluar rumah tanpa izin suaminya walaupun hanya untuk  mengunjungi kedua orang tuanya. Yang demikian seakan-akan seorang istri  lari dari rumah suaminya tanpa sebab syar’i. Demikian pula jika sang  istri enggan untuk bersafar (melakukan perjalanan) bersama suaminya,  mengkhianati suami dan hartanya, membuka dan menampakkan apa yang  seharusnya ditutupi dari anggota tubuhnya, berjalan di tempat umum dan  pasar-pasar tanpa mahram, bersenda gurau atau berbicara lemah-lembut  penuh mesra kepada lelaki yang bukan mahramnya dan yang semisal dengan  itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk lain adalah apabila seorang istri tidak mau berdandan  atau mempercantik diri untuk suaminya padahal suaminya menginginkan hal  itu, melakukan puasa sunnah tanpa izin suaminya, meninggalkan hak-hak  Allah seperti shalat, mandi janabat, atau puasa ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka  setiap istri yang melakukan perbuatan-perbuatan seperti tersebut adalah  istri yang durhaka terhadap suami dan bermaksiat kepada Allah Subhanahu  wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kedua bentuk kedurhakaan ini dilakukan sekaligus  oleh seorang istri maka ia dikatakan sebagai istri yang durhaka dengan  ucapan dan perbuatannya. (Dinukil dari kitab An Nusyuz karya Dr. Shaleh  bin Ghanim As Sadlan halaman 23-25 dengan beberapa tambahan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh  merugi wanita yang melakukan kedurhakaan ini. Mereka lebih memilih  jalan ke neraka daripada jalan ke Surga karena memang biasanya wanita  yang melakukan kedurhakaan-kedurhakaan ini tergoda oleh angan-angan dan  kesenangan dunia yang menipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai saudariku  Muslimah, jalan menuju Surga tidaklah dihiasi dengan bunga-bunga nan  indah, melainkan dipenuhi dengan rintangan-rintangan yang berat untuk  dilalui oleh manusia kecuali orang-orang yang diberi ketegaran iman oleh  Allah. Tetapi ingatlah di ujung jalan ini ada Surga yang Allah sediakan  untuk hamba-hamba-Nya yang sabar menempuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah pula  bahwa jalan menuju neraka memang indah, penuh dengan syahwat dan  kesenangan dunia yang setiap manusia tertarik untuk menjalaninya. Tetapi  ingat dan sadarlah bahwa neraka menanti orang-orang yang menjalani  jalan ini dan tidak mau berpaling darinya semasa ia hidup di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya  wanita yang bijaksanalah yang mau bertaubat kepada Allah dan meminta  maaf kepada suaminya dari kedurhakaan-kedurhakaan yang pernah ia  lakukan. Ia akan kembali berusaha mencintai suaminya dan sabar dalam  mentaati perintahnya. Ia mengerti nasib di akhirat dan bukan  kesengsaraan di dunia yang ia takuti dan tangisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. TABARRUJ&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang  dimaksud dengan tabarruj ialah seorang wanita yang menampakkan  perhiasannya dan keindahan tubuhnya serta apa-apa yang seharusnya wajib  untuk ditutupi dari hal-hal yang dapat menarik syahwat lelaki. (Jilbab  Al Mar’atil Muslimah halaman 120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini kita dapati pada sabda  Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam tentang wanita-wanita yang  berpakaian tapi hakikatnya telanjang dikarenakan minimnya pakaian mereka  dan tipisnya bahan kain yang dipakainya. Yang demikian ini sesuai  dengan komentar Ibnul ‘Abdil Barr rahimahullah ketika menjelaskan sabda  Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam tersebut.&lt;br /&gt;Ibnul ‘Abdil Barr  menyatakan : “Wanita-wanita yang dimaksudkan Nabi Shalallahu ‘alaihi  wassalam adalah yang memakai pakaian yang tipis yang membentuk tubuhnya  dan tidak menutupinya, maka mereka adalah wanita-wanita yang berpakaian  pada dhahirnya dan telanjang pada hakikatnya … .” (Dinukil oleh Suyuthi  di dalam Tanwirul Hawalik 3/103 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah wanita-wanita  yang hobi menampakkan perhiasan mereka, padahal Allah Subhanahu wa  Ta’ala telah melarang hal ini dalam firman-Nya :&lt;i&gt; “Dan janganlah mereka  menampakkan perhiasan-perhiasan mereka.”&lt;/i&gt; (An Nur : 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Adz  Dzahabi rahimahullah menyatakan di dalam kitab Al Kabair halaman 131 :  “Termasuk dari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan mereka dilaknat  ialah menampakkan hiasan emas dan permata yang ada di dalam niqab (tutup  muka/kerudung) mereka, memakai minyak wangi dengan misik dan yang  semisalnya jika mereka keluar rumah … .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perbuatan seperti  ini berarti mereka secara tidak langsung menyeret kaum pria ke dalam  neraka, karena pada diri kaum wanita terdapat daya tarik syahwat yang  sangat kuat yang dapat menggoyahkan keimanan yang kokoh sekalipun.  Terlebih bagi iman yang lemah yang tidak dibentengi dengan ilmu Al  Qur’an dan As Sunnah. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sendiri  menyatakan di dalam hadits yang shahih bahwa fitnah yang paling besar  yang paling ditakutkan atas kaum pria adalah fitnahnya wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah  sudah berbicara bahwa betapa banyak tokoh-tokoh legendaris dunia yang  tidak beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala hancur karirnya hanya  disebabkan bujuk rayu wanita.&lt;br /&gt;Dan berapa banyak persaudaraan di  antara kaum Mukminin terputus hanya dikarenakan wanita. Berapa banyak  seorang anak tega dan menelantarkan ibunya demi mencari cinta seorang  wanita, dan masih banyak lagi kasus lainnya yang dapat membuktikan bahwa  wanita model mereka ini memang pantas untuk tidak mendapatkan wanginya surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan ucapan dan rayuan seorang wanita mampu  menjerumuskan kaum pria ke dalam lembah dosa dan hina terlebih lagi jika  mereka bersolek dan menampakkan di hadapan kaum pria. Tidak  mengherankan lagi jika di sana-sini terjadi pelecehan terhadap kaum  wanita, karena yang demikian adalah hasil perbuatan mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai  saudariku Muslimah … . Hindarilah tabarruj dan berhiaslah dengan  pakaian yang Islamy yang menyelamatkan kalian dari dosa di dunia ini dan  adzab di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman  : &lt;i&gt;“Dan tinggallah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian  bertabarruj dengan tabarrujnya orang-orang jahiliyyah pertama dahulu.”&lt;/i&gt;  (Al Ahzab : 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak sebab-sebab lainnya yang  mengantarkan wanita menjadi mayoritas penduduk neraka. Tetapi kami hanya  mencukupkan tiga sebab ini saja karena memang tiga model inilah yang  sering kita dapati di dalam kehidupan masyarakat negeri kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku Muslimah … .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah menuntunkan satu amalan yang dapat  menyelamatkan kaum wanita dari adzab neraka. Ketika beliau selesai  khutbah hari raya yang berisikan perintah untuk bertakwa kepada Allah  Subhanahu wa Ta’ala dan anjuran untuk mentaati-Nya. Beliau pun bangkit  mendatangi kaum wanita, beliau menasehati mereka dan mengingatkan mereka  tentang akhirat kemudian beliau bersabda : &lt;i&gt;“Bershadaqahlah kalian!  Karena kebanyakan kalian adalah kayu bakarnya Jahanam!” Maka berdirilah  seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita lainnya yang berubah  kehitaman kedua pipinya, iapun bertanya : “Mengapa demikian, wahai  Rasulullah?” Beliau menjawab : “Karena kalian banyak mengeluh dan kalian  kufur terhadap suami!”&lt;/i&gt; (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bershadaqahlah! Karena  shadaqah adalah satu jalan untuk menyelamatkan kalian dari adzab neraka.  Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kita dari adzabnya.  Amin.&lt;br /&gt;Wallahu A’lam bish Shawwab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.facebook.com/ph&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;oto.php?fbid=2122297254704&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;92&amp;amp;set=pu.206944022665729&amp;amp;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;theater&lt;/div&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-7650045974708700865?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/7650045974708700865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/ciri-ciri-wanita-penghuni-neraka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/7650045974708700865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/7650045974708700865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/ciri-ciri-wanita-penghuni-neraka.html' title='Ciri-Ciri Wanita Penghuni Neraka'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-NxTIdyIxpv4/TaK2PXTLAUI/AAAAAAAAAjU/SBLOQtY1wv8/s72-c/wanita_penghuni_neraka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-2439191529187999693</id><published>2011-04-07T12:34:00.004+07:00</published><updated>2011-05-14T15:51:36.745+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Tips Agar Sabar Menerima Kenyataan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-GNd1PeRoUt0/Tc5CDTgrT_I/AAAAAAAAAlU/yipVvzP7Pwk/s1600/alam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-GNd1PeRoUt0/Tc5CDTgrT_I/AAAAAAAAAlU/yipVvzP7Pwk/s200/alam.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sahabatku ….&lt;br /&gt;Pernahkah mengalami &lt;b&gt;MUSIBAH&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;COBAAN&lt;/b&gt; yang sangat men&lt;b&gt;SAKIT&lt;/b&gt;kan?&lt;br /&gt;Mungkin  suami/istri/anak Anda sakit yang tidak bisa disembuhkan atau bahkan  meninggal, atau Anda di-&lt;b&gt;PHK&lt;/b&gt; (kerja atau cinta), bisnis bangkrut,  suami/isteri selingkuh, bercerai, suami tidak mau memberi nafkah, isteri  yang tidak taat, saudara, teman atau tetangga tidak mau menyapa,  orangtua, suami, teman yang zhalim, dsb.&lt;br /&gt;Apakah Anda ingin &lt;b&gt;SABAR&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;RIDHO&lt;/b&gt; menerima setiap ke&lt;b&gt;NYATA&lt;/b&gt;an,&lt;br /&gt;serta tetap bisa &lt;b&gt;TERSENYUM&lt;/b&gt; dan berbuat &lt;b&gt;BAIK&lt;/b&gt; kepada mereka,&lt;br /&gt;dan tetap ber&lt;b&gt;SYUKUR&lt;/b&gt; kepada Allah atas ke&lt;b&gt;NYATA&lt;/b&gt;an tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda bisa melakukan seperti itu...&lt;br /&gt;berarti Anda telah melakukan hal yang men&lt;b&gt;TAKJUB&lt;/b&gt;kan.&lt;br /&gt;Karena Rasulullah bersabda dari Suhaib radhiallahu anhu.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh  men&lt;b&gt;TAKJUB&lt;/b&gt;kan perkaranya orang yang ber&lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt;, karena &lt;b&gt;SEGALA URUSAN&lt;/b&gt;nya  adalah &lt;b&gt;BAIK&lt;/b&gt; baginya. Dan hal yang demikian itu &lt;b&gt;TIDAK AKAN&lt;/b&gt; terdapat  &lt;b&gt;KECUALI HANYA&lt;/b&gt; pada orang &lt;b&gt;MUKMIN&lt;/b&gt;; yaitu jika ia mendapatkan ke&lt;b&gt;BAHAGIA&lt;/b&gt;an,  ia ber&lt;b&gt;SYUKUR&lt;/b&gt;, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang  &lt;b&gt;TERBAIK&lt;/b&gt; untuknya. Dan jika ia tertimpa &lt;b&gt;MUSIBAH&lt;/b&gt;, ia ber&lt;b&gt;SABAR&lt;/b&gt;, karena (ia  mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal &lt;b&gt;TERBAIK&lt;/b&gt; bagi dirinya.” (HR.  Muslim)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku …...&lt;br /&gt;Dari hadits di atas ternyata &lt;b&gt;TIPS&lt;/b&gt;-nya satu, yaitu menjadi manusia ber&lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tetapi beriman yang seperti apa sahabat?&lt;br /&gt;Yaitu  menjadi orang yang ber&lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt; dengan &lt;b&gt;6 RUKUN IMAN&lt;/b&gt; (ber&lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt; kepada Allah,  Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitabNya, Rasul-rasul-Nya, Taqdir-Nya dan  Hari Akhir) dan ber&lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt; dengan hal-hal berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 1. Ber&lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt;  bahwa hidup di &lt;b&gt;DUNIA&lt;/b&gt; adalah &lt;b&gt;SEMENTARA&lt;/b&gt;, bukan sebenarnya ke&lt;b&gt;HIDUP&lt;/b&gt;an dan  &lt;b&gt;AKHIRAT&lt;/b&gt; itulah ke&lt;b&gt;HIDUP&lt;/b&gt;an yang sebenarnya dan &lt;b&gt;KEKAL&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Sehingga kita akan ber&lt;b&gt;SABAR&lt;/b&gt; untuk menjalani ke&lt;b&gt;HIDUP&lt;/b&gt;an yang &lt;b&gt;SEMENTARA&lt;/b&gt; dan menanti ke&lt;b&gt;HIDUP&lt;/b&gt;an yang &lt;b&gt;KEKAL ABADI&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah  bahwa sesungguhnya kehidupan &lt;b&gt;DUNIA&lt;/b&gt; itu hanyalah per&lt;b&gt;MAIN&lt;/b&gt;an dan suatu  yang meLALAIkan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta  berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang  tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi  kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di  akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta  keridhaan-Nya. Dan kehidupan &lt;b&gt;DUNIA&lt;/b&gt; ini tidak lain hanyalah ke&lt;b&gt;SENANG&lt;/b&gt;an  yang &lt;b&gt;MENIPU&lt;/b&gt; ?” (QS Al-Hadiid: 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah Subhanahu Wa Ta'ala  bertanya, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka  menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) &lt;b&gt;SEHARI&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;½ HARI&lt;/b&gt;, maka tanyakanlah  kepada orang-orang yang menghitung.' Allah berfirman, ‘Kamu tidak  tinggal (di bumi) melainkan &lt;b&gt;SEBENTAR&lt;/b&gt; saja, kalau kamu mengetahui dengan  sesungguhnya.' Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami  men&lt;b&gt;CIPTA&lt;/b&gt;kan kamu secara &lt;b&gt;MAIN-MAIN&lt;/b&gt; (saja), dan bahwa kamu tidak akan  di&lt;b&gt;KEMBALI&lt;/b&gt;kan kepada Kami?” (QS Al-Mu'minuun: 112-115)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 2.  Ber&lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt; bahwa hidup di &lt;b&gt;DUNIA&lt;/b&gt; adalah &lt;b&gt;TEMPAT UJIAN&lt;/b&gt; (dengan ke&lt;b&gt;BURUK&lt;/b&gt;an dan  ke&lt;b&gt;BAIK&lt;/b&gt;an ) dan akan di&lt;b&gt;MINTA&lt;/b&gt; per&lt;b&gt;TANGGUNGJAWAB&lt;/b&gt;annya (kewajiban)  masing-masing.&lt;br /&gt;Sehingga kita akan &lt;b&gt;SIAP&lt;/b&gt; hidup susah (yang tidak sesuai  dengan keinginan ) dengan penuh pengorbanan, kita akan &lt;b&gt;IKHLAS&lt;/b&gt; (karena  Allah bukan karena orang yang kita &lt;b&gt;BENCI&lt;/b&gt;) tetap bisa &lt;b&gt;TERSENYUM&lt;/b&gt; dan  berbuat &lt;b&gt;BAIK&lt;/b&gt; kepada orang yang men&lt;b&gt;ZHALIM&lt;/b&gt;i kita. Kita akan bisa mempunyai  ke&lt;b&gt;PRIBADI&lt;/b&gt;an seperti para Nabi dan Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dialah yang men&lt;b&gt;JADI&lt;/b&gt;kan  &lt;b&gt;MATI&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;HIDUP&lt;/b&gt;, supaya Dia meng&lt;b&gt;UJI&lt;/b&gt; kamu, siapa di antara kamu yang  &lt;b&gt;LEBIH BAIK&lt;/b&gt; amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Al  Mulk : 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan  meng&lt;b&gt;UJI&lt;/b&gt; kamu dengan ke&lt;b&gt;BURUK&lt;/b&gt;an dan ke&lt;b&gt;BAIK&lt;/b&gt;an sebagai &lt;b&gt;COBAAN&lt;/b&gt; (yang  sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan." (Qs.  al-Anbiya': 35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada sesuatu yang dapat memperberat  timbangan (kebaikan) seorang mukmin pada hari Kiamat selain kebaikan  akhlaknya". (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung. ” (QS Al Qalam : 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 3. Ber&lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt; bahwa semua yang terjadi telah &lt;b&gt;TERTULIS&lt;/b&gt; dalam &lt;b&gt;KITAB&lt;/b&gt; di &lt;b&gt;LAUH MAHFUZH&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;”Tiada  suatu &lt;b&gt;BENCANA&lt;/b&gt; pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu  sendiri melainkan telah &lt;b&gt;TERTULIS&lt;/b&gt; dalam kitab (Lauhul-Mahfuzh) &lt;b&gt;SEBELUM&lt;/b&gt;  Kami men&lt;b&gt;CIPTA&lt;/b&gt;kannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah &lt;b&gt;MUDAH&lt;/b&gt; bagi  Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu &lt;b&gt;JANGAN &lt;/b&gt;ber&lt;b&gt;DUKA&lt;/b&gt; cita  terhadap apa yang &lt;b&gt;LUPUT&lt;/b&gt; dari kamu, dan supaya kamu &lt;b&gt;JANGAN TERLALU  GEMBIRA &lt;/b&gt;terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah &lt;b&gt;TIDAK  MENYUKAI&lt;/b&gt; setiap orang yang &lt;b&gt;SOMBONG&lt;/b&gt; lagi mem&lt;b&gt;BANGGA&lt;/b&gt;kan diri,” (QS  Al-Hadiid: 22-23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 4. Ber&lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt; bahwa &lt;b&gt;UJIAN&lt;/b&gt; adalah untuk mengetahui ke&lt;b&gt;BENAR&lt;/b&gt;an &lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt; kita.&lt;br /&gt;”Apakah  manusia itu mengira bahwa mereka di&lt;b&gt;BIAR&lt;/b&gt;kan (saja) mengatakan: "Kami  telah ber&lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt;", sedang mereka tidak di&lt;b&gt;UJI&lt;/b&gt; lagi? Dan sesungguhnya Kami  telah meng&lt;b&gt;UJI&lt;/b&gt; orang-orang yang &lt;b&gt;SEBELUM&lt;/b&gt; mereka, maka sesungguhnya Allah  menge&lt;b&gt;TAHU&lt;/b&gt;i orang-orang yang &lt;b&gt;BENAR&lt;/b&gt; dan sesungguhnya Dia menge&lt;b&gt;TAHU&lt;/b&gt;i  orang-orang yang &lt;b&gt;DUSTA&lt;/b&gt;.” (QS Al ’Ankabut : 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 5. Ber&lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt;  bahwa disamping &lt;b&gt;MUSIBAH COBAAN&lt;/b&gt; yang ada, jauh lebih &lt;b&gt;BANYAK NIKMAT&lt;/b&gt; yang  Allah berikan, dan kita &lt;b&gt;WAJIB&lt;/b&gt; ber&lt;b&gt;SYUKUR&lt;/b&gt; dan ber&lt;b&gt;TAKWA&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;”Dan Dia telah  memberikan kepadamu (ke&lt;b&gt;PERLU&lt;/b&gt;anmu) dari &lt;b&gt;SEGALA&lt;/b&gt; apa yang kamu &lt;b&gt;MOHON&lt;/b&gt;kan  kepadanya. Dan jika kamu meng&lt;b&gt;HITUNG NI’MAT&lt;/b&gt; Allah, &lt;b&gt;TIDAK&lt;/b&gt;lah dapat kamu  meng&lt;b&gt;HITUNG&lt;/b&gt;nya. Sesungguhnya &lt;b&gt;MANUSIA&lt;/b&gt; itu, sangat &lt;b&gt;ZHALIM&lt;/b&gt; dan sangat  meng&lt;b&gt;INGKAR&lt;/b&gt;i (ni`mat Allah).” (QS Ibrahim : 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan (ingatlah  juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu ber&lt;b&gt;SYUKUR&lt;/b&gt;,  pasti Kami akan men&lt;b&gt;TAMBAH&lt;/b&gt; (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu meng&lt;b&gt;INGKAR&lt;/b&gt;i  (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya &lt;b&gt;ADZAB&lt;/b&gt;-Ku sangat &lt;b&gt;PEDIH&lt;/b&gt;". (QS Ibrahim : 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah:  "Siapakah yang memberi &lt;b&gt;RIZKI&lt;/b&gt; kepadamu dari langit dan bumi, atau  siapakah yang kuasa (menciptakan) pen&lt;b&gt;DENGAR&lt;/b&gt;an dan peng&lt;b&gt;LIHAT&lt;/b&gt;an, dan  siapakah yang meng&lt;b&gt;KELUAR&lt;/b&gt;kan yang &lt;b&gt;HIDUP&lt;/b&gt; dari yang &lt;b&gt;MATI&lt;/b&gt; dan meng&lt;b&gt;KELUAR&lt;/b&gt;kan  yang &lt;b&gt;MATI&lt;/b&gt; dari yang &lt;b&gt;HIDUP&lt;/b&gt; dan siapakah yang meng&lt;b&gt;ATUR&lt;/b&gt; segala urusan?"  Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah: "&lt;b&gt;MENGAPA&lt;/b&gt; kamu tidak  ber&lt;b&gt;TAKWA&lt;/b&gt; (kepada-Nya)?" (QS Yunus : 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 6. Ber&lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt; bahwa semua  ke&lt;b&gt;BAIK&lt;/b&gt;an "yang menimpa" kita berasal dari "sisi Allah" dan ke&lt;b&gt;BURUK&lt;/b&gt;an  "yang menimpa" kita adalah disebabkan diri kita sendiri (dari nafs kita  sendiri).&lt;br /&gt;”Apa saja &lt;b&gt;NI’MAT&lt;/b&gt; yang kamu peroleh adalah &lt;b&gt;DARI&lt;/b&gt; Allah, dan  apa saja &lt;b&gt;BENCANA&lt;/b&gt; yang menimpamu, maka &lt;b&gt;DARI&lt;/b&gt; (kesalahan) dirimu sendiri.  Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah  menjadi saksi.” (QS An Nisa : 79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Boleh jadi kamu mem&lt;b&gt;BENCI&lt;/b&gt;  sesuatu, padahal ia &lt;b&gt;AMAT BAIK&lt;/b&gt; bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu  men&lt;b&gt;SUKA&lt;/b&gt;i sesuatu, padahal ia &lt;b&gt;AMAT BURUK&lt;/b&gt; bagimu; Allah &lt;b&gt;MENGETAHUI&lt;/b&gt;, sedang  kamu &lt;b&gt;TIDAK MENGETAHUI&lt;/b&gt;. " (QS. Al Baqarah: 216)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• 7. Ber&lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt; bahwa untuk masuk &lt;b&gt;SURGA&lt;/b&gt; harus siap menerima &lt;b&gt;UJIAN&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;BESAR&lt;/b&gt;nya &lt;b&gt;PAHALA&lt;/b&gt; tergantung &lt;b&gt;BESAR&lt;/b&gt;nya &lt;b&gt;UJIAN&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;”Apakah  &lt;b&gt;KAMU&lt;/b&gt; meng&lt;b&gt;KIRA&lt;/b&gt; bahwa kamu akan &lt;b&gt;MASUK SURGA&lt;/b&gt; ? Padahal belum datang  kepadamu &lt;b&gt;COBAAN&lt;/b&gt; sebagaimana halnya orang-orang ter&lt;b&gt;DAHULU&lt;/b&gt; sebelum kamu?  Mereka ditimpa oleh &lt;b&gt;MALAPETAKA&lt;/b&gt; dan ke&lt;b&gt;SENGSARA&lt;/b&gt;an, serta digoncangkan  (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang  yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya per&lt;b&gt;TOLONG&lt;/b&gt;an Allah?"  Ingatlah, sesungguhnya per&lt;b&gt;TOLONG&lt;/b&gt;an Allah itu &lt;b&gt;AMAT DEKAT&lt;/b&gt;.” (QS Al Baqarah  :214)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Aku bertanya kepada  Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam, “Ya Rasulullah, siapakah orang  yang &lt;b&gt;PALING BERAT UJIAN&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;COBAAN&lt;/b&gt;nya?” Nabi Shalallahu 'Alaihi Wa  Sallam menjawab, “Para &lt;b&gt;NABI&lt;/b&gt; kemudian yang &lt;b&gt;MENIRU&lt;/b&gt; (menyerupai) mereka dan  yang &lt;b&gt;MENIRU&lt;/b&gt; (menyerupai) mereka. Seseorang di&lt;b&gt;UJI&lt;/b&gt; menurut &lt;b&gt;KADAR  AGAMA&lt;/b&gt;nya. Kalau &lt;b&gt;AGAMA&lt;/b&gt;nya &lt;b&gt;TIPIS&lt;/b&gt; (lemah) dia di&lt;b&gt;UJI&lt;/b&gt; sesuai dengan itu  (&lt;b&gt;RINGAN&lt;/b&gt;) dan bila &lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt;nya &lt;b&gt;KOKOH&lt;/b&gt; dia di&lt;b&gt;UJI&lt;/b&gt; sesuai itu (&lt;b&gt;KERAS&lt;/b&gt;). Seorang  di&lt;b&gt;UJI&lt;/b&gt; terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi &lt;b&gt;BERSIH&lt;/b&gt; dari  &lt;b&gt;DOSA-DOSA&lt;/b&gt;. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Seorang hamba memiliki suatu &lt;b&gt;DERAJAT&lt;/b&gt; di  surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan &lt;b&gt;AMAL-AMAL&lt;/b&gt; ke&lt;b&gt;BAIK&lt;/b&gt;annya  maka Allah meng&lt;b&gt;UJI&lt;/b&gt; dan men&lt;b&gt;COBA&lt;/b&gt;nya agar dia men&lt;b&gt;CAPAI&lt;/b&gt; derajat itu.” (HR.  Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;”Apabila Aku meng&lt;b&gt;UJI&lt;/b&gt; hamba-Ku dengan mem&lt;b&gt;BUTA&lt;/b&gt;kan ke&lt;b&gt;DUA  MATA&lt;/b&gt;nya dan dia ber&lt;b&gt;SABAR&lt;/b&gt; maka Aku &lt;b&gt;GANTI&lt;/b&gt; kedua matanya dengan &lt;b&gt;SURGA&lt;/b&gt;. (HR.  Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Salah seorang dari mereka lebih senang mengalami ujian  dan cobaan daripada seorang dari kamu (senang) menerima pemberian.” (HR.  Abu Ya’la)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ber&lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt; bahwa &lt;b&gt;UJIAN&lt;/b&gt; adalah bentuk &lt;b&gt;KASIH SAYANG&lt;/b&gt;  Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepada Hamba-Nya, karena &lt;b&gt;SURGA&lt;/b&gt; harus diperoleh  dengan &lt;b&gt;JIHAD&lt;/b&gt; (ke&lt;b&gt;SUNGGUH&lt;/b&gt;an) dan ke&lt;b&gt;SABAR&lt;/b&gt;an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan ke&lt;b&gt;BAIK&lt;/b&gt;an maka ditimpakan &lt;b&gt;UJIAN&lt;/b&gt; padanya.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“  Sesungguhnya Allah ‘Azza Wa Jalla bila men&lt;b&gt;CINTA&lt;/b&gt;i suatu kaum Allah  meng&lt;b&gt;UJI&lt;/b&gt; mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya  dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah. (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apakah  kamu meng&lt;b&gt;KIRA&lt;/b&gt; bahwa kamu akan &lt;b&gt;MASUK SURGA&lt;/b&gt;? padahal belum &lt;b&gt;NYATA&lt;/b&gt; bagi  Allah orang-orang yang ber&lt;b&gt;JIHAD&lt;/b&gt; di antaramu, dan belum &lt;b&gt;NYATA&lt;/b&gt; orang-orang  yang &lt;b&gt;SABAR&lt;/b&gt;.” (QS Ali ’Imran : 142)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ber&lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt; bahwa &lt;b&gt;UJIAN&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;COBAAN&lt;/b&gt; yang diterima akan meng&lt;b&gt;HAPUS DOSA-DOSA&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;“Tiada  seorang mukmin ditimpa &lt;b&gt;RASA SAKIT&lt;/b&gt;, ke&lt;b&gt;LELAH&lt;/b&gt;an (kepayahan), diserang  &lt;b&gt;PENYAKIT&lt;/b&gt; atau ke&lt;b&gt;SEDIH&lt;/b&gt;han (ke&lt;b&gt;SUSAH&lt;/b&gt;an) sampai pun &lt;b&gt;DURI&lt;/b&gt; yang menusuk  (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah meng&lt;b&gt;HAPUS DOSA-DOSA&lt;/b&gt;nya.” (HR.  Bukhari)&lt;br /&gt;“Barangsiapa ditimpa musibah dalam hartanya atau pada  dirinya lalu dirahasiakannya dan tidak dikeluhkannya kepada siapapun  maka menjadi hak atas Allah untuk mengampuninya.” (HR. Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Ber&lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt; bahwa &lt;b&gt;UJIAN&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;COBAAN&lt;/b&gt; adalah untuk men&lt;b&gt;DEKAT&lt;/b&gt;kan dirinya kepada Allah.&lt;br /&gt;”Apabila Allah men&lt;b&gt;CINTA&lt;/b&gt;i hamba maka dia di&lt;b&gt;UJI&lt;/b&gt; agar Allah men&lt;b&gt;DENGAR&lt;/b&gt; per&lt;b&gt;MOHON&lt;/b&gt;annya (kerendahan dirinya).” (HR. Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Ber&lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt; bahwa Allah meng&lt;b&gt;UJI&lt;/b&gt; seorang hamba sesuai dengan ke&lt;b&gt;MAMPU&lt;/b&gt;annya.&lt;br /&gt;”Allah  tidak mem&lt;b&gt;BEBAN&lt;/b&gt;i seseorang melainkan &lt;b&gt;SESUAI&lt;/b&gt; dengan ke&lt;b&gt;SANGGUP&lt;/b&gt;annya. Ia  mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat  siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. ” (QS Al Baqarah : 286)&lt;br /&gt;”Tidak  semestinya seorang muslim meng&lt;b&gt;HINA&lt;/b&gt; dirinya. Para sahabat bertanya,  “Bagaimana meng&lt;b&gt;HINA&lt;/b&gt; dirinya itu, ya Rasulullah?” Nabi Shalallahu 'Alaihi  Wa Sallam menjawab, “Me&lt;b&gt;LIBAT&lt;/b&gt;kan diri dalam &lt;b&gt;UJIAN&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;COBAAN&lt;/b&gt; yang dia  &lt;b&gt;TAK TAHAN&lt;/b&gt; menderitanya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;”Bukanlah dari  (golongan) kami orang yang menampar-nampar pipinya dan merobek-robek  bajunya apalagi berdoa dengan doa-doa jahiliyah.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Ber&lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt; bahwa Allah meng&lt;b&gt;UJI&lt;/b&gt; manusia &lt;b&gt;SEPERTI&lt;/b&gt; meng&lt;b&gt;UJI&lt;/b&gt; ke&lt;b&gt;MURNI&lt;/b&gt;an &lt;b&gt;EMAS&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;”Allah  menguji hambaNya dengan menimpakan musibah sebagaimana seorang menguji  kemurnian emas dengan api (pembakaran). Ada yang ke luar emas murni.  Itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang kurang  dari itu (mutunya) dan itulah yang selalu ragu. Ada yang ke luar seperti  emas hitam dan itu yang memang ditimpa fitnah (musibah).” (HR.  Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Ber&lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt; bahwa ber&lt;b&gt;SABAR&lt;/b&gt;, ber&lt;b&gt;SYUKUR&lt;/b&gt;, me&lt;b&gt;MAAF&lt;/b&gt;kan, dan ber&lt;b&gt;ISTIGHFAR&lt;/b&gt; adalah &lt;b&gt;HIDAYAH&lt;/b&gt; dari Allah.&lt;br /&gt;”Barangsiapa  di&lt;b&gt;UJI&lt;/b&gt; lalu ber&lt;b&gt;SABAR&lt;/b&gt;, di&lt;b&gt;BERI&lt;/b&gt; lalu ber&lt;b&gt;SYUKUR&lt;/b&gt;, di&lt;b&gt;ZHALIM&lt;/b&gt;i lalu me&lt;b&gt;MAAF&lt;/b&gt;kan  dan men&lt;b&gt;ZHALIM&lt;/b&gt;i lalu ber&lt;b&gt;ISTIGHFAR&lt;/b&gt; maka bagi mereka ke&lt;b&gt;SELAMAT&lt;/b&gt;an dan mereka  tergolong orang-orang yang memperoleh &lt;b&gt;HIDAYAH&lt;/b&gt;.” (HR. Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Ber&lt;b&gt;IMAN&lt;/b&gt; bahwa ke&lt;b&gt;BERKAH&lt;/b&gt;an Allah adalah bila kita &lt;b&gt;RIDHO&lt;/b&gt; dengan semua &lt;b&gt;NI’MAT&lt;/b&gt; yang Allah berikan baik &lt;b&gt;SEDIKIT&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;BANYAK&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;”Sesungguhnya  Allah Azza Wa Jalla meng&lt;b&gt;UJI&lt;/b&gt; hamba-Nya dalam &lt;b&gt;RIZKI&lt;/b&gt; yang diberikan Allah  kepadanya. Kalau dia &lt;b&gt;RIDHO&lt;/b&gt; dengan bagian yang diterimanya maka Allah  akan mem&lt;b&gt;BERKAH&lt;/b&gt;inya dan me&lt;b&gt;LUAS&lt;/b&gt;kan pemberian-Nya. Kalau dia &lt;b&gt;TIDAK RIDHO&lt;/b&gt;  dengan pemberian-Nya maka Allah &lt;b&gt;TIDAK AKAN&lt;/b&gt; memberinya &lt;b&gt;BERKAH&lt;/b&gt;.” (HR.  Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bi showab&lt;br /&gt;Semoga Sahabat mendapatkan &lt;b&gt;HIKMAH&lt;/b&gt; yang banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~::* &lt;b&gt;&lt;a href="http://kata2hikmah0fa.wordpress.com/2010/10/22/392/" target="_blank"&gt;KATA-KATA HIKMAH&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; *::~&lt;br /&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-2439191529187999693?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/2439191529187999693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/tips-agar-sabar-menerima-kenyataan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/2439191529187999693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/2439191529187999693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/tips-agar-sabar-menerima-kenyataan.html' title='Tips Agar Sabar Menerima Kenyataan'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-GNd1PeRoUt0/Tc5CDTgrT_I/AAAAAAAAAlU/yipVvzP7Pwk/s72-c/alam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-4760405774032985570</id><published>2011-04-06T13:39:00.006+07:00</published><updated>2011-05-14T15:52:19.815+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syirik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tauhid'/><title type='text'>12 Kesyirikan yang Dianggap Tradisi</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-v87bvk2-D60/TZwKh5jy2FI/AAAAAAAAAjE/mTmRHQz0nS8/s1600/200344_1733975951705_1307751853_31729986_2046556_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="http://1.bp.blogspot.com/-v87bvk2-D60/TZwKh5jy2FI/AAAAAAAAAjE/mTmRHQz0nS8/s200/200344_1733975951705_1307751853_31729986_2046556_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;Oleh: Fadhl Ihsan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah,  semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati anda, di tengah-tengah  masyarakat kita masih banyak sekali praktek kesyirikan yang merusak  bahkan membatalkan tauhid. Perbuatan-perbuatan tersebut dilakukan oleh  sebagian orang dengan dalih bahwa amalan tersebut adalah tradisi dan  adat-istiadat peninggalan leluhur. Padahal perbuatan tersebut adalah  bentuk kesyirikan yang membahayakan agama mereka. Di antara  perbuatan-perbuatan tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;1. TATHAYYUR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;---------------&lt;br /&gt;Tathayyur  adalah beranggapan sial dengan waktu tertentu, tempat tertentu, atau  sesuatu yang dilihat, didengar, atau diketahui. (Al-Qaulul Mufid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  sebagian daerah, penduduk membangun rumah menghadap arah tertentu.  Mereka juga memulai membangun dan menempatinya di hari tertentu, dengan  keyakinan akan mendatangkan keberuntungan dan menjauhkan kesialan. Ada  pula yang tidak mau berdagang di hari tertentu dan melarang pernikahan  di bulan tertentu. Semua ini adalah bentuk tathayyur syirik, harus  dijauhi oleh seorang muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik.” (HR. Abu Dawud no. 3910, lihat al-Qaulul Mufid)&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. TAMIMAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;--------------&lt;br /&gt;Tamimah adalah sesuatu yang digantungkan pada seorang anak untuk menolak ‘ain atau musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering  kita melihat benda-benda yang digantungkan di rumah, mobil, toko, atau  dipakaikan pada anak dengan niat menolak bala. Semua ini termasuk jenis  tamimah yang syirik. Orang yang melakukannya terjatuh dalam kesyirikan.  (Lihat al-Qaulul Mufid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. TIWALAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;------------&lt;br /&gt;Ia adalah sesuatu yang dibuat untuk membuat suami/seorang lelaki mencintai istrinya/seorang wanita atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun  dublah (cincin yang dipakai oleh seseorang setelah menikah) dengan  keyakinan bahwa selama cincin emas tersebut dipakai maka pernikahannya  akan tetap langgeng, ini adalah keyakinan yang syirik, karena tidak ada  yang bisa membolak-balikkan hati manusia selain Allah Subhanahu wa  Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memakai cincin seperti ini minimal tasyabbuh (menyerupai)  orang kafir, haram hukumnya. Bisa juga terjatuh dalam kesyirikan, jika  dia berkeyakinan bahwa cincin itu bisa menjadi sebab langgengnya  pernikahan. (Lihat al-Qaulul Mufid Syarah Kitabut Tauhid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. JAMPI-JAMPI / MANTERA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;--------------------------&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;-&lt;br /&gt;Yang dimaksud adalah ruqyah (bacaan-bacaan) yang syirik, yang mengandung permintaan bantuan kepada jin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang tiga hal di atas dalam hadits beliau:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya jampi-jampi, tamimah, dan tiwalah adalah syirik.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dishahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun  ruqyah yang dibenarkan oleh syariat adalah yang memenuhi tiga syarat  berikut: – Bacaan dari Al-Qur’an, As-Sunnah, dan doa-doa yang baik.&lt;br /&gt;- Menggunakan bahasa Arab dan dimengerti maknanya.&lt;br /&gt;-  Diyakini hanya semata-mata sebagai sebab, tidak bisa berpengaruh selain  dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Lihat Fathul Majid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. PERDUKUNAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;----------------&lt;br /&gt;Ini  adalah musibah yang melanda banyak kaum muslimin. Banyak orang menjadi  pelanggan dukun dalam keadaan senang ataupun susah, padahal ancaman bagi  dukun dan yang mendatanginya sangat besar. Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa mendatangi dukun dan bertanya sesuatu, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa  mendatangi dukun dan bertanya sesuatu kemudian membenarkannya, dia  telah mengkufuri apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi  wasallam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menegaskan bahwa mendatangi dukun ada beberapa rincian hukum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Datang dan bertanya kepadanya, maka tidak diterima shalatnya empat puluh hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Datang, bertanya kepadanya, dan membenarkan ucapannya, maka ia telah  ingkar kepada apa yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Datang untuk membongkar kesesatannya, diperbolehkan. (Lihat al-Qaulul Mufid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun  tentang kafirnya dukun, asy-Syaikh Hafizh bin Ahmad al-Hakami  menyebutkan sembilan alasan kafirnya dukun. Di antara yang beliau  sebutkan adalah bahwa seorang dukun telah menjadi wali setan. Allah  Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya….” (Al-An’am: 121)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal setan tidak akan menjadikam seorang menjadi wali selain seorang yang kafir. (Lihat Ma’arijul Qabul hlm. 423-424)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;6. SEMBELIHAN UNTUK SELAIN ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberitakan bahwa termasuk orang  yang dilaknat adalah seorang yang melakukan sembelihan untuk selain  Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah  melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah. Allah melaknat  orang yang melaknat (mencerca) dua orang tuanya. Allah melaknat orang  yang melindungi pelaku pelanggaran syar’i. Dan Allah melaknat orang yang  mengubah-ubah batas tanah.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sembelihan yang dipersembahkan untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah berbagai bentuk sembelihan untuk jin.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;a. LARUNG (SEDEKAH LAUT)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di  antara sembelihan syirik adalah sembelihan tahunan yang dipersembahkan  untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik untuk laut (sedekah laut),  sungai, gunung, maupun yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;b. SEMBELIHAN UNTUK PENGANTIN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di  sebagian tempat ada sebuah tradisi penyembelihan ketika ada pernikahan.  Kedua mempelai diperintahkan untuk menginjakkan kedua kaki mereka di  darah sembelihan tersebut sebelum memasuki rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;c. SEMBELIHAN UNTUK RUMAH BARU&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di  sebagian daerah, ketika telah selesai membangun rumah, mereka  menyembelih seekor hewan untuk menolak bala. Sebagian mereka bahkan menanam kepala hewan  tersebut di rumah barunya. Ini juga termasuk sembelihan yang syirik.&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. MEMENUHI KEINGINAN JIN YANG MASUK PADA TUBUH SESEORANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika  ada orang kerasukan jin kemudian diruqyah, jin terkadang minta  disembelihkan hewan untuk dirinya. Jika terjadi hal demikian, permintaan  jin itu tidak boleh ditunaikan, karena hal tersebut adalah sembelihan  untuk jin. (Lihat al-Qaulul Mufid, asy-Syaikh Muhammad al-Wushabi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. KESYIRIKAN DI KUBURAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;--------------------------&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;-&lt;br /&gt;Di antara perbuatan syirik yang dianggap biasa adalah perbuatan-perbuatan di pekuburan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a. Berdoa kepada penghuni kubur&lt;br /&gt;b. Nadzar untuk penghuni kubur&lt;br /&gt;c. Isti’anah, meminta tolong kepada penghuni kubur&lt;br /&gt;d. Isti’adzah, meminta perlindungan kepada penghuni kubur&lt;br /&gt;e. Istighatsah, meminta dihilangkan bencana kepada penghuni kubur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, semua hal di atas adalah kemungkaran yang harus diingkari. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa  melihat kemungkaran hendaknya dia ubah dengan tangannya. Jika tidak  mampu, dengan lisannya. Jika tidak mampu juga maka dengan hatinya, dan  itu adalah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim) (Lihat Ma’ariful Qabul,  Ighatsatul Lahafan, Tahdzirul Muslimin)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;8. MENCARI BERKAH DARI BENDA-BENDA TERTENTU&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;--------------------------&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;-------------------------&lt;br /&gt;Sebagian orang mencari berkah kepada pohon, kuburan, atau benda-benda yang mereka miliki, seperti keris dan cincin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faedah&lt;br /&gt;Tidak  boleh bertabarruk (mencari berkah) dari diri sereorang, dengan tubuh  atau bagian tubuh seseorang tertentu, selain Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim tidak boleh mencari berkah  dengan diri seseorang yang dianggap shalih, baik ludah, rambut maupun  bagian tubuh lainnya. Hal ini berdasarkan beberapa alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Hal tersebut kekhususan bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.  Tidak ada seorang pun setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  wafat yang meminta berkah dengan bagian tubuh Abu Bakr, Umar, Utsman,  Ali bin Abi Thalib, dan sahabat lainnya. Seandainya hal tersebut  dibolehkan, niscaya akan dilakukan oleh orang-orang di zaman mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Akan menyebabkan fitnah dan ujub (bangga diri) dari orang yang dimintai berkah. (Lihat Taisir al-’Azizil Hamid, hlm. 144-145)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. SIHIR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;--------&lt;br /&gt;Sihir  adalah satu amalan kufur yang harus dijauhi oleh seorang muslim.  Seseorang yang belajar dan mengajarkan sihir telah terjatuh dalam  kekufuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan  mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan  Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir),  padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir). Hanya  setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan  sihir kepada manuria.” (Al-Baqarah: 102) (Lihat Ma’arijul Qabul hlm.  407-411)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. SEDEKAH BUMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;--------------------&lt;br /&gt;Sedekah bumi  yaitu memberikan sesuguh / sesaji ketika hendak panen padi dan lainnya.  Menurut mereka, sesaji itu dipersembahkan untuk Dewi Sri. Ini pun  termasuk bentuk kesyirikan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;11. SESAJEN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;--------------&lt;br /&gt;Yakni memberikan sesuguh untuk karuhun ketika hendak melaksanakan acara tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;12. MEMBERIKAN PENGHORMATAN DENGAN MEMBUNGKUK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;--------------------------&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;--------------------------&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;---------&lt;br /&gt;Ibnu  Taimiyah rahimahullah berkata, “Membungkuk ketika memberikan  penghormatan adalah perbuatan yang dilarang. Hal ini sebagaimana dalam  riwayat at-Tirmidzi dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa mereka  bertanya tentang seseorang yang berjumpa dengan temannya lalu  membungkuk kepadanya. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,  “Tidak boleh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga karena rukuk dan sujud tidak boleh dilakukan  selain untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, walaupun hal ini menjadi bentuk  penghormatan pada syariat sebelum kita, sebagaimana dalam kisah Yusuf  ‘alaihis salam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan ia menaikkan kedua ibu bapaknya ke atas  singgasana. Mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf.  Yusuf pun berkata, “Wahai ayahku, inilah ta’bir mimpiku yang dahulu  itu.” (Yusuf: 100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalam syariat kita, bersujud tidak diperbolehkan selain untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Lihat Majmu’ al-Fatawa, 1/259)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah,  semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati anda, apa yang kami  sampaikan hanyalah sebagian amalan syirik yang ada di tengah-tengah  masyarakat kita. Semuanya harus kita jauhi. Kita juga harus  memperingatkan umat Islam untuk menjauhi amalan-amalan syirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah,  semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati anda, segala adat-istiadat  dan kebiasaan masyarakat harus tunduk kepada syariat Allah Subhanahu wa  Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka demi  Rabbmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan  kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka  tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap keputusan yang  kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (An-Nisa: 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah  kita seperti orang-orang jahiliyah yang tidak mau beriman kepada Rasul  shallallahu ‘alaihi wasallam dengan alasan mengikuti nenek moyang. Allah  Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang keadaan kaum musyrikin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila  dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan oleh  Allah,” mereka menjawab, “(Tidak), kami hanya mengikuti apa yang telah  kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.” (Apakah mereka akan  mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui  sesuatu pun dan tidak mendapat petunjuk? (al-Baqarah: 170)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang  muslim harus mendahulukan syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas  segala hal. Dia harus mengutamakan syariat daripada hawa nafsu,  adat-istiadat, dan pendapat akalnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah  mencela orang yang lebih mendahulukan hawa nafsunya. Allah Subhanahu wa  Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka pernahkah kamu melihat orang yang  menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya  berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan  hatinya serta meletakkan tutupan atas penglihatannya? Siapakah yang akan  memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat)? Maka mengapa  kamu tidak mengambil pelajaran?” (al-Jatsiyah: 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan  tulisan yang ringkas ini bisa menjadi nasihat dan menjadi salah satu  sebab musnahnya praktik-praktik kesyirikan yang telah menyebar di negeri  kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Faidah ini diambil dari tulisan Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak yang berjudul "Penyimpangan Akidah di Sekitar Kita" dalam majalah Asy Syariah no. 67/VI/1432 H/2010, hal. 48-53]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NADZAR untuk yang dikubur maksudnya mengamalkan haji untuk orang tua yang  sudah meninggal.., dibolehkan dalam Islam, sedangkan bernadzar untuk  yang dikubur, maksudnya kita tujukan niat nadzar untuk yang udah mati..,  nadzar itu hanya diperuntukkan kepada Allah (bukan kepada yang sudah  meninggal).., (misalnya, aku mau bernadzar untuk ayahku yang sudah  meninggal) &amp;lt;&amp;lt;---- ini yang tidak boleh .., karena nadzar itu hanya  diperuntukkan kepada Allah.., bahkan untuk melunasi nadzar orang tua, atau  nadzar sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk jelasnya ----&amp;gt; membayar nadzar orang tua  untuk haji..boleh dilakukan oleh anak tentu saja.., dan nadzarnya  ditujukan kepada Allah .. (maksudnya membayar nadzar itu ditujukan  kepada Allah, tapi yang melaksanakan itu anaknya, niatnya, dalam hati,  aku melaksanakan nadzar haji orangtuaku untuk dan karena Allah)  ..demikianlah kira-kira.. Wallahu'alam bishshawab &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-4760405774032985570?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/4760405774032985570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/12-kesyirikan-yang-dianggap-tradisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/4760405774032985570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/4760405774032985570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/12-kesyirikan-yang-dianggap-tradisi.html' title='12 Kesyirikan yang Dianggap Tradisi'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-v87bvk2-D60/TZwKh5jy2FI/AAAAAAAAAjE/mTmRHQz0nS8/s72-c/200344_1733975951705_1307751853_31729986_2046556_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-6186780794292577115</id><published>2011-04-01T17:00:00.003+07:00</published><updated>2012-02-02T10:10:26.271+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak'/><title type='text'>Syukur Alhamdulillah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Zoss3CTS9IM/TZWghD604FI/AAAAAAAAAis/X0GjLHc9y5I/s1600/syukur.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-Zoss3CTS9IM/TZWghD604FI/AAAAAAAAAis/X0GjLHc9y5I/s200/syukur.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tak usahlah menunggu KEBAHAGIAAN datang untuk BERSYUKUR...&lt;br /&gt;Namun BERSYUKURLAH dengan apa adanya...&lt;br /&gt;Niscaya engkau akan merasakan KEBAHAGIAAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhan-mu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambahkan (Nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (Nikmat-Ku), maka sesungguhnya Adzab-Ku sangat pedih."&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS. Ibrahim : 7)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengulang-ulang Firman-Nya dalam surat &lt;b&gt;Ar-Rahman :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Maka Nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-IpIqmRTHeIw/TZWfY8K-5uI/AAAAAAAAAiU/LL3NblQ2uv4/s1600/syukur-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-IpIqmRTHeIw/TZWfY8K-5uI/AAAAAAAAAiU/LL3NblQ2uv4/s320/syukur-2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-tnjLi0JweBQ/TZWfP1HKTTI/AAAAAAAAAiQ/YR-hkJwD7oY/s1600/syukur-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-tnjLi0JweBQ/TZWfP1HKTTI/AAAAAAAAAiQ/YR-hkJwD7oY/s320/syukur-1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-sGf6Nwmy_yY/TZWfiYpKluI/AAAAAAAAAiY/IAJCHG8RG5Y/s1600/syukur-3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-sGf6Nwmy_yY/TZWfiYpKluI/AAAAAAAAAiY/IAJCHG8RG5Y/s320/syukur-3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-iaYo_mRTYEc/TZWfr-L9SHI/AAAAAAAAAic/7xmU45oQfLM/s1600/syukur-4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-iaYo_mRTYEc/TZWfr-L9SHI/AAAAAAAAAic/7xmU45oQfLM/s320/syukur-4.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-LYAbMJeEgok/TZWfxbFbsbI/AAAAAAAAAig/25o-1dI4k_k/s1600/syukur-5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-LYAbMJeEgok/TZWfxbFbsbI/AAAAAAAAAig/25o-1dI4k_k/s320/syukur-5.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-xGcCPjEwq5g/TZWf_VyUJ9I/AAAAAAAAAik/NIHQnqBqbuM/s1600/syukur-6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-xGcCPjEwq5g/TZWf_VyUJ9I/AAAAAAAAAik/NIHQnqBqbuM/s320/syukur-6.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-4lx5BE-eWWw/TZWgJqGwDgI/AAAAAAAAAio/cg8VZNaM1Fk/s1600/syukur-7.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-4lx5BE-eWWw/TZWgJqGwDgI/AAAAAAAAAio/cg8VZNaM1Fk/s320/syukur-7.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="-moz-background-inline-policy: -moz-initial; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen &lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-6186780794292577115?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/6186780794292577115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/syukur-alhamdulillah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/6186780794292577115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/6186780794292577115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/04/syukur-alhamdulillah.html' title='Syukur Alhamdulillah'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Zoss3CTS9IM/TZWghD604FI/AAAAAAAAAis/X0GjLHc9y5I/s72-c/syukur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-6429252857993250841</id><published>2011-03-31T08:26:00.004+07:00</published><updated>2011-05-14T15:53:44.559+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasyabuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='April Mop'/><title type='text'>April Mop (The April's Fool Day)</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lUQEBAlhPUU/TZPXncW9k-I/AAAAAAAAAiM/s56wn4lYI5w/s1600/april-fools-day29.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="147" src="http://1.bp.blogspot.com/-lUQEBAlhPUU/TZPXncW9k-I/AAAAAAAAAiM/s56wn4lYI5w/s200/april-fools-day29.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suka nonton Sponge Bob Squarepants? Jika iya, maka pasti deh kamu ingat betul salah satu seri filmnya dimana Sponge Bob berteriak, "April Moooop!" sehabis ngerjain teman-temannya seperti Patrick, Squidworld dan lainnya. Bukan hanya Sponge Bob saja yang tertawa gembira setelah teriak April Mop, tapi semua orang di seluruh pojok dunia juga demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari April Fools (nama lain dari April MOP) diduga mulai diperingati pada abad ke 16 di Perancis,. Menurut keterangan pada website USIS dulu awal tahun baru itu jatuh pada tgl 1 April. Cara merayakannya mirip dengan sekarang, dengan pesta, dansa- dansi hingga pagi. Kemudian th 1562, Paus Gregory memperkenalkan kalender baru yang tahunnya diawali bulan Januari. Tetapi ada beberapa kalangan yang belum dengar atau tidak percaya adanya perubahan ini. Jadi mereka terus memperingati tahun baru pada tanggal 1 April. Orang2 inilah yang disebut April Fools atau secara harafiah berarti orang2 yang tertipu di bulan April.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori lain yang dimuat The Washington Post mengatakan tradisi ini dimulai pada jaman Romawi kuno, saat orang merayakan festival Ceres awal April . Ceres adalah dewi panen yang putrinya diculik Pluto, dewa dunia gaib. Ceres diceritakan mengikuti gema suara teriakan anaknya, hal yang mustahil, sebab gema sangat sulit dicari sumber asalnya. Sehingga Ceres dikatakan melaksanakan “a fools errand” atau tugas orang bodoh.(sumber :museumofhoaxes.com).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 APRIL sebagai APRIL MOP (THE APRIL'S FOOL DAY).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. SIAPAPUN ORANG ISLAM YANG TURUT MERAYAKAN APRIL MOP, MAKA IA SESUNGGUHNYA TENGAH MERAYAKAN ULANG TAHUN PEMBUNUHAN MASSAL RIBUAN SAUDARA-SAUDARANYA DI GRANADA, SPANYOL, 5 ABAD SILAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudara-saudariku sesama Muslim, sampai hatikah Anda semua merayakan April Mop sekarang ini, setelah mengetahui apa yang sebenarnya melatarbelakangi perayaan yang diadakan dunia Barat setiap tanggal 1 April itu ??? Semoga membuka mata hati kita &amp;amp; Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan menjadi saksi bagi kita semua. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Baqarah ( 2 ) : 120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Maidah ( 5 ) : 51. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin- pemimpin( mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_______________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun latar belakangnya , pada hari ini, di”perbolehkan” untuk menipu, menggangu, menjahili, bahkan menyusahkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween, So What ? Rizki Ridyasmara, Pustaka Al Kautsar. Halaman 71-73.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :[ http://hijrahdarisyirikdanbidah.blogspot.com/2011/03/april-mop-hari-pembantaian-ummat-islam.html] dengan sedikit penambahan.&lt;/div&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-6429252857993250841?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/6429252857993250841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/03/april-mop-aprils-fool-day.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/6429252857993250841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/6429252857993250841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/03/april-mop-aprils-fool-day.html' title='April Mop (The April&apos;s Fool Day)'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-lUQEBAlhPUU/TZPXncW9k-I/AAAAAAAAAiM/s56wn4lYI5w/s72-c/april-fools-day29.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-2920733823578934720</id><published>2011-03-30T00:07:00.003+07:00</published><updated>2011-05-14T15:54:17.908+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlak'/><title type='text'>Bercanda Ada Batasnya</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ltu-i9bIlSo/TZIQOy_ExkI/AAAAAAAAAiI/zI2BtcPP8SU/s1600/Broken_heart.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-ltu-i9bIlSo/TZIQOy_ExkI/AAAAAAAAAiI/zI2BtcPP8SU/s200/Broken_heart.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Penulis: Ummu ‘Aisyah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara - Saudariku, berbeda dengan &lt;b&gt;SABAR TIDAK ADA BATASNYA&lt;/b&gt;,  maka &lt;b&gt;BERCANDA ADA BATASNYA&lt;/b&gt;. Tidak bisa dipungkiri, di saat-saat tertentu  kita memang membutuhkan suasana rileks dan santai untuk mengendorkan  urat syaraf, menghilangkan rasa pegal dan capek sehabis bekerja.  Diharapkan setelah itu badan kembali segar, mental stabil, semangat  bekerja tumbuh kembali, sehingga produktifitas semakin meningkat. Hal  ini tidak dilarang selama tidak berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-116"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun Bercanda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; sering mengajak istri  dan para sahabatnya bercanda dan bersenda gurau untuk mengambil hati  serta membuat mereka gembira. &lt;b&gt;Namun canda beliau tidak berlebihan, tetap  ada batasnya. Bila tertawa, beliau tidak melampaui batas tetapi hanya  tersenyum. Begitu pula dalam bercanda, beliau tidak berkata kecuali yang  benar&lt;/b&gt;. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam beberapa hadits yang  menceritakan seputar bercandanya Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Seperti hadits dari ‘Aisyah &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anha&lt;/i&gt;, &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Aku  belum pernah melihat Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa  terbahak-bahak hingga kelihatan amandelnya, namun beliau hanya  tersenyum.”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; pun menceritakan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;“Wahai, Rasullullah! Apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?”&lt;/i&gt; Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab dengan sabdanya, &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Betul, hanya saja aku selalu berkata benar.”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (HR. Imam Ahmad. Sanadnya Shahih)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun contoh bercandanya Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; adalah ketika beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bercanda dengan salah satu dari kedua cucunya yaitu Al-Hasan bin Ali &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;. Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; menceritakan, &lt;i&gt;“Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjulurkan lidahnya bercanda  dengan Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhu. Ia pun melihat merah lidah  beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang gembira.”&lt;/i&gt; (Lihat &lt;i&gt;Silsilah Ahadits Shahihah&lt;/i&gt;, no hadits 70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Adab Bercanda Sesuai Syariat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Poin di atas cukup mewakili arti bercanda yang dibolehkan dalam  syariat. Selain itu, hal penting yang harus kita perhatikan dalam  bercanda adalah:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Meluruskan tujuan yaitu bercanda untuk menghilangkan kepenatan,  rasa bosan dan lesu, serta menyegarkan suasana dengan canda yang  dibolehkan.&lt;/b&gt; Sehingga kita bisa memperoleh semangat baru dalam melakukan  hal-hal yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Jangan melewati batas.&lt;/b&gt; Sebagian orang sering berlebihan dalam  bercanda hingga melanggar norma-norma. Terlalu banyak bercanda akan  menjatuhkan wibawa seseorang.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Jangan bercanda dengan orang yang tidak suka bercanda.&lt;/b&gt; Terkadang  ada orang yang bercanda dengan seseorang yang tidak suka bercanda, atau  tidak suka dengan canda orang tersebut. Hal itu akan menimbulkan akibat  buruk. Oleh karena itu, lihatlah dengan siapa kita hendak bercanda.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Jangan bercanda dalam perkara-perkara yang serius.&lt;/b&gt; Seperti dalam  majelis penguasa, majelis ilmu, majelis hakim (pengadilan-ed), ketika  memberikan persaksian dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Hindari perkara yang dilarang Allah Azza Wa Jalla saat bercanda.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;-  Menakut-nakuti seorang muslim dalam bercanda.&lt;/b&gt; Rasullullah &lt;i&gt;shallallahu’alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Janganlah salah seorang dari kalian mengambil barang milik saudaranya, baik bercanda maupun bersungguh-sungguh.”&lt;/i&gt; (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;Rasullullah &lt;i&gt;shallallahu’alaihi wa sallam&lt;/i&gt; juga bersabda: &lt;i&gt;“Tidak halal bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti muslim yang lain.”&lt;/i&gt; (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;-  Berdusta saat bercanda.&lt;/b&gt; Rasullullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;i&gt;“Aku  menjamin dengan sebuah istana di bagian tepi surga bagi orang yang  meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana  di bagian tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meski ia  sedang bercanda, dan istana di bagian atas surga bagi seseorang yang  memperbaiki akhlaknya.”&lt;/i&gt; (HR. Abu Dawud). Rasullullah pun telah  memberi ancaman terhadap orang yang berdusta untuk membuat orang lain  tertawa dengan sabda beliau &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;“Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia.”&lt;/i&gt; (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;-  Melecehkan sekelompok orang tertentu.&lt;/b&gt; Misalnya bercanda dengan  melecehkan penduduk daerah tertentu, atau profesi tertentu, bahasa  tertentu dan lain sebagainya, yang perbuatan ini sangat dilarang.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;-    Canda yang berisi tuduhan dan fitnah terhadap orang lain.&lt;/b&gt;  Sebagian orang bercanda dengan temannya lalu mencela, memfitnahnya, atau  menyifatinya dengan perbuatan yang keji untuk membuat orang lain  tertawa.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Hindari bercanda dengan aksi atau kata-kata yang buruk.&lt;/b&gt; Allah telah berfirman, yang artinya, &lt;i&gt;“Dan  katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan  perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan  perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang  nyata bagi kalian.”&lt;/i&gt; (QS. Al-Isra’: 53)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Tidak banyak tertawa.&lt;/b&gt; Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; telah mengingatkan agar tidak banyak tertawa, &lt;i&gt;“Janganlah kalian banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati.”&lt;/i&gt; (HR. Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Bercanda dengan orang-orang yang membutuhkannya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Jangan melecehkan syiar-syiar agama dalam bercanda.&lt;/b&gt; Umpamanya  celotehan dan guyonan para pelawak yang mempermainkan simbol-simbol  agama, ayat-ayat Al-Qur’an dan syair-syiarnya, &lt;i&gt;wal iyadzubillah!&lt;/i&gt; Sungguh perbuatan itu bisa menjatuhkan pelakunya dalam kemunafikan dan kekufuran.&lt;br /&gt;Demikianlah mengenai batasan-batasan dalam bercanda yang  diperbolehkan dalam syariat. Semoga setiap kata, perbuatan, tingkah laku  dan akhlak kita mendapatkan ridlo dari Allah, pun dalam masalah  bercanda. Kita senantiasa memohon taufik dari Allah agar termasuk ke  dalam golongan orang-orang yang wajahnya tidak dipalingkan  saat di  kubur nanti karena mengikuti sunnah Nabi-Nya. &lt;i&gt;Wallahul musta’an.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Diringkas dari: majalah &lt;i&gt;As-Sunnah&lt;/i&gt; edisi 09/tahun XI/ 1428 H/2007 M.&lt;br /&gt;Artikel &lt;b&gt;&lt;a href="http://muslimah.or.id/akhlaq/bercanda-ada-batasnya.html" target="_blank"&gt;www.muslimah.or.id&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;/div&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-2920733823578934720?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/2920733823578934720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/03/bercanda-ada-batasnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/2920733823578934720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/2920733823578934720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/03/bercanda-ada-batasnya.html' title='Bercanda Ada Batasnya'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ltu-i9bIlSo/TZIQOy_ExkI/AAAAAAAAAiI/zI2BtcPP8SU/s72-c/Broken_heart.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-3332127507117162160</id><published>2011-03-25T15:04:00.003+07:00</published><updated>2012-02-02T10:11:18.007+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info IT'/><title type='text'>Pengertian Beta Version</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-Pinz4mKm_nM/TYxEmCqi9dI/AAAAAAAAAg8/-TnpzDP1OBs/s1600/beta.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://lh3.googleusercontent.com/-Pinz4mKm_nM/TYxEmCqi9dI/AAAAAAAAAg8/-TnpzDP1OBs/s200/beta.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam pengembangan atau penciptaan suatu produk  pastinya mempunyai beberapa proses yang harus dijalani agar nantinya  produk tersebut mempunyai kualitas yang lebih baik dan dianggap sudah  cocok untuk beredar di pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap pertama dalam proses membuat produk perangkat lunak / software adalah tahap &lt;b&gt;Alpha&lt;/b&gt; artinya produk tersebut masih dalam ujicoba pihak internal perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap kedua adalah tahap &lt;b&gt;Beta&lt;/b&gt;,  pada poin ini semua proses pengembangan software dapat diujicobakan  secara gratis atau dengan harga diskon baik untuk kelompok pengguna  tertentu disebut &lt;b&gt;Closed Beta&lt;/b&gt; dan untuk semua populasi tanpa ada pengecualian di sebut &lt;b&gt;Open Beta&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi Beta sebenarnya adalah untuk meletakkan software tersebut  pada sebuah tes di dunia nyata dan juga sebagai umpan balik untuk  mengidentifikasi bug yang muncul sehingga dapat segera mungkin untuk diperbaiki untuk menuju versi &lt;b&gt;Final&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun  produk versi beta akan sering memiliki semua fitur yang tersedia dalam  versi final produk, mereka umumnya memiliki keterbatasan jika ada  dukungan teknis yang tersedia bagi pengguna. &lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;Namun, banyak produk seringkali akan tetap dalam versi  beta selama bertahun-tahun, selama waktu tersebut digunakan oleh  khalayak luas seolah-olah mereka versi penuh produk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata &lt;b&gt;"beta"&lt;/b&gt; berasal dari bahasa Yunani, untuk huruf kedua dalam alfabet. Istilah &lt;b&gt;"Beta Version"&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;"Beta Test"&lt;/b&gt; berasal dengan tes hardware awal  untuk &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/search/label/Komputer" target="_blank"&gt;komputer&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; IBM, di mana beta test digunakan untuk menguji  apakah perangkat keras berfungsi dengan benar.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Saat ini, kebanyakan program software yang pertama kali dirilis dalam versi beta sebelum dipasarkan untuk rilis umum.&amp;nbsp;Sebuah versi beta juga dapat diterapkan ke situs web yang sedang menguji fitur-fiturnya dan mengandalkan umpan balik audiens&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;.&lt;/span&gt; Website Beta pertama kali sering ditampilkan  di domain rahasia yang hanya tersedia untuk audiens menguji mereka,  sebelum ditransfer ke domain riil mereka untuk melihat luas. &lt;br /&gt;&lt;marquee behavior="alternate" bgcolor="yellow" loop="infinite"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Reiza Zulkarnaen&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_brgFJQcgMvQ/TMsGB4wG6mI/AAAAAAAAAUk/eytUSbUkLd4/s1600/r.jpg" style="-moz-background-inline-policy: -moz-initial; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, Reiza Zulkarnaen &lt;br /&gt;&lt;blink&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;big&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: coral;"&gt;Back to Reiza Zulkarnaen™&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/big&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5167395042778108624-3332127507117162160?l=reizazulkarnaen.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/feeds/3332127507117162160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/03/pengertian-beta-version.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/3332127507117162160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5167395042778108624/posts/default/3332127507117162160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reizazulkarnaen.blogspot.com/2011/03/pengertian-beta-version.html' title='Pengertian Beta Version'/><author><name>reizazulkarnaen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08384826634504156358</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-Pinz4mKm_nM/TYxEmCqi9dI/AAAAAAAAAg8/-TnpzDP1OBs/s72-c/beta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5167395042778108624.post-1928702617385534781</id><published>2011-03-24T14:14:00.008+07:00</published><updated>2012-02-02T10:12:16.963+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info IT'/><title type='text'>Pengertian Bug dan Debugging</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-TdexIstoGUk/TYxM6ekUAII/AAAAAAAAAhA/TqwxuR3Ejx8/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="https://lh6.googleusercontent.com/-TdexIstoGUk/TYxM6ekUAII/AAAAAAAAAhA/TqwxuR3Ejx8/s200/images.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mungkin teman-teman pernah mendengar istilah bug. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan bug itu?&lt;i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Baiklah mudah-mudahan artikel yang singkat dan sederhana ini bisa menambah wawasan kita di dunia &lt;b&gt;&lt;a href="http://reizazulkarnaen.blogspot.com/search/label/Komputer" target="_blank"&gt;komputer&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; khusus
